
Kota Sanur, Villa Perumahan Bumi Sejuk.
Ini adalah hari kesepuluh, cahaya keemasan yang berkilauan di dalam kamar Aron tidak pernah berhenti sementara saat ini Aron sedang mencoba untuk penerobosan terakhir.
Energi spiritual yang tidak ada habisnya mengalir ke seluruh tubuh Aron, Seni Konsentrasi Jiwa digunakan secara maksimal oleh Aron, kekuatan spiritual yang berkabut di dalam Dantian mulai membeku dan berubah menjadi tetesan air, dan di atas Dantiannya, sebuah benda yang sebesar sebutir beras memancarkan cahaya.
Ini adalah bentuk awal dari inti emas, daging di dalam tubuhnya juga mulai berubah, setiap inci kulit Aron ditutupi oleh lempengan-lempengan seperti sisik berwarna emas, seolah dia sedang mengenakan baju besi, dan lapisan itu akan muncul lalu menghilang, lalu muncul lagi dan terus berlanjut…
“Paman Danu, ini sudah sepuluh hari, Aron tidak kenapa-kenapa, bukan?”
Nuri selalu berjaga di villa saat dia tahu Aron mengasingkan diri, dan saat ini sudah sepuluh hari berlalu, dia sudah sangat cemas.
“Jangan khawatir, tidak akan terjadi apa-apa, hanya saja Aron sedang berada di titik kritis dalam terobosannya dan tidak boleh ada yang mengganggunya…”
Kata Danu.
“Iya, kami akan berjaga, tidak akan ada orang yang bisa mengganggu Aron, jangankan Kota Sanur yang kecil ini, walau seluruh Provinsi Canna, juga tidak ada orang yang bisa menang melawan kami, apalagi kita masih memiliki Snowy…”
__ADS_1
Lina berkata dengan sangat penuh percaya diri, dan dengan lambaian tangannya dia memberi isyarat kepada Serigala salju untuk mendekat dan mengelus kepala Serigala salju itu.
Sekarang kekuatan Serigala salju sudah setara dengan seorang Great Grand Master tingkat lima, di seluruh Provinsi Canna ini sepertinya tidak ada orang yang bisa mengalahkan seekor serigala ini!
Danu tidak mengatakan apapun, dia hanya mengernyitkan keningnya dan berkata : “Yang saya khawatirkan bukan Provinsi Canna, sekarang Aron berada di puncak dunia bela diri, orang yang ingin mencari masalah dengannya sangat banyak, dan sekarang Aron juga terpilih untuk mengikuti pelatihan, bagi orang lain pelatihan adalah sebuah kesempatan, tapi bagi Aron itu penuh dengan bahaya.”
“Paman Danu, pelatihan akan diadakan tiga hari lagi, entah Aron akan bisa menerobos atau tidak?”
Tanya Elen.
“Itu hanya tergantung pada takdirnya!” Danu juga tidak yakin apakah Aron bisa menerobos ranah dan bangun dalam tiga hari.
Tiba-tiba, Serigala salju melonglong dan berlari keluar vila dengan cepat.
Semua orang tercengang, dan raut wajah mereka seketika berubah.
Karena mereka dapat merasakan aura yang kuat dan menakutkan yang menyelimuti seluruh villa.
__ADS_1
Di kota kecil seperti Kota Sanur, aura yang begitu menakutkan dan kuat tiba-tiba muncul jelas bukan hal yang masuk akal, beberapa orang itu segera menyusul Serigala salju dan bergegas keluar dari villa.
Di luar villa, lima orang yang mengenakan jubah hitam dan mengenakan topeng sedang berdiri diam.
Lima orang itu adalah lima pelindung yang diutus oleh Naveen untuk menangkap Aron.
“Adik kedua, apakah kamu merasakan aura itu di dalam villa?”
Saat ini, Pelindung Utama yang berdiri di tengah bertanya.
“Kakak pertama, saya merasakannya, aura itu sangat kuat tapi tidak stabil, terkadang kuat terkadang lemah.”
Pelindung Kedua menjawab.
“Lalu apakah kalian tahu kapan aura seperti ini akan muncul?” Pelindung Utama meneruskan pertanyaannya.
Beberapa pelindung lain tercengang, namun dengan segera Pelindung Kedua berkata : “Kakak pertama, aura seperti ini hanya akan muncul saat hendak menerobos ranah besar, sekarang sepertinya seseorang di dalam villa sedang menerobosnya dan sudah mencapai titik kritis.”
__ADS_1
Lima pelindung itu saling menatap lalu berkata : “Apakah itu Aron?”
Dan di saat ini, Danu dan yang lainnya menerjang keluar, Serigala salju memamerkan taringnya dan meraung ke arah lima pelindung itu.