
Majelis Perlindungan Hukum Kota Dama, ini adalah kantor pusat dari seluruh departemen penegak hukum di Kota Dama, dan hampir semua orang yang bisa masuk ke dalam Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama memiliki kekuatan seorang Master!
Saat Aron dan yang lainnya tiba di Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama, Albert membawa pasukannya untuk menyambut di depan pintu!
“Hormat…”
Saat melihat mobil Eddyt dan Aron tiba, Albert berteriak keras.
Seluruh pasukan Detasemen Perlindungan hukum memberi hormat.
Melihat pasukan seperti itu membuat Aron merasa sedikit gugup!
“Tuan Aron, tidak perlu gugup, kelak mereka semua akan menjadi bawahanmu, kamu bisa melakukan apa saja yang kamu inginkan, memarahi dan memukul mereka juga terserah padamu…”
Eddyt dapat melihat Aron sedikit gugup dan berkata sambil tersenyum.
Aron tercengang dan bertanya pada Eddyt dengan bingung : “Ketua Detasemen Eddyt, apa maksudmu? Saya hanya datang untuk membantumu ikut dalam kompetisi…”
“Jangan dibicarakan dulu, kita bicarakan saja di dalam…”
Eddyt menatap Aron dan memberikan senyuman yang penuh arti, ini membuat Aron merasa dirinya jatuh ke dalam perangkap.
__ADS_1
Dua orang itu turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam kantor Detasemen Perlindungan Hukum.
Basri dan Mars kembali ke kediaman Keluarga Darminto, sementara Aron meminta Nely untuk pergi ke Lembah Pengobatan, di Kota Dama terlalu banyak orang hebat yang tersembunyi, bahaya ada di mana-mana, serta ada banyak orang yang sedang mencari Aron, Aron tidak mau Nely ikut menantang bahaya dengannya.
“Tuan Aron, kita bertemu lagi…”
Albert menyapa Aron dengan wajah bahagia saat dia melihat Aron.
“Kapten Albert, kekuatanmu tampaknya meningkat dengan cepat…
Aron melirik Albert dan mendapati kekuatan Albert sudah berada di ranah Grand Master tingkat lima.
“Kapten Albert, kamu sudah ketinggalan zaman, seorang Dika tidak ada apa-apanya, dua hari yang lalu, Tuan Aron melawan Ketua Sekte Nirwana, Hasan dan Ketua Yayasan Hanura, Master Narsi sendirian, lalu tebak apa yang terjadi?”
Eddyt berkata dan tersenyum tipis.
“Apa yang terjadi?” Albert bertanya dengan tergesa-gesa.
“Tuan Aron langsung membunuh mereka hingga tidak ada remah-remah yang tersisa dari mereka…”
Albert yang mendengarnya seketika menarik nafas dingin, perlu diketahui baik Hasan maupun Master Narsi sudah lama mencapai ranah Great Grand Master, dibandingkan dengan Dika yang baru menembus ranah Great Grand Master, kekuatan mereka berdua jauh lebih kuat, sekarang Aron malah bertarung satu lawan dua dengan mereka, dan membunuh mereka, kalau begitu kekuatan Aron saat ini sudah terlalu mengerikan…
__ADS_1
“Ketua Detasemen Eddyt, kamu jangan mengolok-olok saya…”
Aron berkata sambil tersenyum.
Rombongan orang masuk ke dalam Detasemen Perlindungan Hukum, Albert menuangkan teh secara langsung untuk Aron, sedangkan Eddyt mempersilahkan Aron duduk di sampingnya.
“Tuan Aron, kami Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama mungkin saat ini terlihat kuat dan berkuasa di luar, tapi sebenarnya hanya kami sendiri yang tahu kalau Detasemen Perlindungan Hukum kami ini sudah di ambang pembubaran…”
Eddyt berkata sambil menghela nafasnya.
“Ketua Detasemen Eddyt, apa maksud perkataanmu ini?” Aron sangat bingung
"Tuan Aron mungkin tidak tahu, setiap kali ada Kompetisi Internasional, Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama akan selalu berada di peringkat paling bawah, mempermalukan Negara Arunika kita, sekarang sudah ada rumor yang beredar, kita menjadi tuan rumah dari pertarungan kali ini, jika kita tidak bisa mendapatkan peringkat yang baik maka Detasemen Perlindungan Hukum akan dibubarkan.”
Eddyt berkata dengan suara yang berat.
“Setiap kali selalu mendapatkan peringkat terbawah? Apakah sampai segitunya? Lantas tidak ada ahli di negara Arunika kita?”
Aron sedikit kaget, perlu diketahui Negara Arunika memiliki banyak ahli bela diri, bagaimana mungkin bisa seburuk itu.
“Aduh!” Eddyt menghela nafasnya : “Negara Arunika kita memang memiliki banyak ahli, tapi tidak satu pun dari para ahli itu bersedia bergabung dengan Detasemen Perlindungan Hukum, sekarang bagi para ahli bela diri itu, Detasemen Perlindungan Hukum adalah eksistensi yang tidak dianggap, orang-orang ini memulai membuka sekte mereka sendiri, atau bergabung dengan Asosiasi Bela Diri Kota Dama, siapa yang akan tertarik dengan Detasemen Perlindungan Hukum ini…”
__ADS_1