
Bagaimana mungkin ini terjadi, dengan ranah yang sama tapi perbedaan kekuatannya terlalu besar.
Semua orang menatap penampilan Aster yang menyedihkan, dan tidak bisa menahan diri untuk tidak mengejek.
“Ternyata memang masih muda, tidak tahu dengan ranah yang sama juga memiliki perbedaan kekuatan yang jauh.”
“Dia baru saja melangkah ke setengah Master Guru dan sudah tidak sabar untuk menantang setengah Master Guru lainnya, bukankah itu sama saja dengan cari mati?”
“Daniel sudah berada di ranah setengah Master Guru selama puluhan tahun dan bahkan belum bisa menembusnya, setengah Master Guru seperti ini apakah bisa dibandingkan dengan orang lain.”
Semua orang mengejek Aster dan membuat Aster kehilangan mukanya.
“Kekuatan komunitas bela diri Kota Dawa kalian juga tidak seberapa, apakah ada yang ingin mencoba lagi?”
Daniel melirik Gera dan kerumunannya sekilas lalu berkata : “Kalau tidak ingin mencoba lagi, maka enyah dari sini, kalau sampai membuat kami kesal maka tidak satu pun dari kalian bisa pergi…”
Perkataan Daniel seketika membuat Gera dan kerumunannya sangat kesal.
“Daniel, hanya seorang bocah tidak mewakili seluruh komunitas bela diri Kota Dawa, karena kamu berkata seperti itu, maka saya yang akan menunjukkan kepadamu!”
Saat ini, seorang lelaki tua yang mengenakan pakaian latihan berwarna putih perlahan-lahan keluar dari kerumunan.
Melihat usianya, lelaki tua ini hampir seumuran dengan Daniel, hanya saja semua rambut dan janggutnya sudah berwarna putih.
Saat lelaki tua itu melangkah maju, baik Daniel maupun orang Lembah Iblis lainnya, raut wajahnya seketika berubah menjadi muram.
Karena lelaki tua itu memancarkan aura yang samar-samar sudah mencapai ranah Master Guru.
__ADS_1
Walau bukan kekuatan seorang Master Guru maka dia pasti sudah berada di titik puncak dan sedang menunggu kesempatan untuk menembus ranah.
Daniel jelas tahu dirinya bukan lawan dari lelaki tua di hadapannya.
“Daniel, tidak mau menyerang? Kebetulan saya bisa menggunakan kalian Lembah Iblis untuk menemaniku berlatih, mungkin saja bisa membantuku untuk menembus ranah!”
Lelaki tua itu berkata kepada Daniel dengan nada menghina.
Raut wajah Daniel menjadi jelek, dia berdiri dan tidak bergerak karena dia tahu walau dirinya menyerang dia juga bukan lawan dari lelaki tua itu.
“Karena kamu tidak mau menyerang, maka saya yang akan menyerang dulu…”
Setelah selesai berbicara, aura lelaki tua itu melonjak, janggut dan rambut putihnya juga berkibar.
Segera, sekujur tubuh lelaki tua itu sudah diselimuti oleh kabut putih.
“Adik keempat, kamu kembali, saya yang akan melawannya…”
Amon melangkah maju dan berteriak kepada Daniel.
Amon juga tidak berani bertindak gegabah dalam menghadapi lelaki tua itu, aura agung di tubuhnya mulai berkumpul.
Amon memiliki kekuatan seorang Master Guru, seluruh Lembah Iblis dapat memiliki reputasinya juga mengandalkan kekuatan Amon.
“Seorang lelaki tua sepertimu baru memiliki kekuatan setengah Master Guru, apa yang bisa disombongkan.”
Amon mengejek lelaki tua itu.
__ADS_1
“Cari mati…”
Lelaki tua itu sangat marah, aura di tubuhnya kemudian meledak.
Dia paling benci orang yang berbicara seperti itu kepadanya, beberapa tahun ini dia terjebak di ranah puncak dari setengah Master Guru, hanya sedikit lagi dia sudah bisa menembus ranah Master Guru tapi sayang sekali dia tidak bisa.
Sekarang Amon langsung menggarami lukanya, ini membuat lelaki tua itu mengamuk.
Lelaki tua itu melangkah maju dan langsung tiba di hadapan Amon.
Sepasang tinjunya terayun dan menyebabkan deru angin.
Cuaca yang tadinya cerah, seketika menjadi berangin kencang dan membuat pasir dan batu beterbangan!
Lelaki tua itu mengerahkan energi di seluruh tubuhnya.
Dia tahu, menghadapi seorang Master Guru seperti Amon, dia harus mengerahkan segenap kekuatannya.
Walau dia sudah dekat dengan ranah Master Guru, tapi dia bukanlah seorang Master Guru, jadi lelaki tua itu sama sekali tidak berani bersikap gegabah.
Amon yang melihat hal itu melayangkan sepasang tinjunya yang bersinar dengan cahaya keemasan.
Bam bam bam…
Kerumunan orang itu sama sekali tidak bisa melihat sosok kedua pria itu sama sekali, hanya bisa mendengar suara tinju yang terus beradu.
__ADS_1