Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Di Prank


__ADS_3

Hal ini sangat di luar dugaannya.


“Pendekar Tujuh Roh Jahat, kekuatan Aron ini memang tidak rendah, namun mungkin kekuatan mentalnya tidak sekuat itu, jadi saat terkena serangan kekuatan mental dari Pendekar Tujuh Roh Jahat, dia seketika menjadi bodoh!”


Tetua Aliansi Seni Bela Diri itu bergegas angkat bicara.


“Benar, seharusnya kekuatan mental Aron terlalu lemah, bagaimana pun orang yang berbakat sekali pun bukannya tidak memiliki kekurangan…”


Arthur juga segera menyetujui.


Pendekar Tujuh Roh Jahat mendengus dengan jijik, dia mengira kekuatan Aron hanya mitos belaka.


Masih semuda ini, walau berlatih dari kandungan ibunya juga tingkatan seperti apa yang bisa dia capai?


“Tidak peduli apakah Aron ini memang berbakat atau tidak, kali ini mayat bonekaku akan bertambah seorang jendral kuat…”


Pendekar Tujuh Roh Jahat tertawa terbahak-bahak.


“Pendekar Tujuh Roh Jahat, kamu tidak boleh menjadikan Aron sebagai mayat boneka…”


Arthur segera berkata kepada Pendekar Tujuh Roh Jahat.


“Kenapa? Lantas kamu tidak ingin Aron mati?”


Pendekar Tujuh Roh Jahat bertanya dengan bingung pada Arthur.


“Tentu saja saya ingin Aron mati, tapi saya perlu membawa pulang kepala Aron…”

__ADS_1


Arthur menjelaskan.


Melihat Arthur hendak memenggal kepala Aron, raut wajah Pendekar Tujuh Roh Jahat seketika berubah.


Jika Aron tidak memiliki kepalanya maka dia tidak bisa dimurnikan menjadi mayat boneka.


“Ketua Arthur, Aron ini sudah ditundukkan olehku, jadi seharusnya saya yang memutuskan apa yang harus dilakukan dengan Aron, bahan untuk pemurnian mayat sebagus ini, apakah akan saya berikan hanya dengan satu kalimat darimu?”


Pendekar Tujuh Roh Jahat berkata dengan tidak senang pada Arthur.


Arthur mengernyitkan keningnya, dia tidak menyangka Pendekar Tujuh Roh Jahat akan membantah dirinya dan menentang perintahnya!


“Pendekar Tujuh Roh Jahat, jangan lupa pada identitasmu, saya masih memiliki penanda iblis di tanganku…”


Arthur berkata dengan wajah muram.


Meskipun dia tampak tidak senang namun dia tidak berani membantah perintah Arthur lagi.


Melihat Pendekar Tujuh Roh Jahat tidak berbicara, Arthur tersenyum dengan puas : “Kamu tidak perlu khawatir, pada saatnya saya akan memikirkan cara untuk menghadiahkan beberapa orang Master Guru kepadamu, agar kamu bisa mempraktikkan mayat boneka dan juga akan mengirimkan banyak sumber daya untuk Sekte Mayat Darah kalian.”


Arthur bersikap baik dan jahat secara bersamaan, dia tahu dengan kekuatannya kalau bukan karena Penanda Iblis, para Kultivator Iblis ini tidak akan bersedia mendengarkan perintahnya.


“Kalau begitu terima kasih banyak Ketua Arthur…”


Pendekar Tujuh Roh Jahat baru tampak tersenyum puas saat Arthur menjanjikan keuntungan padanya.


Namun di saat ini, Aron yang tadinya terlihat memiliki tatapan kosong dan tampak seperti mayat, tiba-tiba tertawa.

__ADS_1


“Apakah kepalaku bisa kalian bawa dengan mudah?”


Aron berkata dengan ekspresi mengejek.


Aron yang tiba-tiba berbicara membuat Arthur dan Pendekar Tujuh Roh Jahat terkejut.


Kedua orang itu berbalik dan menatap Aron, menyadari tatapan mata Aron sudah kembali jernih dan sudah menjadi orang normal, tidak menunjukkan tanda bahwa dia sedang dikendalikan.


Arthur menatap Pendekar Tujuh Roh Jahat dengan bingung : “Apa yang terjadi?”


Raut wajah Pendekar Tujuh Roh Jahat semakin kebingungan, lalu melambaikan tangannya dengan ganas : “Mungkin kekuatan mental anak ini berhasil menembus pengekangan, biarkan saya menyerang lagi…”


Sambil berbicara sebuah kabut hitam keluar dari sepasang telapak tangan Pendekar Tujuh Roh Jahat, dan kembali menyelimuti Aron.


Suara teriakan yang mengerikan itu kembali terdengar.


Arthur dan Tetua itu segera menutup telinga mereka, saat mereka mendengar teriakan serangan mental, mereka merasakan rasa tidak aman.


“Hm, apa kamu benar-benar mengira teknik kultivasi jahat ini bisa mengendalikanku? Benar-benar naif.”


Aron mendengus dingin lalu membuka mulutnya lebar-lebar!


Kabut hitam yang mengelilingi tubuh Aron seketika tersedot ke dalam tubuh Aron.


Sampai seluruh kabut hitam itu tersedot habis, Aron menyeka mulutnya dengan ekspresi puas.


__ADS_1


__ADS_2