Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Bab kejutan buat teman² Reader yg setia , terkhusus nya buat Mbak Hafiz Husna.


__ADS_3

“Kenapa tidak, pacar Kak Aron adalah putri orang terkaya di Kota Sanur, sangat kaya…”


Saat ini Shella juga bangkit berdiri dan berkata.


“Orang terkaya di Kota Sanur?” Andrew mencibir : “Orang terkaya di Kota Sanur tidak ada apa-apanya di mata Keluarga Darminto, apalagi dia yang hanya seorang pacar orang terkaya di Kota Sanur…”


Aron menatap Andrew dan Jeswan tapi dia tidak membantah atau menjelaskan.


Sheli seketika menjadi gelisah dan menepuk Wahyu : “Pak tua, kenapa masih tidak mau mengatakan apapun…”


Wahyu perlahan menoleh ke arah Aron dan berkata : “Aron, ayah tanya lagi padamu, mobil ini kamu pinjam, bukan?”


Aron mengangguk, Wahyu menundukkan kepalanya dengan puas dan tidak mengatakan apapun lagi!


Segera, beberapa pria berseragam datang, Jeswan langsung menunjuk pada Aron : “Dia, dia orang yang mencuri mobil, cepat tangkap dia…”


Beberapa pria berseragam mencoba menghampiri dan menangkap Aron, namun dihentikan oleh Sheli dan Shella.


“Bagaimana boleh menangkap orang tanpa bukti, bukti apa yang kalian miliki?”


Sheli berteriak dan menghentikan orang-orang itu dengan cemas.


Shella juga mengeluarkan ponselnya dan mulai merekam video : “Kalian mengacaukan hukum, saya akan merekamnya, kalian menangkap orang tanpa bukti…”

__ADS_1


​Sheli dan yang lainnya merasa cemas, tapi Aron tidak panik sedikit pun dia menatap ayah dan anak, Andrew dan Jeswan dengan tenang!


“Kakak, masalah ini membutuhkan bukti, kalian tidak bisa asal berbicara dan menjadikan Aron sebagai pencuri mobil…”


Bibi kedua Aron bangkit berdiri dan berkata pada Andrew.


“Baik, bukankah kalian menginginkan bukti, sekarang juga saya akan menelpon ke Keluarga Darminto untuk bertanya, kalau Keluarga Darminto mengatakan mobil mereka hilang, maka Aron pasti adalah pencuri…”


Andrew berkata lalu mengeluarkan ponselnya dan menelpon.


Melihat Andrew benar-benar menelpon raut wajah Sheli menjadi gugup, dia benar-benar takut kalau pihak lain mengatakan mobil mereka hilang, maka kejahatan Aron akan menjadi kejahatan besar.


Andrew meletakkan ponselnya setelah selesai menelpon.


Sheli bertanya dan mendesak.


“Tidak secepat itu, saya sudah menelpon ke manajer kantor pusat di Kota Dama, mereka akan menelpon Tuan Basri untuk memverifikasi, saya tidak mempunyai nomor Tuan Basri…”


Andrew berkata lalu kembali duduk di kursinya, menyalakan sebatang rokok lalu menghisapnya, raut wajahnya terlihat bahagia.


Yang dia pikirkan sama dengan Jeswan, tidak disangka dia akan menemukan hal seperti ini saat sedang makan, kalau bisa membantu Tuan Basri mendapatkan kembali mobilnya, maka Keluarga Darminto tidak akan memperlakukan mereka dengan buruk di masa depan bukan?


Sedangkan Aron, Andrew juga tidak akan ambil pusing, demi kepentingannya di masa depan walau harus mengorbankan keponakannya dia juga tidak keberatan.

__ADS_1


​“Untuk apa repot-repot, saya akan langsung menghubungi Tuan Basri…”


Aron berkata lalu mengeluarkan ponselnya.


“Kamu memiliki kontak Tuan Basri?”


Andrew tercengang dan menatap Aron dengan rasa tidak percaya.


“Ayah, jangan dengarkan omong kosongnya, menurutmu Tuan Basri akan mengenal seorang Pria sepertinya, dia pasti hanya berpura-pura, biarkan saja dia menelpon…”


Jeswan sama sekali tidak percaya pada Aron.


Aron tidak membantah dan langsung menelpon Basri.


Saat ini Basri sedang berada di halaman rumah Kurniawan, menemani Kurniawan dan Eddyt minum teh dan mengobrol, mereka sedang menunggu untuk kembali ke Kota Dama bersama dengan Aron.


Saat Basri menerima panggilan dari Aron, dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Aron, tubuhnya bergetar karena marah.


​“Kakek, ada apa denganmu?”


Mars bergegas bertanya dengan prihatin setelah melihat keadaan Basri.


__ADS_1


__ADS_2