Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Di buntuti Tommy


__ADS_3

“Tidak mungkin, kali ini saya pasti harus mendapatkan Wenny!” setelah Tommy berkata, dia membawa bawahannya untuk mengejar ke arah Aron dan yang lainnya pergi.


Baru berjalan dua langkah, Tommy tiba-tiba menoleh ke arah Sutai dan Roddy : “Kak Sutai, Kak Roddy, kalian berdua tidak boleh merayu teman-teman Wenny, kalau kalian ingin bermain wanita, saat kembali saya akan mengantarkan delapan atau sepuluh wanita untuk kalian.”


“Pergilah, saya tidak mengatakan mau bermain wanita, itu semua kesimpulanmu sendiri…”


Sutai memaki Tommy sambil tertawa.


Awalnya Sutai ikut turun dari kapal juga bukan karena para wanita itu, dia tidak berniat seperti itu!


Sebaliknya, Roddy yang melihat betapa cantiknya Nuri yang selalu ingin mencoba!


Hanya saja saat Tommy berkata seperti itu, Roddy tersenyum dan berkata : “Baik, saya akan berkorban sedikit demi kebahagiaanmu!”


“Kak Sutai, Kak Roddy, setelah kembali saya akan mentraktir kalian minum anggur…”


Setelah selesai berkata, Tommy membawa bawahannya dan bergegas mengejar mereka.


Sutai dan Roddy hanya saling berpandangan, hanya saja semangat di mata mereka membara.


Dua orang itu kemudian ikut menyusul.

__ADS_1


Aron membawa Nuri dan yang lainnya berjalan lebih dalam, melihat tidak ada orang yang mengikuti, dia mengeluarkan peta lalu melihat sekilas, dan melanjutkan perjalanan setelah dia memastikan arahnya.


Karena ini adalah tempat yang terpencil, dan seluruh tempat itu dilapisi oleh salju, tidak ada apapun yang terlihat, hanya saja energi spiritual yang ada di pulau ini sangat kental.


“Udara di pulau ini benar-benar luar biasa…”


​Nuri menarik nafas panjang dan memejamkan matanya, lalu berkata dengan perasaan yang sangat nyaman.


Melihat sikap Nuri, Aron tersenyum dan berkata : “Coba jangan gunakan hidungmu untuk bernafas, tapi gunakan tubuhmu untuk menyerap udara yang ada di sekitarmu…”


Nuri sudah memakan Pil Pengawet Esensi, jadi dia bisa merasakan keberadaan energi spiritual, oleh karena itu dia akan merasa udara sangat jernih saat berada di tempat yang penuh dengan energi spiritual.


“Tidak perlu kamu ajari, Paman Danu sudah mengajarkannya kepada kami sejak awal…”


Nuri dan Lina sudah memakan Pil Pengawet Esensi, dan tubuh mereka sudah bertransformasi, bisa merasakan keberadaan energi spiritual lalu mempelajari teknik konsentrasi hati lalu mengubah energi spiritual menjadi kekuatan spiritual, maka mereka akan benar-benar melangkah ke dalam jalan kultivasi abadi!


​“Itu lebih bagus lagi, energi spiritual yang ada di sini sangat kental, kita bisa mengisi ulang tenaga kita…”


Setelah Aron berkata, pori-pori di tubuhnya terbuka dan mulai menyerap energi spiritual yang ada di sekitarnya seperti orang yang kehausan.


Saat ini Aron sudah mencapai tingkat keempat dari Tahap Inedia, dia seharusnya akan bisa melawan seorang Great Grand Master tingkat dua dengan mudah, apalagi Aron menguasai teknik sihir, dia juga sudah bisa bertarung dengan seorang Great Grand Master tingkat tiga!

__ADS_1


“Entah kapan saya bisa mencapai Tahap Inti Emas, sampai pada waktunya, walau Great Grand Master yang berada di tingkatan puncak juga tidak ada yang perlu ditakutkan…”


Dalam hati Aron ada rasa rakus akan kekuatan, dia tidak pernah merasa begitu rakus akan kekuatan sebelumnya.


Karena dia tahu, hanya dengan memiliki kekuatan yang tidak bisa dilawan siapapun, dia baru bisa menyelamatkan ibunya, dan membuat Keluarga King membayar harganya, saat teringat ibunya sudah mengalami penderitaan selama dua puluh tahun lebih, hati Aron merasakan rasa sakit bagaikan ditusuk oleh jarum.


“Wenny, tunggu saya, tunggu saya…”


Saat ini, Tommy mengejar dengan nafas terengah-engah bersama dengan bawahannya.


Meskipun Tommy sudah mencapai kekuatan seorang Master, tapi dia biasanya menjalani kehidupan yang selalu dimanjakan, ditambah lagi cuaca di tempat ini yang begitu dingin, membuat anak ini sangat menderita.


Melihat Tommy menyusul bersama dengan bawahannya, Aron mengernyitkan keningnya, kalau ada orang yang mengikuti mereka, dia tidak akan leluasa melakukan beberapa hal!


“Wenny, apakah orang ini benar-benar menyukaimu?”


Melihat Tommy membawa bawahannya dan menyusul mereka, Nuri berkata sambil bercanda.


Di sisi lain, Wenny melihat Tommy yang mengikutinya seketika memasang raut wajah jelek, dia tahu apa tujuan mereka kali ini, jadi tidak boleh ada orang yang mengikuti mereka, kalau ada yang mengikuti mereka maka akan repot.


“Wenny, kalian berjalan cepat sekali, saya bersusah payah menyusul kalian…”

__ADS_1


Setelah Tommy menyusul Wenny, dia berkata sambil tersenyum.



__ADS_2