
Ini adalah benturan fisik pertama antara kedua orang ini sejak mereka naik ke atas ring, jadi semua orang melebarkan matanya dan berharap bisa melihat keajaiban lainnya.
Great Grand Master sedang bertarung dengan Grand Master, kawlau Grand Master menang maka akan memberikan banyak kepercayaan diri kepada para ahli bela diri, dan membuktikan kalau perbedaan tingkatan yang terlalu jauh juga bisa disamai.
Bam……..
Tinju Aron menghantam tinju Dika dengan kuat dan hantaman yang besar itu menyebar ke sekeliling mereka, semua orang bisa melihat efek dari hantaman menyebar dengan kecepatan yang terlihat dengan mata telanjang.
Melihat hal ini, orang-orang yang duduk di barisan pertama bergegas turun tangan dan masing-masing mengeluarkan energi mereka untuk menahan efek serangan yang menyebar, walau begitu, orang-orang di barisan pertama bisa merasakan tubuh mereka bergetar dan menunjukkan betapa kuatnya dampak dari benturan itu.
Krek……
Suara nyaring terdengar, dan pergelangan tangan Dika tertekuk dengan aneh, jelas sudah patah, sedangkan tubuhnya sudah terhempas jauh akibat benturan yang kuat itu.
Dika yang awalnya sudah berada di tepi ring seketika terbang keluar dari ring dan menghantam tanah dengan keras.
“Kakak…….”
Boyca yang melihat itu seketika kaget dan bergegas melompat dan ingin membantu Dika.
__ADS_1
Sedangkan bawahan Keluarga Bara lainnya juga melompat ke udara dan berusaha menangkap Dika.
Begitu banyak orang mencoba menghentikan tubuh Dika yang terhempas tapi gagal, ini menunjukkan betapa kuatnya serangan dari Aron.
Dika dan Boyca ditambah bawahan Keluarga Baca lainnya menghantam tanah dengan keras dan menyebabkan asap dan debu beterbangan.
Ini membuat seluruh stadion menjadi heboh dan pukulan Aron tadi hampir mengagetkan semua orang.
“Tuan Aron memang luar biasa, hanya seorang diri bisa melawan seluruh anggota Keluarga Bara…..”
Jekson melompat kegirangan dan tidak berhenti berteriak.
“Tetua, Tetua…..”
Dika berjuang untuk bangkit dan raut wajahnya sudah sangat jelek.
Tangan kanannya terkulai lemah dan tidak bisa digerakkan lagi.
Melihat pergelangan tangannya yang patah, Dika tidak habis pikir kenapa Aron yang hanya seorang grand master bisa memiliki kekuatan seperti ini, dia menyadari Aron yang bertarung dengannya seolah-olah memiliki kekuatan yang tidak ada habisnya, dan semakin dia bertarung dia menjadi semakin kuat.
__ADS_1
Ini tidak mungkin kekuatan yang dimiliki oleh seorang grand master biasa, lantas dirinya salah tafsir?
“Aron, saya sudah kalah, saya akui kamu memang sangat kuat, kamu bukan seorang grand master, sebenarnya kekuatan seperti apa yang kamu miliki? Rahasia apa yang ada di tubuhmu?”
Dika menyipitkan matanya dan menatap Aron dengan erat.
Mendengar perkataan Dika semua orang melihat ke arah Aron, mereka semua mengira kalau Aron hanya seorang grand master dan sekarang dia benar-benar mengalahkan Dika yang sudah mencapai ranah Great Grand Master, lantas mereka semua salah tafsir? Atau rahasia apa yang dimiliki oleh Aron, mereka semua sangat ingin tahu.
“Rahasia tubuhku ini, kamu tidak pantas mengetahuinya….”
Aron tersenyum dingin.
Wajah Dika dipenuhi dengan amarah, tapi dia tidak naik lagi ke atas ring, sekarang pergelangan tangannya sudah patah dan dia sudah tidak bisa melawan Aron lagi.
“Baik, hari ini saya kalah darimu, saya mengakuinya, tunggu dan lihat saja….”
Dika tidak memiliki muka untuk tinggal lebih lama lagi, setelah selesai bicara dia berbalik dan hendak membawa orangnya pergi.
“Apa saya sudah setuju kamu boleh pergi?”
__ADS_1
Dika baru berbalik dan suara Aron terdengar, disusul dengan bayangan hitam yang melintas di atas kepalanya, Aron langsung melompat dari ring dan menghadang di depan Dika.