Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Seperti Paranormal


__ADS_3

“Yang saya ingin tahu bukan itu, tapi apakah kamu merasa, meskipun kamu sudah menerobos ranah Master Guru, tapi saat benar-benar masuk ke dalam Aliansi Seni Bela Diri, kamu juga tidak bisa melakukan apa pun dengan kekuatan itu…”


Tuan Gino berkata dengan ringan.


Aron terdiam sejenak dan mengernyitkan keningnya.


Dia memang merasa dengan kekuatan yang dia miliki dia tidak bisa melakukan apa pun di Aliansi Seni Bela Diri, tidak peduli sekuat apa dia berusaha, dia tidak bisa menghancurkan satu ruangan pun di dalam Aliansi Seni Bela Diri, bahkan dia saja tidak bisa membuka pintu gerbang penjara bawah tanah di Aliansi Seni Bela Diri!


Tapi jika mengatakan tidak bisa melakukan apa pun, dia juga sudah membunuh banyak orang di dalam Aliansi Seni Bela Diri hari ini, tidak ada yang bisa menghentikannya untuk masuk mau pun keluar.


Melihat Aron seperti itu, Tuan Gino merasa seperti cacing di dalam tubuh Aron dan berkata sambil tersenyum kecil : “Apakah kamu merasa bisa membunuh orang-orang di dalam Aliansi Seni Bela Diri, tidak ada yang dapat menghentikanmu untuk keluar masuk, merasa Aliansi Seni Bela Diri juga tidak ada apa-apanya?”


Aron tidak mengatakan apa pun, tapi tatapannya pada Tuan Gino memang menunjukkan dia berpikiran seperti itu.


Bahkan sekarang Aron juga berani bertarung beberapa jurus dengan Ketua Aliansi Seni Bela Diri, Arthur, hanya beberapa Tetua, Aron sama sekali tidak menganggap mereka serius.


​Tuan Gino menyesap tehnya dengan perlahan lalu melanjutkan perkataannya : “Saya sudah berulang kali memperingatkanmu, apa yang kamu lihat saat ini hanya permukaannya saja, jika Aliansi Seni Bela Diri maupun keluarga bela diri terkemuka hanya sesederhana kelihatannya, maka dunia bela diri di Arunika kita akan menjadi bahan lelucon di seluruh dunia.”


“Saya bisa memberitahumu, sebagai Ketua Aliansi Seni Bela Diri, Arthur tidak lebih dari sebuah boneka, di belakang Arthur, masih ada kekuatan yang lebih menakutkan.”


“Apakah kamu merasa kamu masih mempunyai kekuatan untuk bertarung dengan Aliansi Seni Bela Diri sekarang?”


Raut wajah Aron menjadi sedikit jelek, tapi dia merasa kaget dalam hatinya, jika dengan kekuatan yang dimiliki oleh Arthur dia tidak lebih dari sebuah boneka, maka kekuatan yang ada di belakang Arthur pasti sangat menakutkan!

__ADS_1


“Saya tidak peduli betapa kuatnya Aliansi Seni Bela Diri, saya pasti harus menyelamatkan Nuri dan bertarung hingga akhir dengan Aliansi Seni Bela Diri…”


Tatapan mata Aron dipenuhi dengan tekad yang kuat, tidak peduli sesulit apa pun, dia harus melakukannya dan pergi menyelamatkan Nuri!


“Hanya bertarung melawan Aliansi Seni Bela Diri? Bukankah masih ada Keluarga King?”


Tuan Gino tiba-tiba tertawa dan menatap Aron.


Aron mengernyitkan keningnya dan tatapannya saat menatap Tuan Gino penuh dengan kebingungan dan rasa tidak percaya!


Dia menatap ekspresi Tuan Gino, seolah dia mengetahui identitasnya dan mempunyai dendam dengan Keluarga King.


Saat ini, Aron semakin lama semakin tidak memahami Tuan Gino.


Aron membelalak dan menatap Tuan Gino dengan tidak percaya.


Dia benar-benar tidak mengerti bagaimana Tuan Gino bisa mengetahui bahwa dia sedang mencari Robi?


“Sudahlah, kamu sudah boleh pergi…”


Tuan Gino tidak menunggu Aron bereaksi, dan segera bangkit berdiri.


Hingga Tuan Gino pergi, Aron masih berdiri dan termenung di tempat.

__ADS_1


“Tuan Aron, Tuan Aron…”


Eddyt berteriak pelan dua kali untuk memanggil Aron.


“Ah…” Aron baru tersadar dan berjalan meninggalkan Detasemen Perlindungan Hukum!


Setelah meninggalkan Detasemen Perlindungan Hukum, Aron langsung pergi menuju Keluarga Galah di Kota Dawa, sepanjang perjalanan Aron terus memikirkan identitas Tuan Gino, namun dia tetap tidak mengerti.


Di saat bersamaan, di kediaman Keluarga Galah, Kota Dawa!


Robi telah menjadi tamu kehormatan Keluarga Galah!


“Paman Trist, saat ini Aron sudah menerobos ranah Master Guru, kekuatannya sangat kuat, jika kamu mencari dia untuk membalas dendam kamu harus membuat persiapan terlebih dulu!”


Robi berkata kepada Trist yang duduk di kursi utama.


Raut wajah Trist muram, tatapan matanya dipenuhi dengan kemarahan.


“Hm, Aron ini, sudah membunuh adik dan putraku, tidak peduli kekuatan apa yang dia miliki, saya akan menghajarnya sampai mati…”


Trist menggertakkan giginya dan aura di tubuhnya tidak berhenti meningkat!


__ADS_1


__ADS_2