
Aron mengernyitkan keningnya, semakin lama bahan obat spiritual semakin sedikit, Batu Spiritual juga semakin sedikit, sedangkan dengan peningkatan ranahnya, kebutuhan Aron atas energi spiritual semakin meningkat dan ini membuat Aron sedikit pusing.
Setelah merobek catatan itu, Aron berjalan masuk ke dalam rumah, awalnya dia berniat untuk mandi dan beristirahat, namun tidak disangka pada saat itu Nuri mmenelponny
Aron bergegas mengangkat telepon : “Nuri, ada apa kamu menelponku jam segini?”
Hari sudah mulai gelap dan Nuri sangat jarang menelpon pada saat ini.
“Kalau saya tidak menelponmu kamu bahkan tidak memberitahukan kalau kamu sudah pulang, apakah kamu tidak ingin bertemu denganku, atau kamu menyembunyikan wanita di rumah dan takut ketahuan olehku?”
Nada bicara Nuri mempertanyakan.
“Bagaimana kamu bisa tahu saya sudah pulang?” Aron sedikit bingung, bagaimana Nuri bisa mengetahui kalau dirinya sudah pulang, dia belum memberitahu Nuri, dan ingin beristirahat terlebih dulu baru membicarakannya, karena pertarungan dengan Empat Raja Surgawi tadi menguras banyak tenaga Aron.
“Hm, kamu kira kalau kamu tidak memberitahu saya tidak akan bisa tahu? Saya punya mata-mata di seluruh Perumahan Bumi sejuk, kamu masih ingin menyembunyikannya dariku?”
Nuri mendengus dingin.
Aron tersenyum tidak berdaya, tentu saja ada orang yang melihat kalau dia sudah pulang dan menghubungi Nuri.
“Tidak, untuk apa saya menyembunyikannya darimu, saya baru selesai mandi dan bersiap menelponmu, saya juga tidak mungkin menemuimu dengan pakaian yang bau!”
__ADS_1
Aron berkata sambil tersenyum.
“Saya tidak percaya!” Nuri berkata dengan nada setengah bercanda : “Kamu pasti sudah memiliki wanita lain di Kota Dama dan melupakanku….”
“Kalau kamu tidak percaya, maka saya akan menutup teleponnya dan tidur, saya sudah sangat mengantuk….”
Aron tidak berniat berdebat dengan Nuri tentang masalah ini, dia juga tahu kalau Nuri sedang bercanda.
“Coba saja kalau berani menutup teleponnya, sekarang saya akan pergi menemuimu, jangan tidur…”
Setelah Nuri bicara, dia tidak menutup teleponnya dan langsung menuju Villa Perumahan Bumi Sejuk.
Segera, suara pintu terbuka terdengar, dan Nuri masuk bersama dengan Lina.
Aron bangkit berdiri, awalnya dia ingin memeluk Nuri sebagai permintaan maaf.
Namun baru sampai di hadapan Nuri, Nuri langsung meninju Aron.
Aron tercengang, dan dia mengelak untuk menghindar, tapi Nuri tidak melepaskannya dan kembali melayangkan tinjunya dan membuat Aron terpaksa melangkah mundur.
“Nuri, apa yang kamu lakukan?”
__ADS_1
Aron tercengang dan tidak mengerti kenapa Nuri langsung memukulnya begitu mereka bertemu.
Setelah melakukan beberapa pukulan berturut-turut, pukulan Nuri tidak mengenai Aron dan ini membuat Nuri sangat marah, setelah menghentikan pukulannya, dia menatap Lina dan berkata : “Lina, yang kamu ajarkan semuanya tidak berguna, saya bahkan tidak bisa mengenainya….”
Lina tidak tahu harus bereaksi seperti apa setelah mendengarkan perkataan itu : “Nuri, apakah kamu tahu kekuatan Aron saat ini? Saya bahkan tidak bisa mengenainya, apalagi kamu….”
“Saya tidak peduli, kamu masih harus mengajariku, saya juga ingin menjadi seorang ahli….
Nuri berkata dengan cemberut.
“Apa yang sedang kalian berdua lakukan?”
Dave sangat kebingungan dengan tingkah Nuri dan Lina.
Akhirnya Lina menjelaskan, dan Arom baru tahu ternyata sejak pulang dari Kota Dama, Nuri meminta Lina untuk mengajarinya seni bela diri, dia ingin menjadi seorang ahli dan tidak ingin menjadi beban bagi Aron.
Nuri tahu, bila dirinya juga seorang ahli maka Aron akan membiarkan dia menetap saat perjalanan di Kota Dama kali ini, dan alasan dia tidak mengizinkannya untuk menetap karena takut dia akan bertemu bahaya, dan Aron tidak bisa terus menerus melindunginya.
Setelah mendengar penjelasan Lina, Aron merasa hatinya tergerak, dan dia melangkah maju menarik tangan Nuri, dan berkata sambil menatap Nuri dengan penuh kasih sayang : “Berlatih itu sangat sulit, kamu tidak perlu menderita, biarkan saya yang melindungimu saja….”
__ADS_1