Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Kesalah pahaman akibat adu domba


__ADS_3

“Tidak perlu repot-repot, saya sudah ada di sini!”


Aron berkata sambil tersenyum dingin.


“Apa? Kamu adalah Aron?”


Kepala pelayan menatap Aron dengan kaget.


“Benar, tidak salah lagi saya adalah Aron…”


Aron menganggukkan kepalanya.


“Bagus sekali kamu, sudah membunuh Tuan Kedua dan Tuan Muda kami, sekarang masih berani datang ke kediaman Keluarga Galah, saya rasa kamu cari mati…”


Setelah selesai bicara, dua orang Great Grand Master tingkat delapan di belakang kepala pelayan seketika melompat.


Tidak menunggu Aron berbicara, dua orang itu sudah melayangkan serangan mereka pada Aron!


Aron mengernyitkan keningnya, dia tidak mengerti mengapa kepala pelayan berkata seperti itu.


Meskipun dia mempunyai dendam dengan Rein, dan pernah bertarung tapi dia tidak membunuh Rein, terlebih lagi dia tidak pernah bertemu dengan Gerald, mengapa kepala pelayan mengatakan dia yang membunuh mereka?


Di saat Aron sedang berpikir, dua orang ahli Keluarga Galah sudah berada di depannya.


Dua orang itu meledakkan aura mereka dan kekuatan tinju mereka membuat deru angin.


Namun Aron bahkan tidak melirik dua orang itu, dia langsung melayangkan tamparannya.


Angin kencang menyapu, dua orang itu bahkan tidak sempat menyentuh Aron, dan langsung terlempar keluar.


Tubuh mereka menabrak dinding dengan keras lalu jatuh ke tanah.

__ADS_1


Dengan tamparan yang tampak biasa ini, dua orang Great Grand Master tingkat delapan langsung meninggal karena organ dalam yang hancur…


Adegan ini langsung membuat kepala pelayan Keluarga Galah hampir jatuh terduduk di tanah, sekujur tubuhnya gemetaran.


Menatap kepala pelayan Keluarga Galah yang ketakutan, Aron berkata dengan suara dingin : “Pergi dan panggil orang yang bertanggung jawab atas Keluarga Galah keluar…”


Kali ini kepala pelayan tidak berani mengatakan apa pun, dia segera berlari ke halaman belakang!


Trist sedang duduk minum teh dan mengira tidak ada yang salah, namun dia melihat kepala pelayan yang berlari masuk dengan tergesa-gesa.


“Tuan Besar, Tuan Besar, gawat, Aron sudah datang, Aron sudah datang…”


Kepala pelayan itu berteriak keras!


Piak!


​Tidak disangka, Trist melayangkan tamparannya kepada kepala pelayan.


Trist menatap kepala pelayan dengan marah lalu bertanya, “Dengan siapa Aron itu datang?”


“Sendiri, dia datang sendiri, tadi dia yang menendang pintu gerbang hingga terbuka.”


Kepala pelayan bergegas menjawab.


“Datang sendiri?” Trist mengernyitkan keningnya : “Nyali anak ini besar juga, saya sedang ingin mencarinya untuk balas dendam, dia malah mengantarkan diri langsung.”


“Tuan Besar, kekuatan Aron itu sangat kuat, tadi dua orang Great Grand Master tingkat delapan kita langsung mati oleh pukulannya!”


Kepala pelayan berkata kepada Trist.


Tatapan mata Trist tampak acuh tak acuh : “Tidak peduli seberapa kuat dia, dia sudah datang ke Keluarga Galah, maka saya akan menguburkannya bersama dengan putraku…”

__ADS_1


Setelah selesai berkata, Trist berjalan ke halaman depan, kepala pelayan segera mengikuti dari belakang.


Trist melihat Aron, dan sepasang matanya dipenuhi dengan keinginan membunuh.


“Nak, kamu sudah membunuh keluargaku, masih berani datang langsung ke rumahku, sepertinya kamu benar-benar tidak menganggap serius Keluarga Galah…”


Trist menggertakkan giginya dan energi Qi di dalam tubuhnya terus melonjak!


“Kenapa saya tidak berani? Keluarga Galah kalian membawa pasukan untuk menyerang Lembah Iblis, membunuh anak buahku, hari ini saya datang untuk meminta keadilan…”


Keinginan membunuh di tubuh Aron juga meningkat.


Baik Lembah Iblis maupun Lembah Tanpa Bayangan, bahkan Lembah Pengobatan merupakan anak buah Aron, setelah pertempuran dengan komunitas bela diri Kota Dawa, mereka mengalami cedera dan kematian yang tidak terhitung jumlahnya!


Bagaimana mungkin Aron bisa menahan kemarahan ini.


“Meminta keadilan? Perkataan saya, adalah keadilan.”


Raut wajah Trist tampak mengerikan : “Karena kamu sudah datang, maka jangan pergi lagi…”


Setelah selesai berkata, Trist mengayunkan tinjunya ke atas.


Energi Qi yang menakutkan dengan embusan angin yang ganas, Trist dapat memegang kendali atas seluruh komunitas bela diri Kota Dawa, tentu saja kekuatannya tidak bisa diremehkan.


Satu tinju ini, membuat langit dan bumi berubah, udara pun berdengung!


Melihat hal itu, tubuh Aron seketika bersinar dengan cahaya keemasan, Tubuh Emas tak terhancurkan juga seketika menyelimuti tubuh Aron.


Bam!


Angin tinju yang menakutkan menghantam tubuh Aron dengan keras hingga dia mundur dua langkah ke belakang, sisik-sisik emas yang melindungi dadanya retak, namun tidak rontok.

__ADS_1



__ADS_2