
“Sialan…” Roddy dipapah oleh anak buahnya dan menyeka darah di sudut mulutnya : “Ayo, kita segera kembali dan laporkan kepada ayahku, Kristal Naga sudah muncul dan sudah dimakan oleh Aron, ini adalah masalah besar…”
Sutai melihat Roddy hendak pergi juga tidak berlama-lama, dia segera membawa orangnya pergi!
Di sisi lain, Aron dan yang lainnya berjalan mengikuti Khu hingga ke pantai, serigala salju itu juga mengikuti jauh-jauh dari belakang.
Aron merasa berterima kasih kepada serigala salju yang sudah menyelamatkan Nuri dan Lina, tapi serigala salju telah beradaptasi dengan kehidupan di sini dan Aron tidak dapat membawanya pergi dari Pulau Naga.
Sedangkan Nuri dan Lina yang melihat serigala salju itu segera berjongkok dan melambaikan tangannya ke arah serigala salju itu!
Serigala salju itu menghampiri mereka dan menggosokkan dirinya kepada dua gadis itu seperti seekor anjing serigala yang jinak!
“Aeon, kita bawa dia pergi bersama ya?”
Nuri bertanya pada Aron.
Serigala salju juga menatap Aron, tatapannya penuh harap sepertinya dia juga ingin meninggalkan tempat ini.
Melihat penampilan serigala salju itu Aron hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Nuri dan Lina memeluk serigala salju itu dengan gembira.
“Kak Aron…”
Tommy yang sudah dibawa ke pantai sejak tapi bergegas menghampiri saat dia melihat Aron, lalu menatap ayahnya dengan marah.
“Naiklah ke kapal…”
__ADS_1
Kata Khu.
Rombongan itu naik ke kapal pesiar milik Khu, walau kapal pesiar itu tidak sebesar dengan yang ditumpangi oleh Aron dan yang lainnya, namun kapal ini mewah dan memiliki ruangan yang lebih dari cukup untuk mereka semua!
Saat berada di atas kapal, Khu meminta semua orang untuk menunggu, dan dia memanggil Aron untuk pergi ke ruangan terpisah secara pribadi.
Nuri dan Lina yang melihat itu bergegas menghadang di depan Aron, mereka takut Khu akan menyerang Aron!
“Ayah…”
Tommy menatap Khu dan ingin membantu Aron memohon belas kasihan!
“Kalian tunggulah di luar, saya akan baik-baik saja…”
Aron berkata sambil tersenyum pada Nuri dan yang lainnya.
Karena Khu tidak membunuhnya di pulau tadi, maka dia juga tidak akan membunuhnya di atas kapal.
Aron tidak terlalu terkejut dengan perubahan ini, karena dia sudah menduganya sejak awal.
“Khu Tang dari Lembah Tanpa Bayangan, memberi hormat kepada Penguasa…”
Khu menunjukkan raut wajah penuh hormat, dia sudah tidak bersikap sombong dan arogan seperti di Pulau Naga tadi.
“Tuan Khu, bangunlah…”
“Terima kasih Penguasa!” Khu bangkit berdiri.
__ADS_1
“Tuan Khu, sekarang saya sangat bingung terhadap sesuatu, kamu harus menjawabnya dengan jujur…”
Aron berkata setelah membantu Khu berdiri.
“Penguasa, silahkan sampaikan, saya pasti akan memberitahu semuanya…”
Khu mengangguk.
“Tuan Khu, apakah kamu tahu siapa pemilik terakhir dari Cincin Pusaka Naga? Dan siapa dia?”
Aron bertanya sambil mengangkat tangannya dan memperlihatkan cincinnya.
Karena cincin ini adalah tanda cinta yang ditinggalkan oleh ayahnya sendiri kepada ibunya di masa lalu, Aron harus mencari tahu siapa sebenarnya ayah kandungnya.
Dia harus mencari pria tidak berperasaan ini dan meminta keadilan untuk ibunya.
Khu tercengang, lalu berkata dengan bingung : “Penguasa, lantas kamu tidak tahu siapa yang memberikan Cincin Pusaka Naga kepadamu?”
“Saya tidak pernah bertemu dengan pemilik cincin ini, saya mendapatkannya dari tangan orang lain…”
Aron menjawab.
Khu melanjutkan : “Sebenarnya saya juga tidak tahu siapa pemilik terakhir dari Cincin Pusaka Naga ini, kami hanya mengenali cincinnya bukan tuannya, bahkan kami juga tidak mengetahui dimana letak tiga belas cabang dari Kuil Naga Langit lainnya!”
“Termasuk dengan dirimu, saya sudah menemukan tiga cabang…”
Setelah Aron berkata, dia langsung berpikir keras!
__ADS_1
Saat dia mendapatkan Cincin Pusaka Naga pada awalnya dia mengira itu adalah milik Liu, lalu dia bertemu dengan Jekson, bertemu dengan Lyla, lalu mengetahui tentang kekuatan Istana Naga Langit, namun saat itu Aron tidak terlalu memikirkannya.