Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Boyca Bara Membocorkan Rahasia


__ADS_3

Hanya saja, Kristal Naga ini terlalu menggoda, kalau benar-benar membiarkan Keluarga King mengetahui keberadaan Kristal Naga maka beberapa keluarga itu tidak akan bisa mendapatkan Kristal Naga lagi.


Di saat beberapa orang itu masih ragu, Boyca tiba-tiba maju dan berkata : “Tuan Muda Teflon, saya tahu dimana Kristal Naga berada…”


Meskipun Boyca tidak mengenal Teflon dan tidak tahu apa itu Kristal Naga, tapi melihat situasi di depannya, Keluarga King pasti mempunyai kekuatan yang besar, jika dia memberitahukan kalau Aron yang memiliki Kristal Naga saat ini, maka Aron pasti akan mati.


“Katakan!” Teflon menatap Boyca.


“Aron, Aron yang menelan Kristal Naga, dan sudah dibawa pergi oleh orang lain…”


Kata Boyca.


“Aron?” Teflon mengernyitkan keningnya, dia merasa sangat asing dengan nama itu.


“Dia adalah pemuda yang tadi dibawa pergi oleh Tuan dari Lembah Tanpa Bayangan, dengan dua gadis yang ada di sisinya…”


Boyca menjelaskan.


Teflon yang mendengar itu seketika teringat, tadi dia melihat Aron tapi tidak memperdulikannya.


Pada saat tiba di pulau, Aron membawa Nuri dan yang lainnya bersama dengannya, setelah Teflon melihatnya, dia salah paham dan mengira Aron adalah playboy dari keluarga mana, yang membawa beberapa gadis cantik ke Pulau Naga.


“Tuan Muda, apakah Aron ini adalah orang yang kita cari?”


Saat ini, seorang bawahan dari Keluarga King berbisik di telinga Teflon.


“Aron, Aron…”

__ADS_1


Teflon terus menggumamkan nama itu, dan berusaha mengingat bagaimana kesan saat dia pertama kali bertemu dengan Aron, tapi dia tidak bisa mengingatnya, karena dia sama sekali tidak pernah memikirkan Aron dengan cara seperti itu.


Pada saat itu yang paling dia curigai adalah kultivator iblis yang mengenakan jas hitam itu, karena kekuatannya adalah yang paling tinggi, dan paling mungkin menjadi orang yang dicari oleh Keluarga King.


“Tuan Muda Roddy, apakah yang dia katakan benar?”


Teflon bertanya sambil menoleh ke arah Roddy.


Roddy melirik Boyca lalu menganggukkan kepalanya : “Yang dia katakan benar, memang Kristal Naga sudah ditelan oleh Aron, dan tangan saya juga dipenggal oleh Aron…”


Teflon yang mendengarnya menunjukkan kekagetan, perlu diketahui Roddy sudah berada di puncak tingkatan Grand Master, bagaimana mungkin Aron bisa memenggal tangannya Roddy?


Lantas penilaiannya salah, dan orang itu mungkin menyembunyikan kekuatannya sejak awal, sengaja membawa beberapa orang gadis untuk membuat dirinya bingung.


“Sialan…”


“Tuan Muda, orang-orang yang ada di pulau itu…”


“Biarkan mereka memikirkan caranya sendiri…”


​mm


Teflon berkata dengan raut wajah dingin,


Segera, kapal pesiar itu berlayar, namun Keluarga Bara, Keluarga Tanu maupun Klan Petir jauh lebih beruntung karena bisa ikut dengan kapal pesiar itu dan kembali ke Kota Lamar.


__ADS_1


Saat itu sudah larut malam, di depan jendela sebuah penginapan di Kota Lamar, Danu sedang memandang ke arah laut yang tidak jauh, dan melamun.


“Paman Danu, istirahatlah, kamu sudah berdiri disana selama seharian…”


Elen berjalan ke samping Danu dan membujuknya dengan lembut.


Sejak Aron dan yang lainnya pergi ke Pulau Naga, Danu terus berdiri disana, karena dia merasa lega bisa melihat Pulau Naga dari sini.


“Elen, kamu tidur saja dulu, saya akan tinggal sebentar lagi…”


Danu berkata lalu mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakannya.


Baru menghisap dua kali, dia sudah mulai terbatuk-batuk.


“Paman Danu, kamu sudah cedera jangan merokok lagi…”


Elen bergegas menepuk punggung Danu.


“Tidak apa-apa, hanya luka lama, tidak akan membunuhku…”


Danu tersenyum tipis dan mulai menghisap rokoknya lagi.


Dia terluka karena bersembunyi dari kejaran Keluarga King, demi mencari Aron, Danu dan Liu kabur dari Keluarga King, dan terus diburu oleh Keluarga King, dalam sekejap beberapa tahun sudah berlalu.


“Paman Danu, sebaiknya kamu segera istirahat, Aron dan yang lainnya baru berangkat hari ini, walaupun bisa mendapatkan Kristal Naga, mereka juga tidak akan kembali secepat ini…”


Elen masih terus membujuk Danu.

__ADS_1



__ADS_2