Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Bawahan yang sombong


__ADS_3

Nuri juga tersenyum : “Tuan Eddyt terlalu sungkan, kalian duduk saja dulu, kalau membutuhkan sesuatu boleh langsung berpesan kepada para bawahan, kami ganti pakaian dulu!”


Setelah berkata , Nuri membawa Lina naik ke atas!


“Lina, untuk apa orang penting dari Kota Dama datang mencari Aron? Apa karena masalah Roy?”


Setelah sampai di atas, Nuri bertanya pada Lina dengan cemas.


“Saya juga tidak tahu, kalau benar dia datang karena masalah Roy, saya tidak akan membiarkan Aron dijadikan kambing hitam, saya akan turun dan mengaku kalau orang yang membunuh Ken adalah saya!”


Lina menggelengkan kepalanya, kalau orang-orang ini benar-benar datang karena masalah Roy, Lina tidak akan membiarkan Aron difitnah karena dirinya!


“Sudahlah, nanti kita bicarakan lagi!”


Nuri melirik ke bawah lalu masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian!


Saat ini, Julo yang duduk di ruang tamu sudah tampak kesal.


“Benar-benar sangat keterlaluan, apa hebatnya dia sampai berlagak seperti ini, jelas-jelas tahu kita sudah datang, malah membuat kita menunggu begitu lama!”


Julo berkata dengan sangat tidak senang.


Namun kali ini, pria paruh baya itu dan Rudi tidak mengatakan apapun, karena sudah datang mereka hanya bisa menunggu!


Setelah menunggu setengah jam, Aron akhirnya membawa Lyla dan Jekson berjalan masuk dengan perlahan!

__ADS_1


“Tuan Aron………”



Melihat Aron datang, Rudi segera berdiri.


Sedangkan Julo melihat Aron yang seumuran dengan dirinya tapi begitu bergaya dan berlagak besar segera memakinya : “Kamu ini orang yang tidak tahu sopan santun ya? Ketua Detasemen kami sudah menunggumu selama setengah jam di sini, apa kamu tahu betapa berharganya waktu Ketua Detasemen kami?”


Makian Julo membuat ekspresi Jekson dan Lyla seketika menjadi dingin, dan aura pembunuh seketika keluar dari tubuh mereka dan langsung menyelimuti Julo!


Aron hanya melirik Julo dan jantung Julo seolah membeku, tubuhnya gemetar tanpa sadar seolah dia melihat jurang neraka melalui mata Aron, dan membuat sekujur tubuhnya bergidik ngeri!


“Mundur……”


Julo merasa sangat malu karena gemetar ketakutan hanya karena ditatap oleh Aron, semangat bertarung dalam jiwa mudanya seketika bangkit, dan tatapannya terhadap Aron menjadi lebih tajam dan lebih dingin lagi!


“Ketua Detasemen Rudi, menunggu lama ya, ada urusan yang harus saya selesaikan terlebih dahulu!”


Aron berkata dengan acuh tak acuh kepada Rudi!


“Tuan Aron, ini adalah orang yang saya katakan padamu tadi, Kota Dama……”


“Saya adalah Ketua Detasemen Perlindungan Hukum di Kota Dama, Eddyt, senang bisa bertemu dengan seorang pemuda menjanjikan seperti Tuan Aron…..”


Tidak menunggu Rudi memperkenalkannya, pria paruh baya itu langsung berdiri dan memperkenalkan dirinya!

__ADS_1


Aron yang mendengarnya merasa sedikit heran, dia tidak menyangka orang yang mencarinya adalah Ketua Detasemen Perlindungan Hukum dari Kota Dama.


Perlu diketahui kalau Detasemen Perlindungan Hukum di Kota Dama memiliki kekuatan yang sangat besar, mereka bisa memerintah Detasemen Perlindungan Hukum di seluruh negeri, dan Detasemen Perlindungan Hukum di Kota Canai ini bisa dibilang merupakan bawahan dari bawahannya!


“Ketua Detasemen Eddyt terlalu memuji!” Aron tersenyum ringan!


“Saya tidak memuji berlebihan, kamu adalah orang pertama yang berani membunuh Tuan Muda Keluarga Bara dari Kota Dama, mungkin kamu tidak tahu apa lambang Keluarga Bara di Kota Dama, jadi kamu berani membunuh Roy, bisa dibilang kamu adalah pemuda yang tidak banyak pikir dan berani bebertindak


Eddy tersenyum kecil!


Aron yang mendengarnya mengernyitkan keningnya : “Kamu datang demi Keluarga Bara?”


“Bicara sembarangan apa kamu? Hanya Keluarga Bara mana mungkin bisa menggerakkan Ketua Detasemen kami……” raut wajah Julo menjadi dingin!


Eddyt mengibaskan tangannya agar Julo menutup mulutnya, lalu terkekeh : “Seorang Roy mati tidak akan membuatku khawatir, saya datang kemari demi dirimu, saya hanya tidak ingin melihat seorang bibit unggul mati di tengah jalan!”


Aron mendengar apa maksud perkataan Eddyt, tapi dia tidak peduli : “Membunuh seorang Roy, saya rasa tidak akan mendatangkan bahaya apapun untukku, hanya sebuah Keluarga Bara, saya tidak peduli!”


Perkataan Aron terdengar sangat arogan bagi mereka semua!


“Bocah, kamu sepertinya benar-benar tidak tahu kekuatan dari Keluarga Bara ya? Keluarga Bara memiliki setidaknya sepuluh orang grandmaster, dan ada empat bawahan yang memiliki sebutan “Empat Raja Surgawi”, kepala keluarga Keluarga Bara, Dika Bara sedang mengurung diri saat ini, dengar-dengar kekuatannya sudah mencapai tahap Grandmaster tingkat tujuh, hanya mengayunkan tangan dengan asal saja sepertinya sudah bisa membuatmu hancur seperti sampah…….”


Julo berkata dan memandang Aron dengan jijik!...


__ADS_1


__ADS_2