Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Kedatangan Detasemen perlindungan Hukum 2


__ADS_3

Aron tidak terlalu suka berhubungan dengan orang seperti mereka, dia juga tidak akan bergabung dengan mereka karena terlalu banyak kendala dan akan membatasi kebebasan Aron!


“Ketua Detasemen, saya benar-benar minta maaf, saat ini saya sedang ada urusan dan tidak bisa pergi….”


Aron menolak dengan sopan!


“Kalau begitu kapan Tuan Aron punya waktu?” Rudi bertanya dengan pantang menyerah.


“Beberapa hari ini saya tidak punya waktu!” kata Aron!


​“Beberapa hari ini tidak ada waktu?” Rudi yang mendengarnya seketika mengerti maksud Aron, Aron hanya sedang mencari alasan untuk menolak dan tidak mau bertemu!


“Tuan Aron, dia adalah orang penting, bisa dibilang dia adalah orang penting yang bisa menutupi langit dengan satu tangannya…..”


Rudi meninggikan nada bicaranya!


Aron tersenyum ringan : “Maaf, orang sepenting apapun saya tidak punya waktu, kalau Ketua Detasemen tidak ada urusan lain, saya tidak akan mengantar lagi!”


“Tuan Aron, dia adalah orang penting dari Kota Dama, kamu harus memikirkannya dengan baik!”


Rudi mengernyitkan keningnya dan raut wajahnya menjadi sedikit jelek!


Kalau Aron tidak memberi muka kepada dirinya saja tidak masalah, sekarang dia bahkan tidak memberi muka kepada orang penting dari Kota Dama yang tidak berani diprovokasi oleh siapa pun!


​“Antarkan tamu………”


Aron juga membuang senyumannya dan langsung berteriak!


Rudi berani mengancamnya?

__ADS_1


Aron paling tidak takut diancam, walaupun orang penting dari Kota Dama lalu kenapa, Aron tidak ingin bertemu dengannya!


“Kamu………” wajah Rudi memerah karena kesal lalu dia tidak punya cara lain selain menghela nafasnya dan pergi!


Di kedai teh di Jalan Barat, seorang pria paruh bayah dengan wajah petak sedang menyeruput teh nya dengan hati-hati, dan seorang pemuda berdiri di belakangnya dengan tubuh tegak dan rambut pendek, dia terlihat sangat cakap!


“Julo, berapa usiamu tahun ini?”


Pria paruh baya itu tiba-tiba buka suara.


“Ketua Detasemen, tahun ini saya sudah berusia dua puluh lima tahun!”


Pemuda itu berkata dengan keras tanpa melihat ke samping.


“Hm, kira-kira seumuran dengan dia, sama-sama masih muda dan menjanjikan, usia muda memang jauh lebih baik……”


Pria berwajah petak itu menunjukkan tatapan mata yang sedikit iri!


Pria paruh baya yang melihat ini tidak bisa menahan keterkejutannya : “Dimana orangnya?”


“Tuan Eddyt, itu….Aron mengatakan kalau dia sedang sibuk sebagai alasan untuk menolak, dia tidak berniat datang kemari!”


Rudi menundukkan kepalanya dan berkata dengan malu!


“Tidak datang?” raut wajah pria paruh baya itu sedikit kaget lalu bertanya pada Hans : “Apa kamu mengatakan identitasku padanya?”


“Tidak, tidak…..” Rudi mengibaskan tangannya : “Tuan Eddyt tidak memberi perintah saya mana berani membocorkan identitas Tuan Eddyt begitu saja, saya hanya memperingatkannya kalau orang yang datang adalah orang penting dari Kota Dama, tapi Aron masih menghindar!”


“Tidak masuk akal, anak ini terlalu sombong, apa dia tidak tahu di Kota Dama ada berapa banyak pejabat yang ingin bertemu dengan Ketua Detasemen kami, Ketua Detasemen kami bahkan tidak punya waktu untuk menemui mereka, anak ini malah menghindar?”

__ADS_1


Julo yang mendengarnya seketika menjadi marah!


“Menarik, menarik……..” Pria paruh baya itu malah tidak marah, sebaliknya dia malah tertawa.


“Karena dia tidak mau datang kemari, kalau begitu kita yang pergi mencarinya!” Pria paruh baya itu berdiri lalu berkata pada Justin : “Julo, kamu pergi dan belilah sedikit hadiah, jangan yang terlalu buruk, karena ini adalah pertama kalinya kita mengunjungi rumah seseorang sebagai tamu!”


“Ketua Detasemen, anak itu tidak memberi muka kepadamu, kamu malah mau pergi ke rumahnya?” Julo berkata dengan kaget!


“Saya suruh kamu pergi ya pergi, jangan ikut campur masalah lainnya!” raut wajah pria paruh baya itu menjadi dingin!


Julo terkejut dan tidak berani bicara lagi, dan bergegas pergi membeli hadiah!


“Rudi, coba ceritakan kepadaku orang seperti apa Aron ini……”


Pria paruh baya itu bertanya pada Rudi.


Rudi hanya bisa menceritakan semua yang dia ketahui kepada pria paruh baya itu!


“Ternyata memang anak muda yang tidak berpikiran panjang dan berani melakukan apa saja, dia menyebabkan masalah di Provinsi Canai, sekarang dia sudah menjangkau Kota Dama, bahkan anak dari Keluarga Bara juga dibunuh olehnya, punya keberanian, punya kekuatan, dia adalah calon bibit unggul…”


Pria paruh baya itu tertawa!


“Tuan Eddyt, kamu mengatakan kalau Kalau membunuh anggota Keluarga Bara di Kota Dama?” Rudi tercengang!


“Sepertinya kamu Ketua Datasemen Perlindungan Hukum di Provinsi Canai ini kurang kompeten ya, Aron membunuh Roy di Kota Taka, dan kamu bahkan tidak tahu!”


Pria paruh baya itu berkata sambil menatap Rudi.


Saat ini Rudi ketakutan setengah mati, dan keringat dingin langsung mengalir dari keningnya.

__ADS_1



__ADS_2