
Di luar manor Keluarga Jots, Rein datang bersama dengan bawahannya.
Melihat reruntuhan manor yang sedang dibangun kembali, raut wajah Rein berubah menjadi sangat jelek!
Di saat Rein hendak membawa bawahannya masuk ke dalam, dua orang penjaga menghentikannya.
“Berhenti, siapa kalian? Sedang ada pembangunan di tempat ini, tidak boleh ada yang keluar masuk…”
Seorang penjaga menghentikan Rein dan berkata.
Rein menatap dua penjaga itu dengan dingin lalu sepasang tangannya berubah menjadi cakar yang langsung mencengkeram kepala dua penjaga itu.
Dua penjaga itu bahkan tidak sempat berteriak, dan langsung mati di tempat dengan kepala mereka yang meledak.
Rein bahkan tidak melihat dua penjaga yang sudah dibunuhnya, dan langsung menerobos masuk.
Pada saat itu, Paman Martin datang bersama dengan bawahannya.
Raden sudah meninggal, Paman Martin sudah mengabdi pada Robi dan menjadi salah satu antek Keluarga Himawan.
Namun saat Paman Martin melihat Reine, dia tercengang sejenak dan raut wajahnya menjadi sangat jelek.
Rein sedikit terkejut saat melihat Paman Martin : “Paman Martin, di mana kepala keluargamu, Raden?”
“Tuan…Tuan Muda Rein, apa yang membawamu datang ke Kota Letta?”
Paman Martin bertanya dengan ekspresi gelisah.
“Berhenti bertele-tele, saya tanya padamu, di mana Raden?”
Rein berkata dengan dingin.
__ADS_1
Tubuh Paman Martin bergidik, saat dia melihat mayat dua penjaga yang tergeletak di tanah dia segera menjawab : “Tuan Muda Rein, kepala keluarga kami sudah dibunuh oleh orang, dan manor ini sudah berpindah tangan.”
“Dibunuh?” Rein mengernyitkan keningnya : “Siapa yang membunuhnya?”
“Aron Collin!”
Paman Martin tidak berani merahasiakannya, dan berkata dengan jujur.
Mendengar nama Aron Collin, membuat Rein tercengang.
Hari ini, dia baru saja mendengar nama ini, tidak disangka dia akan mendengarnya sekali lagi.
“Jadi, Raden sudah meninggal dan kamu sudah menjadi anjing orang lain?”
Rein menyipitkan sepasang matanya : “Hari ini, saya ingin bertemu dengan orang itu, berani sekali datang merebut wilayah…”
Paman Martin masih ingin mengatakan sesuatu namun dia langsung di dorong oleh Rein yang membawa bawahannya menerobos masuk.
Saat ini, beberapa Great Grand Master Keluarga Himawan yang sedang berjaga di bawah Menara Setan, mengeluarkan senjata mereka saat melihat ada yang menerobos masuk.
Rein yang melihat itu segera menghela nafas : “Tidak di sangka, orang ini memiliki kekuatan, antek-anteknya sudah memiliki kekuatan Great Grand Master.”
“Berani-beraninya bersikap tidak sopan kepada kami…”
Beberapa Great Grand Master yang mendengar Reiner menyebut mereka sebagai antek-antek seketika mengamuk dan menerjang dengan senjata mereka.
Rein melambaikan kedua telapak tangannya, dan sebuah gelombang kekuatan yang luar biasa terbentuk dalam sekejap, langsung menghempaskan beberapa Great Grand Master itu ke tanah.
Di saat Rein hendak melanjutkan serangannya, sesosok tiba-tiba muncul dari dalam Menara Setan.
Terdengar suara udara yang pecah diikuti dengan gelombang energi yang terlihat dengan mata telanjang, langsung menyelimuti Rein.
__ADS_1
“Hm, hanya Great Grand Master tingkat puncak juga berani sombong di hadapanku…”
Rein mendengus, lalu mengeluarkan beberapa energi Qi dari tubuhnya yang langsung melenyapkan serangan itu.
“Tuan Muda…”
Melihat Robi keluar dari Menara Setan, beberapa ahli Keluarga Himawan bergegas berteriak.
Rein menatap Robi lalu bertanya dengan dingin : “Kamu adalah Aron?”
Rein tidak pernah bertemu dengan Aron, dia juga tidak melihat video Aron di forum bela diri, jadi dia tidak dapat mengenali Aron dan mengira Robi adalah Aron.
Robi tercengang, dan sebelum dia bisa menjelaskan, Paman Martin bergegas menghampiri : “Tuan Muda Rein, kamu salah paham, ini adalah Tuan Muda dari Keluarga Himawan di Kota Dama, pembangunan kembali manor Keluarga Jota juga merupakan perintah dari Tuan Muda Himawan!”
“Keluarga Homawan dari Kota Dama?” raut wajah Rein yang mendengarnya seketika berubah!
Dia tidak mengenal Robi, tapi dia pernah mendengar tentang Keluarga Himawan dari Kota Dama, walau berada di Kota Dama, mereka tidak bergabung dengan Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama, ini membuktikan kekuatan yang dimiliki oleh Keluarga Himawan tidak kecil.
“Siapa dia?”
Robi menatap Paman Martin dan bertanya.
“Tuan Muda Robi, beliau adalah Rein Galah dari Keluarga Galah di Kota Dawa, Tuan Muda Rein…”
Paman Martin memperkenalkan.
“Rein Galah? Orang yang berada di peringkat kelima dalam Daftar Peringkat Progresif itu?”
Robi menatap Rein : “Pantas saja kekuatanmu lumayan, semangatmu juga begitu membara!”
Jota
__ADS_1