
Raden yang melihat ini segera menghantamkan tinjunya dengan ganas!
Bam!
Dua kekuatan yang besar bertabrakan, dan kali ini hampir seluruh Kota Letta dapat mendengar suara ledakan yang dahsyat.
Dalam sekejap, angin menyapu dengan ganas dan langit berubah warna.
Seperti hari kiamat!
Reruntuhan dinding-dinding kediaman mewah yang masih tersisa kini sudah menjadi abu!
Dari kediaman dengan luas ribuan hektar itu hanya tersisa Menara Setan yang masih berdiri dengan utuh.
Dengan pukulan ini, kedua orang itu seimbang dan tubuh mereka melangkah mundur.
“Ini adalah kekuatanmu yang paling kuat?”
Raden menyipitkan matanya, lalu merentangkan kedua tangannya seperti sedang memeluk sesuatu.
“Nenek moyang, beri saya kekuatan…”
Raden berteriak marah, lalu sebuah cahaya melesat keluar dari dada Raden, seolah akan membelah Raden!
Raut wajah Aron seketika berubah menjadi serius.
Dia dapat merasakan aura di dalam tubuh Raden menjadi semakin kuat, bahkan sudah melebihi kekuatan Wiwanto yang merupakan Great Grand Master tingkat puncak.
Sebuah bola cahaya memadat di depan dada Raden, lalu bola cahaya itu melesat dengan cepat ke arah Aron.
__ADS_1
Kecepatan bola cahaya itu begitu cepat hingga Aron sama sekali tidak bisa menghindarinya tepat waktu.
Bam!
Tubuh Aron terlempar dan menghantam tanah dengan keras.
Jejak darah mulai mengalir di sudut mulutnya, cahaya keemasan di tubuhnya meredup dan sisik-sisik emas yang membungkus tubuhnya mulai hancur sedikit demi sedikit!
“Aron, hari ini kamu harus mati, saya akan menggunakan hidupku untuk memastikan kematianmu…”
Raden berkata dan melayangkan sebuah cengkeraman dengan ganas!
Sebuah tangan besar yang bercahaya, langsung mencengkeram Aron dan membawa Aron ke hadapan Raden.
Raden kemudian menghantamkan tinjunya dengan keras ke dada Aron.
Raden meraung, dia tahu dirinya tidak bisa menahan kekuatan ini lebih lama lagi, jadi dia akan membunuh Raden selagi kekuatannya belum menghilang!
Aura di tubuh Raden sudah mencapai puncaknya!
Aron menarik nafas panjang dan menggunakan kekuatan spiritual untuk membungkus dirinya, ditambah dengan tubuh emasnya yang tidak dapat dihancurkan, dia menahan pukulan dari Raden.
Bruak bruak bruak…
Cahaya keemasan di tubuh Aron meredup, sisik emasnya langsung runtuh dan menghilang dalam sekejap!
Memperlihatkan kulitnya yang berwarna perunggu, saat ini Aron hanya bisa menggunakan tubuh fisiknya untuk melawan serangan Raden.
Raden yang melihat hal ini merasa sangat gembira, dan segera mengayunkan satu pukulan lagi dengan ganas!
__ADS_1
Raut wajah Aron berubah menjadi berat, dan Pedang Naga yang membara muncul di tangan kanannya saat ini!
Pedang Naga yang berkobar dengan aura yang tak terkalahkan seketika menebas lengan Raden!
Raden yang melihat hal ini segera mundur dengan cepat.
Pedang Naga di tangan Aron masih membuat Raden merasa takut.
Aron menatap Raden, dia menyadari kekuatan anak ini samar-samar sudah melebihi Wiwanto, bahkan saat menghadapi Wiwanto, Aron tidak begitu menyedihkan.
Sepertinya dengan mengorbankan nyawa, dan menggunakan kekuatan leluhur sebagai gantinya tidak bisa dianggap remeh.
“Sudah terlambat untuk mengeluarkan pedangmu sekarang…”
Raden berkata dan mengangkat tangannya perlahan.
Dalam sekejap, tanah berguncang, dan tepat di atas kepala Aron, sebuah tangan besar mengarah dari langit dan menampar ke arah Aron dengan ganas.
Aron yang melihat ini segera mengayunkan Pedang Naga ke arah tangan itu.
Beberapa energi pedang melintas, tapi tidak membuat tangan raksasa itu berhenti.
Dia menggunakan seluruh kekuatan spiritual dan kekuatan Naga Ilahi yang ada di dalam tubuhnya untuk melawan, tapi tetap tidak bisa menghentikan pergerakan tangan raksasa itu.
Namun di saat itu, semua gambaran Tinju Cahaya Suci yang Aron pelajari di Menara Setan muncul dan tidak berhenti melintas di benak Aron.
Setiap gambar, mewakili sebuah gerakan tinju!
Hingga pada akhirnya, semua gambaran itu bergabung menjadi satu sementara di dalam benak Aron muncul sebuah suara orang tua : “Ketiadaan dan keterbatasan, gambaran lahirnya Dharma, kelahiranku melahirkan segalanya, kematianku melenyapkan segalanya, segala sesuatu di dunia terlahir dari pikiran…”
__ADS_1