
Robet dan yang lainnya juga sedang bersiap untuk pergi ke Lembah Ilusi dan melakukan penyelidikan!
Saat melihat Chika mengemudikan mobilnya untuk menjemput Mars dan Aron, Robet berkata dengan dingin : “Kalian mau bermain-main boleh saja, tapi jangan mengganggu tugas kami, kalau kalian bertemu dengan bahaya, saya juga tidak akan punya waktu untuk menolong kalian!”
“Bagaimana caramu bicara?” Chika sudah tidak bisa menahan diri dan berkata pada Robet : “Saya lihat kamu akan mengalami bencana berdarah hari ini, sebaiknya kamu menetap saja di dalam penginapan!”
“Coba bicara lagi….”
Robet seketika marah, dia mengalami kecelakaan dalam perjalanan dan itu sudah membuat dirinya sangat kesal, dia berpikir bahwa Chika mengutuknya dan sekarang Chika kembali mengatainya, bagaimana Robet bisa menahan diri!
“Saya berbaik hati memperingatkanmu, kalau kamu tidak percaya ya sudah!”
Chika memutar matanya lalu menatap Mars dengan wajah penuh senyuman : “Senior, ayo masuk ke mobil!”
Mars melirik Aron lalu duduk di kursi penumpang depan, dan Aron duduk di kursi penumpang belakang!
Chika menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya keluar!
“Hm, benar-benar tidak mengerti kenapa Ketua Detasemen memintaku membawa dua orang tuan muda ini kemari…..”
Robet bergumam dan membawa orang-orangnya naik ke mobil dan pergi menuju Resort Lembah Ilusi!
Resort Lembah Ilusi berada di daerah barat daya Kota Tiku dan hanya seratus mil jauhnya, karena resor memiliki skala yang besar, jadi banyak wisatawan yang datang, dan ini juga merupakan sumber pendapatan penting bagi Lembah Ilusi!
Perlu diketahui bahwa Lembah Ilusi memiliki banyak anggota, dan memerlukan biaya perawatan yang tidak sedikit, dan pendapatan tempat wisata ini mampu membiayai pengeluaran Lembah Ilusi, terutama untuk membeli bahan obat!
__ADS_1
Setelah tiba, Chika seperti seekor kuda liar yang melihat sekelilingnya dengan gembira.
“Senior, ayo kita pergi ke kuil itu untuk menemui seorang peramal, saya ingin melihat orang itu benar-benar bisa, atau hanya menipu…..”
Chika berkata dan menarik Mars.
Mars tidak berani mengambil keputusan, jadi dia hanya bisa menatap Aron dengan tatapan bertanya dan setelah Aron mengangguk, Mars baru berani menyetujui!
Aron tidak ikut pergi, dia berjalan masuk lebih dalam ke Lembah Ilusi.
Ukuran kuil itu tidak besar, tetapi dipenuhi dengan lautan manusia, semua orang mencari peramal itu untuk meramal, Chika menarik Mars dan berusaha keras untuk masuk ke dalam kerumunan!
“Untuk apa mendesak, apa tidak tahu cara mengantri?”
Seorang pria dengan wajah galak berteriak pada Chika!
Segera, semua orang yang melihat Chika langsung mengalah dan memberi jalan, sepertinya Keluarga Mandra masih sangat terkenal di Kota Tiku!
Di aula kuil itu, ada seorang master yang mengenakan jubah biarawan dan duduk bersila, dia mengangkat matanya dan melirik Chika lalu menundukkan kepalanya lagi dengan perlahan!
“Master, berapa harga satu ramalan, saya mau diramal….
Chika bertanya kepada master itu.
“Nona Chika bercanda ya, kalian Keluarga Mandra sangat hebat dalam fisiognomi, mana membutuhkan ramalanku lagi!”
__ADS_1
Master itu tersenyum ringan!
“Fisiognomi adalah fisiognomi, ramalan adalah ramalan, bagaimana mungkin sama, hari ini saya sengaja datang untuk diramal olehmu, saya ingin melihat apakah ramalanmu benar atau tidak!”
Chika berkata dengan wajah bercanda.
“Kalau begitu, Nona Chika silahkan pilih salah satu!” Master itu menyerahkan sebuah tabung bambu yang berisi banyak batang bambu di dalamnya!
Chika mengambil tabung bambu itu dan mengocoknya dengan kuat, lalu tidak lama kemudian sebatang bambu terjatuh ke lantai!
Master itu mengambil batang bambu itu dan melihatnya lalu tersenyum ringan : “Nona Chika baru-baru ini mengalami kecelakaan, dan ayahmu sepertinya akan segera meninggal dunia!”
Mendengar perkataan Master itu raut wajah Chika menjadi sangat jelek : “Apa katamu? Percaya tidak saya bisa menghancurkan kuilmu?”
“Hahaha, kalau mau percaya silahkan saja, kalau tidak percaya juga tidak masalah, saya hanya membacakan ramalan sesuai dengan tongkat bambu yang Nona Chika pilih, untuk apa Nona Chika marah, kalau kamu tidak percaya, saya bisa menjelaskannya perlahan-lahan padamu!”
Setelah Master itu selesai bicara, dia melirik ke muridnya yang ada di dua sisi : “Usir semua orang, hari ini sudah selesai!”
Dua orang muridnya bergegas mengusir orang-orang yang mengantri lalu menutup pintu aula!
Mars mengernyitkan keningnya dan matanya menatap Master itu, ekspresinya juga menjadi sedikit gugup!
“Adik kelas, ayo kita pergi saja, hal seperti ini hanya menipu orang!”
Mars berkata pada Chika.
__ADS_1