Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Menghancurkan Bunga Racun


__ADS_3

“Lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Dengan kekuatan kita berdua, Ichiro Watanabe sama sekali bukan tandingan…”


Audrey berencana bekerja sama dengan Aron untuk membunuh Ichiro Watanabe bersama, jika keduanya bekerja sama, membunuh Ichiro Watanabe akan semudah meniup debu.


“Pasukanmu sudah terkena racun, Ichiro Watanabe pasti memiliki penawarnya, saya akan memberitahumu apa yang harus kita lakukan…”


Aron mengajarkan sebuah cara kepada Audrey.


Audrey yang mendengarnya matanya berbinar, dan segera setuju dengan cara yang disarankan Aron.


“Audrey, bunuh dia, untuk apa bertele-tele?”


Ichiro Watanabe melihat Audrey yang bertarung jarak dekat dengan Aron dan tidak bisa mengalahkan Aron berteriak marah.


“Audrey, karena kamu sudah kehilangan kendali atas dirimu, jangan salahkan saya tidak segan-segan…”


Setelah Ichiro Watanabe berteriak, Aron juga berteriak dan cahaya keemasan bersinar pada kepalan tinjunya, lalu tinju itu diarahkan dengan keras ke arah Audrey.


Sepertinya, Aron benar-benar sudah kehabisan kesabarannya, walau Audrey adalah orang dari Negara Kree, Aron juga akan membunuhnya.


Bam…

__ADS_1


Setelah suara gedebuk yang keras, tubuh Audrey yang ditinju Aron langsung terhempas ke bawah kaki Ichiro Watanabe.


Melihat Audrey yang terbang sejauh ini, tatapan Ichiro Watanabe penuh dengan penghinaan : “Dasar tidak berguna, cepat bangun.”


Ichiro Watanabe menarik Audrey lalu mengumpat padanya.


Tapi saat Audrey berdiri, dia tiba-tiba menyerang Ichiro Watanabe, satu tangannya merogoh saku Ichiro Watanabe, dan mengeluarkan sebungkus bubuk putih dari dalam sakunya.


Ichiro Watanabe tercengang dan segera bereaksi, dia hendak menyerang Audrey tapi Audrey menendangnya dan membuat dia mundur hingga tiga langkah.


Kalau bukan karena dibantu oleh tiga orang berjubah hitam itu, Ichiro Watanabe pasti sudah tersungkur di tanah.


“Aron, coba lihat apakah ini penawarnya?”


Aron mengambil sedikit lalu mengendusnya dan mengangguk : “Cepat buat pasukanmu menghirup bubuk putih ini…”


“Baik!” Audrey segera mengambil obat penawar itu dan mulai melemparkannya ke arah pasukannya.


Ichiro Watanabe yang melihat pemandangan di depannya, hampir menjadi gila.


“Apa yang sedang terjadi? Bukankah Audrey jelas-jelas sudah terkena racun dari bunga Higanbana? Kenapa tiba-tiba tersadar? Kenapa kalian semua tidak teracuni?”

__ADS_1


Ichiro Watanabe mengernyitkan keningnya dengan bingung.


Aron menatap Ichiro Watanabe dengan sinis, dan berkata dengan ringan : “Saya sudah menduga jebakanmu sejak awal, meskipun racun bunga itu hanya ada sedikit di udara, tapi saya tetap bisa membedakannya, oleh karena itu, sejak tiba di pulau saya menyuruh pasukanku untuk menahan nafas, sedangkan Audrey yang teracuni, sudah saya netralisir…”


“Tidak mungkin, hanya saya yang memiliki penawar dari racun bunga Higanbana, bagaimana mungkin kamu bisa menetralisirnya, saya tidak percaya, saya tidak percaya…” Ichiro Watanabe meraung keras : “Sebarkan racunnya, racuni mereka sampai mati…”


Dengan teriakan Ichiro Watanabe, tiga orang berjubah hitam itu mulai merapalkan mantra dengan cepat, dan sejumlah kabut berwarna merah muda mulai mengepul dari buket bunga itu.


Aron yang melihatnya segera menggerakkan tangannya dan memunculkan sebuah formasi sihir, dua kobaran api berwarna biru pucat menari-nari di tangannya lalu dia melemparkannya ke arah buket bunga itu.


Bam…


Saat dua nyala api berwarna biru mengenai kabut berwarna merah muda itu, terjadi ledakan dan bola api yang besar langsung mengubah bunga itu menjadi abu.


Ichiro Watanabe sangat marah saat melihat bunga-bunga itu hancur, bunga-bunga itu adalah harta berharga bagi keluarga Watanabe, dia diam-diam mengeluarkannya, jika kepala keluarga sampai mengetahuinya dia pasti akan dihukum.


Sekarang bunga itu sudah dihancurkan, Ichiro Watanabe tidak tahu bagaimana dia harus menjelaskannya kepada keluarganya.


“Saya akan menghabisimu…”


Ichiro Watanabe berteriak marah dan menghampiri Aron dalam sekejap mata.

__ADS_1



__ADS_2