Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Mendapatkan Gelang Semesta


__ADS_3

“Tidak peduli kamu Kultivator iblis atau bukan, kamu harus mati…”


Aron menggertakkan giginya dan berkata.


“Benarkah? Coba saja…”


Robi berkata lali seluruh tubuhnya mulai memancarkan cahaya hitam emas yang melonjak, lalu sebuah tinju yang sangat besar menuju ke arah Aron seperti sebuah meteor.


Aron yang melihat itu tidak berani bertindak gegabah, sekujur tubuhnya memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan dan menyambut serangan itu.


Keduanya seketika saling bertabrakan, aura yang menakutkan mulai menyebar dengan cepat, radius ratusan meter di sekitar seketika menjadi kosong!


Satu pukulan ini, Aron mengerahkan seluruh kekuatan Naga Ilahinya, dan seekor naga emas melayang di atas tangan Aron.


Setelah mengayunkan tinjunya, terdengar auman naga yang keras.


Pikiran Robi terguncang oleh auman naga itu, keraguan muncul sesaat, sedangkan Aron melayangkan tinjunya dan menghantam tinju Robi dengan keras.


Krek…


Tangan Robi seketika tertekuk dan tulang-tulangnya patah.


Kali ini, sosok Robi mundur beberapa langkah dan raut wajahnya menjadi sedikit jelek.


​Bayangan hitam itu hanyalah gelombang kesadaran spiritual, bukan tubuh asli jadi tidak mungkin bayangan hitam di dalam tubuh Robi dapat menahan tenaga sebesar itu.


Saat aura di tubuh Robi menurun, kesadaran spiritual Robi langsung merebut kembali tubuhnya.

__ADS_1


Melihat tangannya yang patah, kening Robi berkeringat dingin karena kesakitan!


Dalam sekejap, Aron merasakan perubahan aura di dalam tubuh Robi.


Robi menatap Aron dengan tatapan ketakutan, seolah dia berubah menjadi orang yang berbeda lagi.


“Hm, tidak peduli trik apa yang kamu gunakan, kamu harus mati…”


Aron berkata lalu mulai melompat.


​Kali ini Robinm ketakutan, dan bergegas berteriak marah, kabut-kabut hitam mulai muncul di sekujur tubuhnya.


Kabut hitam ini mulai membentuk dinding dan membantu melindungi Robi dari serangan Aron!


Sedangkan Robi sendiri berbalik dan berlari mundur, dia harus segera melarikan diri.


Aron kemudian menghantamkan tinjunya dengan ganas pada tubuh Robi dan membuat Robi terhempas keluar.


Satu pukulan itu hampir menghancurkan semua tulang Robi.


Robi meraung, dia masih berada di udara dan segera melemparkan Gelang Semesta, sebuah lubang hitam ruang dan waktu seketika muncul di udara!


Aron yang melihat ini tahu bahwa Robi sedang berusaha melarikan diri, jadi dia bergerak dengan cepat dan mengejarnya.


Tidak lama kemudian, tubuh Robi sudah melewati lubang hitam itu dan saat lubang hitam itu mengecil, Aron meraih Gelang Semesta!


Dia tidak mengejar Robi, tujuan kedatangan Aron kali ini adalah Gelang Semesta yang ada di tangan Robi.

__ADS_1


Aron memegang Gelang Semesta dengan erat, dan Gelang Semesta itu tidak berhenti menyusut, membuat seluruh lengan Aron masuk ke dalam lubang hitam itu.


Distorsi ruang dan waktu yang dahsyat menyebabkan Aron sangat menderita!


Namun Aron tetap memegangnya dengan erat, tidak berani merenggangkannya sedikit pun.


“Ah…”


Wajah Aron memerah, seluruh kekuatan spiritual di dalam tubuhnya dikerahkan, dan terdengar suara raungan yang keras!


Aron merobek ruang dan waktu dengan keras, dan mengeluarkan Gelang Semesta dari lubang hitam itu.


Aron memegang Gelang Semesta, tangannya gemetaran dan seluruh lengannya sudah berlumuran darah!


Aron menatap Gelang Semesta di tangannya dan perasaannya terasa campur aduk!


“Nuri, tunggu saya, saya akan segera mengeluarkanmu, kamu tidak perlu khawatir…”


​Aron bersumpah dalam hatinya!


Aron keluar dari Keluarga Galah, dan langsung meninggalkan Kota Dawa, pergi menuju Kota Dama.


Saat ini, Aron tidak peduli ke mana pun Robi melarikan diri, yang harus dia lakukan saat ini adalah menyelamatkan Nuri dan menyelamatkan ibunya.


Ini adalah hal yang paling penting bagi Aron sekarang, namun setelah menerobos ke Aliansi Seni Bela Diri kali ini, Aron baru menyadari bahwa kekuatannya sendiri masih sangat kurang.


__ADS_1


__ADS_2