
August merasa sangat kaget, dia bergegas melepaskan tangannya dengan panik namun menyadari tangannya seperti tersedot!
Pada saat itu, bahkan roh di dalam tubuh August juga merasa panik.
“Cepat mundur, dia mempunyai teknik kultivasi abadi…”
Suara tua di dalam benak August mulai berteriak dengan cemas.
August juga ingin melepaskan diri tapi dia sama sekali tidak bisa melepaskan diri, tangannya seolah tersedot.
Arthur yang tidak jauh dari sana menunjukkan ekspresi puas, dia mengira August sedang menyerap kekuatan Aron, tanpa menyadari bahwa yang terjadi justru sebaliknya!
August seketika panik dan berkeringat dingin, dia mulai tidak tahu harus berbuat apa!
“Potong tanganmu, cepat potong tanganmu…”
Roh itu mendesak dan berteriak keras agar August memotong tangannya sendiri.
August bergegas mengeluarkan sebuah pisau namun menghadapi tangannya sendiri, dia benar-benar tidak sanggup melakukannya.
Jika memotong tangannya sendiri maka dia akan menjadi seperti Arthur yang bertangan satu.
Dia masih muda, dan hanya memiliki satu tangan.
Di saat August ragu-ragu, roh itu menjadi marah dan berteriak keras : “Cepat lakukan…”
August masih ragu-ragu, dan akhirnya menggertakkan giginya dan mengayunkan pisau tajam di tangannya, tapi bukannya menebas tangannya sendiri dia malah menyayat leher Aron.
Dia ingin memenggal kepala Aron dengan begitu dia akan baik-baik saja dan bisa mempertahankan tangannya!
__ADS_1
Tapi kilatan dingin melintas Aron seolah sudah mempersiapkan diri, Pedang Naga di tangannya tiba-tiba menangkis di depan dan langsung memblokir pisau tajam di tangan August.
“Sialan…”
Roh di dalam tubuh August menjadi panik, dan mata August terlihat memutar lalu aura di tubuhnya mulai berubah!
Roh itu langsung mengambil alih tubuh August lalu menggunakan tenaganya untuk merobek tangannya sendiri!
Melihat adegan ini semua orang terkejut setengah mati, mereka tidak mengerti apa yang terjadi pada August.
Dia baik-baik saja kenapa dia malah merobek lengannya sendiri.
Bahkan Arthur juga tercengang, dia tidak mengerti mengapa August tiba-tiba menggila!
“Cepat bunuh dia, cepat bunuh dia…”
August berteriak keras dan menyuruh mereka semua membunuh Aron!
“Serang, bunuh Aron…”
Arthur berteriak marah, orang lainnya juga segera mengikuti di belakang dan menyerbu ke arah Aron.
Pada saat ini meskipun Aron sudah menyerap sebagian kekuatan di dalam tubuh August tapi itu hanyalah setetes air dalam ember, menghadapi serangan Arthur dan yang lainnya, tidak ada yang bisa dilakukan selain menunggu kematian!
Orang-orang ini sama sekali tidak menyadari patung duyung yang ada di atas singgasana mulai retak dan menunjukkan wajah aslinya!
Formasi di sekitar singgasana juga tampak berguncang hebat pada saat itu!
Bruak bruak bruak…
Dalam sekejap seluruh istana mulai berguncang disertai dengan suara gemuruh.
__ADS_1
Lalu terdengar suara formasi yang hancur dan diikuti dengan aura menakutkan yang memenuhi seluruh istana!
Semua orang tercengang dan perubahan yang mendadak ini membuat mereka tidak tahu harus berbuat apa, tidak ada yang tahu apa yang sedang terjadi!
“Cepat lihat, cepat lihat…”
Pada saat ini seseorang berteriak dengan panik.
Semua orang menoleh untuk melihat, lalu tampak terkejut dan menatap pemandangan di depan mereka dengan ketakutan.
Terlihat patung duyung yang ada di atas singgasana itu mulai menjadi hidup dan formasi di sekitar singgasana mulai mengeluarkan suara retakan dan pada akhirnya hancur.
Duyung itu tiba di hadapan kerumunan, merenggangkan tubuhnya dengan penuh semangat dan raut wajahnya tampak sangat gembira!
“Semuanya hati-hati…”
Raut wajah Arthur dipenuhi dengan kepanikan dan memperingatkan kepada kerumunan.
Semua orang menatap ke arah duyung itu dan tidak tahu apa yang terjadi dengan duyung itu!
Bruak bruak bruak…
Sebuah guncangan hebat kembali terasa, seluruh istana seolah akan runtuh!
Ada tanah yang mulai berjatuhan seolah-olah guncangan itu berasal dari atas kepala mereka!
“Cepat lari, istana ini akan runtuh…”
August mengernyitkan keningnya dan bergegas berlari ke luar istana.
Orang lain yang melihat ini juga segera berlari keluar dan tidak ada yang memedulikan hidup dan mati Aron…
__ADS_1