Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Rumah pelelangan


__ADS_3

Semua orang bergegas, demi mengejar kehidupan!


Dan tepat saat orang-orang ini bergegas untuk mencari nafkah, di daerah paling makmur di Kota Dama, di sebuah rumah pelelangan yang memiliki luas puluhan hektar dan tinggi belasan lantai berdiri di sana, dan di dalam rumah lelang itu terdapat banyak pebisnis kaya yang terus berdatangan, dan mengagumi berbagai barang antik yang dipamerkan!


Barang-barang ini tidak bisa didapatkan oleh orang biasa bahkan belasan keturunan setelahnya, bahkan para pebisnis kaya yang berkunjung juga menjaga jarak dan berhati-hati, karena mereka tahu ini adalah benda pusaka yang tak ternilai harganya.


“Ayo cari tempat untuk makan terlebih dulu, baru pergi ke pameran pelelangan barang antik!”


Kurniawan menyarankan!


Semua orang mengangguk, karena sudah terlalu lama berada di dalam mobil mereka memang sedikit lapar!


Dan pada saat ini, ponsel Aron berdering, dia mendapat panggilan dari Eddyt yang menanyakan apakah dia akan datang untuk menghadiri pameran pelelangan barang antik!


Setelah Aron memberitahu Eddyt kalau dirinya sudah tiba di Kota Dama, Eddyt dengan senang hati ingin melayani Aron secara pribadi!


Awalnya Aron ingin menolak, karena akan merepotkan tapi setelah dipikir-pikir dia mungkin membutuhkan bantuan Eddyt di Kota Dama, Aron akhirnya setuju!


Eddyt memilih sebuah restoran yang bernuansa Tiongkok dan kuno, melihat Aron dan yang lainnya tiba, Eddyt bergegas menyambut!


Melihat Indrawan juga ikut bersama, Eddyt segera tersenyum dan berkata : “Tuan Kurniawan, tidak disangka kamu juga ikut ya!”


“Ketua Detasemen Eddyt…..”

__ADS_1


Melihat Eddyt, Kurniawan segera memberi salam!


Walaupun dia sudah pensiun, tapi saat dia masih menjabat posisinya, dia juga harus bersikap hormat kepada Eddyt, dua orang itu sama sekali tidak berada di tingkatan yang sama!


“Tuan Kurniawan, tidak perlu sesungkan itu, kamu adalah senior, jangan hancurkan saya…..”


Eddyt berkata sambil tersenyum.


Lina dan Nuri yang melihat Eddy juga menyapanya!


“Tuan Dave, ayo duduk di dalam, saya sudah mengaturnya….”


Eddyt mengundang Aron dan yang lainnya masuk ke dalam ruangan VIP!


“Tuan Aron, kali ini banyak orang yang akan berpartisipasi dalam pameran pelelangan kali ini, bahkan Boyca dari Keluarga Bara juga akan ikut serta, oleh karena itu saya harap Tuan Aron dapat menahan diri saat itu, namun tidak perlu khawatir, saya akan memperingatkan Boyca, agar dia tidak mencari masalah dengan Tuan Aron!”


Eddyt berkata pada Aron!


Walau dia tahu Aron tidak takut pada Keluarga Bara, tapi kalau sampai bertarung di acara seperti ini, maka dampaknya akan buruk, dan dirinya sebagai Ketua Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama akan bertanggung jawab atas masalah ini!


“Ketua Majelis Eddyt tenang saja, asalkan Keluarga Bara tidak mencari masalah denganku, saya tidak akan turun tangan!” Aron berkata dengan ringan!


"Boyca ini memang sangat sombong dan arogan, waktu itu kalau bukan karena saya dia pasti sudah mati di tanah asing, Keluarga Bara mana mungkin bisa memiliki kejayaan seperti saat ini….”

__ADS_1


Kurniawan berkata dengan kemarahan yang terlihat di wajahnya!


Dulu Keluarga Bara mengandalkan sumber daya dan jaringan dari Kurniawan untuk perlahan-lahan berkembang di Kota Dama, mereka bahkan membuat Ken bertunangan dengan Lina, dan demi Keluarga Bara, Indrawan juga berusaha keras dan pada akhirnya Roy malah membatalkan pernikahan secara sepihak, dan setelah Keluarga Bara akhirnya menjadi keluarga konglomerat mereka juga memandang rendah Keluarga Pratomo!


Setelah Kurniawan pensiun, kekuatan Keluarga Pratomo menjadi lebih buruk lagi, mereka langsung ditinggalkan oleh Keluarga Bara, dan sosok mereka sama sekali tidak terlihat lagi, dan ini membuat Kurniawan merasa sedih!


“Kakek, untuk apa membicarakan hal yang sudah berlalu…..”


Lina mengernyitkan keningnya dan berkata pada Kurniawan!


Eddyt juga tahu beberapa kejadian yang terjadi di masa lalu, dan tersenyum canggung : “Keluarga Bara melakukan banyak cara untuk berkembang, yang dimanfaatkan oleh Keluarga Bara tidak hanya Tuan Kurniawan seorang, oleh karena itu Tuan Kurniawan jangan terlalu diambil hati!”


Kurniawan menghela nafasnya dan tidak mengatakan apapun lagi, dia sudah dimanfaatkan, mengatakan apapun saat ini sudah terlambat!


Setelah makan, Eddyt secara pribadi menemani Aron pergi ke rumah pelelangan untuk mencegah Boyca mencari masalah dengan Aron!


Aron yang baru berjalan ke ruang pameran merasakan fluktuasi energi spiritual, terlihat jelas di antara barang-barang antik ini memang ada barang bagus tapi fluktuasi energi spiritualnya sangat lemah.


Aula seluas ratusan meter persegi dipenuhi dengan berbagai barang antik, semuanya ditutupi dengan penutup kaca, dan di bawah sorotan lampu terpapar sejarah dari barang-barang itu sendiri!


“Tuan Aron……..”


__ADS_1


__ADS_2