Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Kejutan Dalam Tungku


__ADS_3

Saat ini Aron bergegas menuju Lembah Pengobatan dengan memar dan babak belur…


Jika hanya ada Devin seorang, Aron tidak akan menjadi begitu menyedihkan, tapi karena beberapa Great Grand Master berkumpul menjadi satu Aron sulit melawan mereka.


Kekuatan spiritual difokuskan kepada sepasang kakinya, lalu dia menghabiskan setengah hari untuk sampai di Lembah Pengobatan.


Ketika para murid di depan pintu masuk lembah melihat penampilan Aron yang menyedihkan, dia bergegas memapahnya, lalu ada orang yang bergegas melapor pada Alfat.


Segera, Alfat dan tetua lainnya bergegas menghampiri, dan Nely juga ikut bersama.


Di saat mereka melihat Aron yang babak belur, mereka sangat terkejut.


“Aron, apa yang terjadi?”


Nely bertanya dengan raut wajah yang sedih.


“Ceritanya panjang, nanti akan saya ceritakan pada kalian!” Aron berkata lalu melihat ke arah Alfat : “Tetua Alfat, sekarang segera siapkan bahan obat untuk membuat Pil Kehidupan, saya mau meramu Pil Kehidupan.”


“Penguasa Lembah, sekarang kamu…”


“Cepat, jangan pedulikan saya, saya akan baik-baik saja setelah istirahat sebentar!”


Aron mendesak Alfat.

__ADS_1


Alfat pergi menyiapkan bahan obat, sedangkan Aron dipapah oleh Nely masuk ke dalam Lembah Pengobatan.


Di dalam kamar, Aron memulihkan diri dan perlahan-lahan pulih dari lukanya, sementara Seni Konsentrasi Jiwa berputar kencang dan menyerap energi spiritual yang ada di sekitarnya dengan cepat, bahkan energi spiritual yang baru saja dipulihkan di dalam Kristal Naga juga diserap.


Tapi energi spiritual ini tidak cukup untuk membuat Aron kembali ke kondisi prima, dan dengan kekuatannya saat ini Aron tidak bisa membuat Pil Kehidupan.


Di dalam kamar, Aron memulihkan diri dan perlahan-lahan pulih dari lukanya, sementara Seni Konsentrasi jiwa berputar kencang dan menyerap energi spiritual yang ada di sekitarnya dengan cepat, bahkan energi spiritual yang baru saja dipulihkan di dalam Kristal Naga juga diserap.


Tapi energi spiritual ini tidak cukup untuk membuat Aron kembali ke kondisi prima, dan dengan kekuatannya saat ini Aron tidak bisa membuat Pil Kehidupan.


Dia perlahan-lahan membuka matanya dan menyadari hari sudah gelap, tubuh Aron saat ini sudah tidak terluka lagi, tapi tubuhnya masih lemah dan belum pulih total.


Aron berjalan ke Aula Pengobatan dan mendapati ruangan itu kosong, sepertinya semuanya sedang pergi menyiapkan bahan obat sedangkan Tungku Petani Surgawi terletak di tengah-tengah aula dengan tenang.


Aron menyentuh Tungku Petani Surgawi dengan lembut dan menyuntikkan segumpal kesadaran spiritual ke dalam Tungku Petani Surgawi, segera, Aron merasakan aura kuno yang menyegarkan dan aura itu membuat Aron merasa sangat nyaman.


“Lantas ada misteri di balik tungku ini?”


Aron merasakan aura itu dan merasa sangat kagum.


​Sejak Aron mendapatkan Tungku Petani Surgawi, dia belum pernah memeriksanya secara menyeluruh, dia hanya menggunakan Tungku Petani Surgawi untuk meramu beberapa pil obat.


Melihat Tungku Petani Surgawi yang ada di depannya, Aron tiba-tiba melompat masuk ke dalam tungku.

__ADS_1


Di dalam tungku, Aron melihat ada sebaris tulisan kecil di dinding bagian dalam.


“Harimau jantan mengaum di pegunungan, naga betina meraung di dasar lautan. Putat menyembur dari pintu, Kanhu memuntahkan ying emas. Delapan tael emas di senar atas, setengah kati di senar bawah.”


Setelah Aron selesai membacanya, dia mencoba memikirkan apa artinya pada saat sebuah cahaya yang menyilaukan langsung terpancar dari tungku dan sebuah aura langsung menyelimuti Aron dan menyebabkan Aron pingsan.


Sret…


Tubuh Aron seperti tersayat oleh senjata tajam tapi dia tidak merasakan apapun.


​Seolah-olah Aron berada di tengah lautan aura itu, tubuhnya menjadi haus akan aura di sekelilingnya.


Tubuhnya meringkuk dan Aron tersenyum dengan puas, saat ini dia seolah sedang berada di dalam mimpi tapi mimpinya terasa begitu nyata.


Namun kemudian lautan di depannya tiba-tiba menghilang dan digantikan dengan lautan api yang berkobar.


Lautan api itu begitu panas dan membuat tubuh Aron terasa sakit, dia terus berusaha melarikan diri tapi dia tidak bisa.


Dia ingin berteriak tapi tidak ada suara yang keluar.


Api yang membara itu terus membakar Aron, kulit di tubuh Aron mulai terkelupas dan kemudian tumbuh kembali.


“Aron, Aron, kenapa kamu tidur disini?”

__ADS_1


Nely menatap Aron yang meringkuk di dalam Tungku Petani Surgawi dan terus memanggilnya.



__ADS_2