
Dan melihat Febri yang bersikap seperti itu, Hendy merasa kecewa, dia mengingat sikapnya yang penuh rasa hormat pada Febri barusan, dan tidak percaya sedikitpun pada Aron, Hendy merasa sangat canggung.
Aron membuka pintu kamar, dan kabut hitam segera keluar, tanpa menunggu Aron masuk ke dalam, sesosok bayangan hitam sudah menerjang keluar!
Eddyt bergegas melindungi Hendy sementara Febri menarik Oyong mundur dengan cepat!
Hanya Aron yang tetap berdiri dan tidak bergerak, saat dia melihat bayangan hitam itu bergegas keluar Aron mengulurkan tangannya dan meraih bayangan itu!
Saat kabut hitam itu menghilang, semua orang menatap Aron yang sedang memegang Josua dan pada saat ini mata Josua berwarna merah dan wajahnya sangat mengerikan, dan terus mengulurkan tangannya untuk meraih Aron!
“Josua, Josua…..”
Hendy melihat Aron yang meraih putranya sendiri bergegas berteriak dua kali!
Sedangkan Aron yang sedang meraih Josua, hendak memukul kepala Josua!
Namun pada saat ini, Josua yang memiliki wajah muram dan mata merah kembali normal, dan menatap Aron seperti orang normal dengan ketakutan di matanya!
“Ayah, selamatkan saya…..”
Josua tiba-tiba berteriak pada Hendy!
Hendy yang melihat Josua sudah pulih dan Aron masih belum melepaskannya dan ingin memukul kepalanya merasa cemas : “Cepat berhenti, berhenti…..”
Hendy berkata lalu membanting tubuh Aron dengan keras, dan langsung menjatuhkan Aron lalu memeluk Josua dengan erat : “Putraku, putraku, akhirnya kamu sudah sembuh, akhirnya sudah sembuh….”
__ADS_1
“Ayah, apa yang terjadi sebenarnya? Saya takut, saya takut….”
Tubuh Josua gemetaran.
“Tidak apa-apa, tidak apa-apa, tidak perlu takut, ayah ada disini, tidak ada orang yang bisa menyakitimu….”
Hendy menatap Josua dengan penuh semangat dan air mata di matanya!
Sedangkan Aron yang melihat Josua sudah pulih seperti semula masih memiliki niat membunuh yang kuat dalam tatapan matanya, dan dia mengernyitkan keningnya.
“Pemimpin Hendy, putramu masih belum sembuh, saat ini dia bukan putramu, dia sudah menjadi boneka, dan satu-satunya cara adalah membunuh ulat boneka yang ada di dalam tubuhnya….”
Aron berkata pada Hendy!
“Ayah, saya putramu, saya bukan boneka, saya tidak mau mati, jangan biarkan mereka membunuhku….”
Josua berpura-pura takut dan meraih tangan Hendy dengan eerat
Melihat Josua seperti itu Hendy segera menghiburnya : “Tenang saja, tidak akan kubiarkan, saya tidak akan membiarkan mereka menyentuhmu….”
Setelah berkata, Hendy berkata pada Aron : “Putraku sudah sembuh, boneka apanya, jangan bicara sembarangan….”
“Kalau tidak menyingkirkan ulat boneka itu, putramu akan mati cepat atau lambat….”
Aron berkata lalu menjentikkan jarinya dan hendak mengarah pada Josua!
__ADS_1
“Berani-beraninya….”
Hendy yang melihat Aron masih ingin melakukan sesuatu pada putranya tiba-tiba menjadi marah, auranya tiba-tiba meningkat dan dia ingin menampar Aron dengan telapak tangannya.
Perlu diingat Hendy adalah orang yang telah membuat pencapaian besar dalam peperangan, dan kekuatannya tidaklah buruk, tamparannya itu menghasilkan suara yang keras, dan itu sangat kuat!
Aron tidak takut dengan tamparan Hendy, tapi dia tidak ingin bertarung dengan Hendy, jadi dia hanya bisa mundur dan menghindari tamparan itu!
“Tuan Aron, apa yang terjadi sebenarnya?”
Eddyt bergegas bertanya pada Aron.
Jelas-jelas Josua sudah sembuh, kenapa Aron mengatakan kalau Josua belum sembuh, dan masih dikendalikan oleh ulat boneka itu!
Aron tidak menjelaskannya kepada Eddyt dan menatap Hendy lalu berkata : “Saat ini tubuh putramu sedang dikendalikan oleh orang lain, jangan dibohongi, atau kamu akan mendapat masalah besar….”
Aron tahu ada orang yang menanamkan ulat boneka itu pada Josua karena identitas Josua, perlu diketahui kalau ulat boneka itu berbeda dari kelabang dan jauh lebih berharga daripada kelabang, tidak ada orang yang akan menggunakan ulat boneka untuk mengendalikan orang biasa.
Sedangkan saat ini mereka pasti ingin memanfaatkan Josua yang sudah dikendalikan oleh ulat boneka ini untuk mengendalikan Hendy, karena status Hendy sebagai pemimpin Hakim Agung, dan kalau ada orang yang memiliki niat tersembunyi, pasti akan berakhir mengerikan!
“Kamu tidak perlu mengkhawatirkan ini, lantas saya tidak bisa mengenali putraku sendiri?” Hendy tidak percaya pada perkataan Aron, dan setelah selesai berbicara dia berkata pada Febri : “Guru Febri, coba bantu saya lihat apakah putraku sudah sembuh?”
Febri yang mendengar itu hanya bisa bergegas maju dan melambaikan satu tangannya dengan ringan, dan ada sebuah cahaya merah yang menyelimuti Josua, dan setelah beberapa saat cahaya merah itu menghilang dan Josua tampak seperti biasanya!
__ADS_1