Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Memburu Harta Karun


__ADS_3

“Kamu mau membawaku ke mana? Di sini seperti labirin…”


Aron tidak bisa menahan diri dan bertanya pada Kenari.


“Kamu ikuti saja saya…”


Kenari berkata lalu mengeluarkan sebuah kompas yang ukurannya sebesar telapak tangan, lalu meneteskan setetes darah di atasnya!


Segera, kompas itu bergerak dengan liar dan jarumnya berputar dengan cepat hingga akhirnya berhenti di suatu arah.


Kenari lalu berjalan mengikuti arah kompas itu.


Aron yang melihat ini hanya bisa berjalan mengikuti dari belakang dan menyebarkan kesadaran spiritualnya, penuh dengan kewaspadaan.


Dalam satu tarikan nafas, mereka melewati enam hingga tujuh gua batu dan pada akhirnya tiba di sebuah area, saat ini pupil mata Aron sedikit menyusut.


Tepat di depannya, ada sebuah pintu masuk yang jelas-jelas memiliki kekuatan terlarang yang sangat besar.


Melihat pintu masuk ini, tatapan mata Kenari memancarkan cahaya cemerlang, dia berkata dengan suara pelan, “Seharusnya ini tempatnya.”


“Sudah menemukan tempatnya?”


Aron bertanya dengan penuh semangat.


Kenari mengangguk : “Tempat ini seharusnya adalah tempat dari pola menelan matahari.”


​Mendengar perkataan Kenari, Aron mengepalkan tangannya dengan erat dan dia merasa sangat bersemangat.

__ADS_1


“Ayo! Kita masuk.”


Dapat menemukan makam seperti ini membuat Aron merasa sangat gembira di dalam hatinya.


Dia tidak tahu harta karun seperti apa yang dapat dia temukan di sini, tapi di saat bersamaan dia juga tidak tahu bahaya apa yang sedang menunggunya.


Di dalam makam seperti ini tidak mungkin tidak ada formasi terlarang.


Namun dihadapkan dengan harta karun, pasti akan jauh lebih kuat daripada Rumput Hijau Daun.


Kenari mengangguk dan berjalan masuk terlebih dulu, dia meminta Aron untuk tetap berada di belakangnya dan jangan bergerak sembarangan.


​Setelah memasuki gua batu, Kenari membalikkan telapak tangannya, tidak tergesa-gesa, dan melihat dengan lebih jelas pola tujuh bintang menelan matahari itu, dan yang terakhir ini memang adalah “matahari”.


Sebuah gua yang cukup megah diapit oleh balok-balok yang diukir, altar para dewa yang belum pernah mereka temui sebelumnya.


Sembilan puluh sembilan anak tangga dari batu Giok, di puncak tangga Giok itu terdapat sebuah kursi dari batu Giok putih.


Sisanya, kosong melompong, tidak ada apa pun.


Ini adalah sebuah Tahta raja, yang diselimuti oleh kekuatan terlarang yang sangat kuat, orang yang tidak memiliki kekuatan sama sekali tidak bisa naik ke atas sana.


Jalan menuju ke Tahta itu juga tampak tidak mudah dilalui oleh orang yang memiliki kekuatan.


“Ini? Tidak ada apa-apa di sini? Di mana harta karunnya?”


Aron melihat sekelilingnya dan bertanya dengan sedikit kecewa.

__ADS_1


Namun sepasang mata Kenari membelalak lebar dan menatap erat ke arah kursi itu.


“Tujuh bintang menelan matahari, makam manusia abadi, di atas kursi itu pasti ada harta karun tersembunyi!”


Suara kenari begitu bersemangat hingga terdengar sedikit gemetar.


Kenari seolah telah kehilangan akal sehatnya saat ini, matanya bersinar dengan terang dan langsung berlari menuju kursi itu.


Namun saat dia baru mengambil langkah pertama di tangga itu, tubuh Kenari langsung tersentak dan sebuah kekuatan yang menakutkan langsung menekannya.


Hati Kenari tenggelam dan segera mengeluarkan sebuah jimat dan menggambar di atasnya.


“Mantra Angin Ringan…”


Kenari menempelkan jimat itu pada tubuhnya sendiri dan saat ini tubuh Kenari menjadi lebih ringan daripada sebelumnya, dan tekanan yang menakutkan itu pun menghilang.


Kenari melangkah ke atas dengan cepat, namun baru melangkah beberapa langkah kekuatan yang menakutkan itu kembali menekannya.


​Kenari lengah dan langsung terjatuh menumpu pada satu lututnya oleh tekanan itu, dan membuat retakan di anak tangga itu!


Sementara jimat di tubuh Kenari seketika terbakar dan langsung berubah menjadi abu!


Kenari hanya merasakan beban ribuan pon di tubuhnya dan dia tidak bisa berdiri.


Namun Kenari menggertakkan giginya dengan keras dan bangkit berdiri, pada akhirnya dia berhasil mengambil satu langkah lagi!


Namun dengan satu langkah itu, sebuah kekuatan yang menakutkan kembali menghantamnya dan Kenari kehilangan kestabilannya, membuat dia seketika terhempas oleh kekuatan yang menakutkan itu.

__ADS_1


Tubuh Kenari menabrak tanah dengan keras, untung saja tidak terlalu tinggi dan Kenari memuntahkan seteguk darah segar saat menghantam tanah.


__ADS_2