
“Tidak bisa, saya hanya bisa menyerap energi spiritual dari alam, saya tidak bisa menyerap kekuatan spiritual orang lain….”
Elen menggelengkan kepalanya.
Aron tampak kaget dan menatap Danu : “Paman Danu, kamu juga tidak bisa?”
Danu juga menggelengkan kepalanya.
Kali ini Aron tercengang dan berkata dengan tidak percaya : “Selain menyerap energi spiritual, saya bisa menyerap baik energi Yin, hawa dingin, bahkan hawa beracun, dan bisa dimurnikan untuk saya pergunakan….”
“Apa? Kamu….maksudmu kamu bisa memurnikan semua energi?”
Elen seketika berteriak kaget.
Hanya saja Danu terlihat tenang : “Aron, ini adalah keahlian khusus mu, karena hanya kamu yang bisa mempraktikkan Seni Konsentrasi Jiwa, jadi jangan sampai mengecewakan metode ini…”
Setelah Danu berkata, dia berbalik dan pergi, sedangkan Elen masih ingin terus bertanya pada Aron namun melihat Danu pergi, dia bergegas menyusulnya.
__ADS_1
Aron melihat Pil Xisui yang ada di tangannya dan memikirkan kembali perkataan Danu, dia menjadi lebih ingin tahu lagi siapa dirinya yang sebenarnya, kenapa hanya dia yang bisa mempraktekkan Seni Konsentrasi Jiwa?”
Menatap bulan yang cerah di luar jendela, semakin lama semakin dekat dengan hari ke lima belas bulan tujuh, Aron tidak pernah begitu menantikan hari itu, tidak peduli apa yang akan ditemuinya di hari itu, baik itu kesempatan atau bencana, Aron tidak akan pernah melihat ke belakang, karena terlalu banyak kebenaran yang ingin dia ketahui.
Setelah berpakaian, Aron berjalan keluar villa dan melihat lampu neon yang menerangi Kota Surau di bawah kaki gunung, meskipun sudah larut malam tapi jalanan masih dipenuhi dengan arus kendaraan, tapi Aron tahu cepat atau lambat dirinya pasti akan semakin jauh dari kota yang ramai.
Namun saat Aron berdiri di puncak gunung dan menatap ke kota yang ramai yang ada di bawah, dua sosok berjalan menuju ke arah Aron dengan cepat, saat jarak mereka berada seratus meter dari Aron, Aron sudah menyadarinya namun Aron mengira itu adalah Danu dan Elen yang kembali, lagipula siapa yang akan datang ke puncak gunung di tengah malam begini.
Namun saat dua sosok itu berjarak belasan meter dari Aron, Aron merasakan sesuatu yang aneh karena aura kedua orang itu sama sekali bukan aura Danu dan Elen, dan dengan jarak belasan meter itu, Aron bisa mencium aroma obat tradisional yang sangat kuat dari tubuh dua orang itu.
“Siapa kalian? Kenapa datang ke sini tengah malam?”
Aron menatap dua orang itu dengan waspada, dia percaya kalau dua orang yang datang ke villanya di tengah malam begini pasti bukan hal baik.
Dua orang itu tidak memperdulikan Aron, dan tatapan mereka melekat pada Pil Xisui yang ada di tangan Aron.
“Tetua, analisamu tidak salah, ternyata memang ke arah ini, lihatlah pil obat yang ada di tangan anak ini, itu sama sekali tidak biasa….”
__ADS_1
Pemuda itu berkata kepada lelaki tua itu dan tatapan matanya penuh dengan keserakahan.
Lelaki tua itu mengangguk dan mengalihkan pandangannya dari Pil Xisui, lalu menatap Aron : “Nak, apakah kamu seorang alkemis? Pil obat yang ada di tanganmu itu kamu ramu sendiri?”
Aron menilai dua orang itu, ternyata dua orang itu datang karena Pil Xisui, dan hatinya merasa tidak nyaman untuk sesaat, Pil Xisui ini disiapkan untuk Nuri, Aron tidak mungkin membiarkan orang lain menginginkannya.
“Iya atau bukan, apa hubungannya denganmu, siapa kalian? Kenapa datang ke tempatku tengah malam begini?”
Aron berkata dengan dingin dan bertanya pada lelaki tua itu.
“Nak, kamu berani berkata seperti itu kepada Tetua, apa kamu bosan hidup….”
Pemuda yang mendengar nada bicara Aron seketika menjadi marah dan ingin menyerang ke arah Aron.
Hanya saja saat pemuda itu ingin turun tangan, lelaki tua itu menghentikannya.
__ADS_1