
Di dalam Lembah Pengobatan, Aron tahu mempublikasikan hal seperti ini di forum, maka tidak perlu waktu lama postingannya pasti akan diblokir, tapi dia juga sudah mendapatkan hasil yang dia inginkan.
Sekarang masalah pembunuh dari Negara Partan sudah diselesaikan, Aron tidak perlu bersembunyi dan berlatih lagi di dalam Lembah Pengobatan, tidak lama lagi tahun akan segera berganti, Aron berencana harus menyelamatkan Nuri dan ibunya sendiri sebelum tahun baru.
Merayakan tahun baru bersama, tapi Aron tahu dia setidaknya harus mencapai setengah dari tingkatan Master Guru atau bahkan Master Guru untuk bisa menyelamatkan Nuri dan ibunya sendiri!
Baik Keluarga King maupun Aliansi Seni Bela Diri, tidak bisa diterobos dengan mudah.
Aron berencana pergi ke Kota Letta, Menara Setan milik Raden adalah benda yang sangat bagus, dengan berkultivasi di dalamnya, dia hanya membutuhkan setengah usaha untuk mendapatkan hasil dua kali lipat, jadi Aron ingin menghabiskan beberapa waktu di dalam Menara Setan.
Namun, saat meninggalkan Lembah Pengobatan, Aron mendapatkan panggilan telepon dari Eddyt dan pergi ke Detasemen Perlindungan Hukum!
“Tuan Aron, mengenai lima pendekar Negara Partan yang kamu jadikan manusia tongkat membuat kesan yang sangat buruk kali ini, Tuan Gino sedikit tidak senang dan memintaku memberitahumu, dia berharap kamu akan sedikit merendahkan diri dan juga memintaku memberitahumu, pohon tertinggi di hutan adalah yang pertama diterpa oleh angin…”
Eddyt berkata dengan suara pelan pada Aron.
Aron tersenyum ringan : “Saya sudah tahu…”
Bagaimana mungkin Aron tidak tahu pepatah pohon tertinggi di hutan adalah yang pertama diterpa oleh angin, hanya saja saat ini walau Aron merendahkan dirinya, orang lain juga tidak akan melepaskannya.
Apalagi saat ini Nuri berada di tangan Aliansi Seni Bela Diri, walau dia tahu, tapi dia juga tidak bisa melakukan apa pun terhadap Aliansi Seni Bela Diri, Aliansi Seni Bela Diri tidak akan mengakui bahwa mereka menangkap Nuri.
Lantas dia harus membicarakan logika dengan Aliansi Seni Bela Diri?
__ADS_1
Bercanda ya…
Karena saat ini mereka sudah berdiri di sisi yang berlawanan, maka Aron tidak akan merendahkan diri lagi, dia akan menunjukkan kepada semua orang, akibat yang akan ditanggung jika berani memprovokasi dirinya…
Setelah keluar dari Detasemen Perlindungan Hukum, Aron langsung memanggil taksi dan bersiap pergi ke bandara untuk terbang menuju Kota Letta!
Namun saat taksi itu melalui sebuah jalan yang terpencil, Aron seketika merasakan sebuah aura yang menguncinya.
Aura ini sangat mendominasi dan orang yang dapat mengeluarkan aura seperti ini, pasti sudah mencapai Great Grand Master tingkat puncak, bahkan lebih tinggi lagi.
“Pak sopir, berhenti di sini saja, saya akan turun di sini…”
Aron meminta sopir taksi untuk menghentikan mobil.
Sopir itu menatap Aron dengan bingung.
“Saya akan turun di sini saja…”
Aron melemparkan uang seratus ribu kepada sopir dan langsung membuka pintu lalu berjalan keluar.
Sopir itu mengambil uang dan menatap Aron yang sudah turun dari mobil sambil menggelengkan kepalanya : “Benar-benar orang yang aneh…”
Taksi pun pergi dan Aron perlahan-lahan berjalan menuju ke area hutan yang ada di pinggir jalan!
__ADS_1
Saat ini adalah musim gugur dan pohon-pohon mulai menggugurkan daunnya!
Di hadapan Aron muncul sebuah sosok, sosok itu membelakangi Aron, tangannya dilipat ke belakang seolah sedang menunggu seseorang…
“Tidak disangka metodemu lebih sadis daripada saya, kalau kamu tidak melawan Aliansi Seni Bela Diri, mungkin ke depannya kamu bisa menjadi orang paling hebat di generasi muda Kota Dama…”
Sosok itu perlahan-lahan berbalik, aura pembunuh di tubuhnya mulai meningkat, dan membuat pohon-pohon yang ada di sekitarnya sedikit bergetar.
“Wiwanto, kamu datang untuk membunuhku ya?”
Aron menatap Wiwanto yang membalikkan badannya dan bertanya dengan ringan.
“Benar, kalau kamu dibiarkan, maka ke depannya kamu akan menjadi musuh yang tangguh bagi Aliansi Seni Bela Diri, jadi kamu harus mati sekarang…”
Wiwanto berkata dengan dingin.
“Hanya mengandalkanmu, sama sekali tidak akan bisa membunuhku, namun kamu sudah menangkap pacarku, saya akan memenggal kepalamu untuk menebus penderitaan yang sudah pacarku alami selama ini…”
Aron menatap Wiwanto dengan dingin, aura pembunuh di tubuhnya juga mulai meningkat.
“Hahaha…”
Wiwanto mengangkat kepalanya dan tertawa terbahak-bahak, pohon-pohon di sekitarnya mulai hancur.
__ADS_1