Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Tedi Irwan


__ADS_3

​“Itu tidak ada hubungannya denganmu, Roy pantas mati, kamu juga tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri, saya akan baik-baik saja…..”


Aron menghibur Lina dan menyuruhnya untuk tidak menyalahkan dirinya.


“Aron, kamu ajari saya berkultivasi ya…” pada saat ini, Nuri tiba-tiba menatap Aron dan berkata : “Saya tidak ingin menjadi vas bunga, saya ingin menjadi seorang wanita yang bisa membantumu….”


Aron menatap Nuri dengan heran, dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba Nuri mengatakan hal seperti itu, pasti ada seseorang yang mengatakan sesuatu pada Nuri.


“Bukankah saya sudah bilang, berkultivasi itu sangat sulit, lagipula kamu cukup belajar dari Lina beberapa jurus dan membuat tubuhmu tetap bugar saja sudah cukup, siapa yang mengatakan kamu vas bunga, di hatiku kamu adalah wanita paling sempurna….”


Aron berkata dan membelai kepala Nuri dengan penuh kasih sayang.


“Tidak, saya mau berkultivasi, saya mau menjadi lebih kuat dibandingkan dirimu, dengan begitu kedepannya saya bisa melindungimu….”


Raut wajah Nuri tegas dan dia tidak terlihat sedang bercanda.


Aron melihat Nuri yang bersikap seperti itu merasa tersentuh, tapi meskipun dia sudah memasuki tahap Inedia, tapi dia tidak tahu bagaimana cara membawa orang memasuki dunia kultivasi, dan tidak tahu bagaimana caranya mengajari orang untuk berkultivasi.


Sebenarnya dulu Aron pernah memiliki pemikiran untuk membiarkan Nuri berkultivasi, bagaimanapun Aron adalah seorang kultivator, dengan peningkatan tingkatannya, meskipun tidak bisa mencapai tahap keabadian, tapi untuk hidup hingga usia ratusan tahun tidak akan ada masalah.

__ADS_1


Namun pada saat itu Nuri mungkin sudah meninggal karena menua, apabila dia ingin menjadi tua bersama dengan Nurii, satu-satunya cara adalah membiarkan Nuri masuk ke dunia kultivasi, namun sayangnya Aron tidak memiliki kemampuan untuk mengajari orang lain.


“Saya belum bisa mengajarimu, nanti saya akan mencarikan seorang guru untukmu agar kamu bisa berkultivasi, saya percaya dengan bakatmu dan kamu pasti bisa menjadi lebih kuat dariku…”


Walaupun Aron tidak bisa mengajarinya tapi saat ini dia teringat seseorang, yaitu Danu, karena Danu bersedia membantunya, maka Aron percaya Danu seharusnya tidak akan menolak saat memintanya mengajari Nuri cara berkultivasi.


“Saya juga mau belajar….”


Lina yang mendengarkan itu bergegas buka suara.


Lina meninggalkan pekerjaannya, untuk mengikuti Aron karena dia ingin Aron mengajarinya, hanya saja sudah sekian lama Aron masih belum mengajarkan satu jurus pun.


Aron bersama dengan Nuri dan Lina hingga siang hari, karena sebagian besar Batu Spiritual sudah habis jadi tidak ada energi spiritual yang bisa digunakan Aron untuk berkultivasi, dan agar dua wanita itu tidak merasa sedih, Aron bermain monopoli dengan mereka, dan tidak lama kemudian wajah Aron sudah dipenuhi dengan tempelan kertas dan membuat Nuri serta Lina tertawa terbahak-bahak, dan suasana hati mereka jelas meningkat pesat.


Jekson dan Lyla yang mendengar suara tawa dari ruangan itu saling bertukar pandang, dan hanya bisa mengagumi ketenangan hati Aron yang besar, dia akan segera bertarung melawan great grand master, tapi dia masih sempat bersenang-senang.


“Saya tidak mau main lagi, kalian berdua selalu menang, hari sudah siang, ayo pergi makan…”


Aron berencana makan di luar bersama dengan Nuri dan Lina, meskipun masakan Nuri sudah agak enak tapi masih banyak yang harus dia tingkatkan agar rasa makanannya menjadi lebih enak.

__ADS_1


“Kenapa? Kamu tidak suka makan masakanku, dan mau makan di luar?”


Nuri bertanya pada Aron.


“Bukan, saya takut kamu akan lelah….”


Aron bergegas menjelaskan, sebenarnya Aron memang tidak suka, tapi dia tidak berani mengatakannya.


“Sedikitpun tidak lelah, ada Lina yang membantu, kami berdua akan memasak, kamu duduk saja di sofa…..”


Nuri menarik Lina memasuki dapur.


Aron yang melihat itu hanya bisa duduk dengan pasrah di sofa, dan berdoa semoga kali ini masakan Nuri akan terasa lebih enak.


Saat Aron sedang duduk dan menunggu untuk makan, ponselnya tiba-tiba berdering.


Saat melihat nomor di teleponnya, ternyata itu adalah panggilan dari Tedi Irwan dan membuat Aron sangat terkejut.


__ADS_1


__ADS_2