
Dika mengernyitkan keningnya : “Aron, saya sudah mengaku kalah, apalagi yang kamu inginkan?”
“Mengaku kalah?” Aron menyeringai : “Sejak awal saya sudah memintamu untuk bersujud dan mengakui kesalahanmu, dan saya akan membiarkanmu tetap hidup, tapi kamu tidak setuju, jadi hari ini jangan harap kamu bisa pergi.”
“Kamu benar-benar ingin bertarung hingga mati?” Dika tidak menyangka, kalau dirinya sudah mengaku kalah, Aron tidak akan membiarkannya.
“Hari ini adalah pertarungan hidup atau mati, kalau yang kalah adalah saya, apa kamu akan melepaskanku?”
Raut wajah Aron sedingin es, sejak awal dia tidak berniat membiarkan Dika pergi dalam keadaan hidup, kebaikan pada musuh adalah kekejaman pada diri sendiri, Aron tidak sebaik itu.
Semua orang melihat Aron yang hendak bertarung hidup atau mati dengan Dika jadi tercengang.
Seorang Grand Master, berani menghentikan Great Grand Master dan ingin bertarung hidup dan mati dengannya, apalagi Keluarga Bara masih membawa banyak orang di lokasi, termasuk beberapa orang yang sudah mencapai ranah grand master, apakah Aron berencana bertarung satu lawan seluruh Keluarga Bara?
“Aron, jangan terlalu arogan, kakakku sudah mengaku kalah kamu masih mau bertarung hidup atau mati, kamu kira Keluarga Bara takut padamu ya!”
Boyca melangkah keluar dan bawahan Keluarga Bara juga langsung mengepung Aron.
__ADS_1
“Boyca, hari ini adalah pertarungan hidup atau mati antara saya dan kakak pertamamu, kalau kalian tidak ingin mati, menyingkir, atau kalian juga tidak akan bisa pergi dari sini…..”
Wajah Aron menjadi sangat suram dan niat membunuh yang besar muncul dari tubuhnya.
“Ini adalah Kota Sanur, bukan Kota Dama, ingin mencurangi Tuan Aron disini, kalian salah tempat….”
Jekson juga melompat keluar dari kerumunan dan disusul dengan Lyla, Eddyt, Hendy, Rey……dan lain-lain, banyak ahli bela diri dari Provinsi Canna juga mengelilinginya.
Ratusan anggota Geng Lyla dan Geng Lyla yang awalnya bertugas menjaga di luar stadion juga seketika mengerumuni dan mengepung seluruh ring, dan mengepung Dika dan rombongannya.
Hendy menatap Boyca dan bertanya dengan dingin.
“Biyca, sebagai Ketua Detasemen Perlindungan Hukum, ada aturan dalam pertarungan, saya tidak peduli siapa yang menang atau kalah, tapi kalau kamu berani melanggar aturan, saya tidak akan duduk diam.”
Raut wajah Eddyt juga tampak dingin, dia sudah lama merasa geram pada anggota Keluarga Bara, apalagi mereka membandingkannya dengan anjing saat di ruang tunggu tadi, Eddyt sudah lama menahan amarahnya.
“Hm, bajingan, jangan menggertakku dengan begitu banyak orang, walau jumlah kami sedikit, tapi mereka merupakan pasukan elit dari Keluarga Bara, semuanya sudah berada di atas tingkat lima dari grand master, hanya mengandalkan kelompok preman kalian kalau benar-benar bertarung, siapa yang menang dan kalah belum bisa dipastikan!”
__ADS_1
Boyca mendengus dingin dan berniat memimpin bawahannya untuk bertarung mati-matian, dia tidak mungkin membiarkan Dika dibunuh begitu saja oleh Aron, kalau Keluarga Bara kehilangan wira, maka Keluarga Bara akan hancur.
Raut wajah Eddyt dan yang lainnya menjadi sangat jelek, yang dikatakan Boyca tidak salah, meskipun mereka menang jumlah tapi yang benar-benar sudah berada di tingkat master hanya beberapa orang, dan sisanya adalah orang-orang yang bahkan belum melatih kekuatannya, kalau mereka hanya mengandalkan jumlah, dan bertarung dengan para master, maka orang-orang ini tidak akan punya kesempatan untuk menyerang.
Untuk sementara, semua orang di lokasi membeku, tidak ada yang menyerang dan tidak ada yang pergi, ini membuat suasana sangat tertekan.
“Biarkan saya berbicara dengan adil…..”
Saat ini Alfat tiba-tiba angkat bicara dan perlahan berjalan ke dalam kerumunan.
Alfat berjalan ke depan sementara kerumunan di depannya tanpa sadar disingkirkan oleh kekuatan yang sangat besar.
Elder mengikuti Alfat dari belakang dan langsung berjalan ke tengah.
Saat semua orang melihat Alfat, banyak yang menunjukkan keraguannya karena mereka tidak mengenal Alfat, tapi Dika dan Hendy, serta Eddyt seketika kaget saat melihat Alfat.
__ADS_1