
“Satria, kamu masih mengkhawatirkan putramu, putramu sudah meninggalkanmu dan melarikan diri sejak awal, mungkin sekarang dia sudah berada jauh…”
Saat ini, di kerumunan orang yang sedang menyaksikan pertempuran tiba-tiba ada seseorang yang berteriak.
Satria baru memperhatikan bahwa Robi sudah tidak terlihat, dan Aron juga baru menyadari hal ini.
Sejak awal, perhatian Aron tertuju pada Satria, bukan pada Robi, tidak disangka anak itu malah kabur.
Satria melihat putranya yang sudah kabur tidak merasa marah, malah tertawa keras : “Hahaha, sekarang Keluarga Himawan tidak akan lenyap lagi…”
“Walau putramu melarikan diri ke ujung dunia, saya juga akan tetap membunuhnya…”
Sepasang mata Aron menyipit dan suaranya sedingin es.
“Kamu tidak akan bisa membunuh putraku, tidak akan bisa membunuhnya, karena semua orang di sini akan mati…”
Satria berteriak dengan wajah penuh kegarangan.
Segera setelah itu aura Satria meningkat dan sebuah cahaya menembus dadanya bersinar melalui kulitnya.
Ini adalah Inti Emas para ahli bela diri, hanya setelah mencapai ranah Master Guru, baru akan menumbuhkan Inti Emas, namun bagi seorang ahli bela diri, hanya satu dari ratusan orang yang dapat menumbuhkan Inti Emas.
Sebuah kekuatan yang dapat menghancurkan langit tidak berhenti memadat di dalam Inti Emas di dada Satria!
“Satria ini adalah Master Guru yang memiliki Inti Emas, dia akan meledakkan diri, cepat lari…”
__ADS_1
Saat ini, di antara kerumunan yang menonton keramaian ada yang menyadari Satria akan meledakkan diri dan mulai melarikan diri dengan putus asa!
Segera, kerumunan yang menonton keramaian sudah kabur semuanya, seorang Master Guru meledakkan diri, sepertinya akan lebih kuat daripada ratusan ton bahan peledak.
“Aron, kali ini, kita akan mati bersama…”
Satria berteriak pada Aron.
Alasan Satria lebih memilih dibunuh oleh Aron daripada meledakkan dirinya tadi karena Robi berada di sana, semua orang Keluarga Himawan juga ada di sana.
Jika dia meledakkan diri, maka semua orang di Keluarga Himawan tidak akan tersisa satu pun, Robi juga tidak terkecuali.
Jadi Satria walau harus mati juga tidak akan meledakkan diri, dan bertarung mati-matian dengan Aron!
Tapi sekarang sudah berbeda, karena Aron tidak berniat melepaskan Keluarga Harman dan Robi sudah melarikan diri, Satria tidak perlu khawatir lagi.
Aron menyeringai : “Saya tidak akan menghentikanmu untuk meledakkan diri, saya kebetulan bisa menguji tubuh fisikku apakah bisa menahan ledakan diri seorang Master Guru!”
Aron tidak menghentikan Satria, sekarang dia sudah mencapai Tahap Jiwa Baru, selama Jiwa Barunya tidak hancur, Aron tidak akan mati!
Walau tubuh fisiknya hancur berkeping-keping dia juga tidak akan mati.
Ini adalah kekuatan Aron, jadi dia juga berani mencobanya!
Tubuh Aron bersinar dengan cahaya keemasan yang menyilaukan, tubuh emas tak ter hancurkan dikerahkan hingga batas maksimal dan semua otot-otot di tubuhnya juga berkontraksi.
__ADS_1
“Tuan Besar, jangan, jangan…”
Orang-orang Keluarga Himawan yang melihat Satria akan meledakkan diri seketika menjadi panik!
Mereka menghalangi Satria, bukan karena tidak ingin Satria mati tapi tidak mau diri mereka mati.
Kalau Satria meledakkan diri, tidak satu pun dari mereka yang akan bertahan hidup…
Kepala pelayan Keluarga Himawan melangkah maju dan bersiap menghentikan Satria untuk meledakkan diri.
Namun siapa sangka, kepala pelayan yang baru melangkah maju langsung ditampar oleh Satria dan kepalanya hancur.
“Sebagai orang dari Keluarga Himawan, bagaimana bisa kalian begitu serakah akan hidup dan takut pada kematian…”
Saat ini Satria seolah sudah gila, sepasang matanya merah padam.
Saat melihat pemandangan ini, semua orang dari Keluarga Himawan tersentak, dan setelah saling menatap satu sama lain, mereka langsung menyerang ke arah Satria.
Mereka akan menghentikan Satria untuk meledakkan diri, karena Satria yang meledakkan diri akan membuat mereka terbunuh!
Sedangkan setelah Satria mati, mereka mungkin masih memiliki secercah harapan saat menghadapi Aron!
Sepertinya mereka berniat membunuh Satria, untuk menunjukkan kepada Aron, mereka layak mendapatkan satu kesempatan untuk hidup lagi!
Satria melihat orang-orang dari Keluarga Himawan yang menerjang ke arahnya seperti orang gila, gemetar karena marah.
__ADS_1
Kemarahannya sudah mencapai batas maksimal sehingga dia sudah tidak bisa mengatakan apa pun…