Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Di keroyok 2


__ADS_3

Lina menggigit bibirnya, matanya menatap Aron dengan berkaca-kaca, pada akhirnya dia berkata : “Saya juga tidak akan pergi, kalau Aron mati saya juga tidak akan hidup lagi, saya yang sekarang sudah tidak bisa tanpa dirinya…”


Di saat terakhir, Lina mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya.


Sebenarnya di dalam hatinya, Aron sudah lama menempati tempat penting, namun karena Nuri, Lina tidak berani mengungkapkan isi hatinya kepada Aron.


Lina tersipu malu saat mengungkapkan isi hatinya!


Aron juga sedikit kaget, tapi Nuri malah terlihat sangat tenang, dia tersenyum pada Lina dan meraih tangannya : “Lina, sebenarnya saya sudah lama tahu perasaanmu pada Aron, kita adalah teman terbaik, kebetulan bisa menemaninya hingga akhir waktu, dan menemaninya dalam perjalanan…”


“Iya!” Lina mengangguk, tidak terlihat sedikit panik maupun takut.


Kematian bagi mereka berdua saat ini, bukanlah hal yang menakutkan, asalkan mereka bisa mati bersama dengan Aron!


Aron menatap Lina dan Nuri, dia tahu tidak peduli apapun yang dia katakan mereka berdua tidak akan melarikan diri.


“Saya akan berusaha sekuat tenaga agar kita semua bisa tetap hidup…”


Tatapan mata Aron mulai berkaca-kaca!

__ADS_1


Dia tidak boleh membiarkan Nuri dan Lina mati bersamanya, dia tidak akan menyerah hingga menit terakhir…


“Aron, biarkan saja, kalau kamu benar-benar terbunuh, maka saya dan Lina akan bunuh diri, tidak akan membiarkan mereka melecehkan kami…”


Nuri tahu apa yang dikhawatirkan oleh Aron jadi dia angkat bicara.


Aron menganggukkan kepalanya dengan berat, dia mengulurkan tangan dan Pedang Naga muncul, mengambil langkah pertama dan aura yang menakutkan menyebar ke sekeliling.


“Tidak disangka kamu cukup memiliki daya tarik, sampai-sampai dua orang gadis cantik bersedia mati demi dirimu, kalau begitu maka saya akan mengabulkan keinginan kalian…”


Tubuh Raul bergetar, aura dari tubuhnya terpancar, tapi di saat bersamaan darah kembali mengalir dari sudut mulut Raul lagi!


Raul melirik Sutai dan Roddy, dia sedang meminta mereka berdua untuk menyerang Aron.


“Serang bersama-sama…”


Sutai memerintahkan bawahannya tanpa ragu-ragu.


Roddy juga mengangguk dan memberi isyarat kepada bawahannya yang berkekuatan Great Grand Master.

__ADS_1


Raul melihat dua keluarga itu sudah setuju untuk menyerang, maka tanpa ragu-ragu Raul kembali mengarahkan pukulannya ke arah Aron, disusul dengan tinju Raul, terlihat riak di udara yang terlihat oleh mata telanjang.


Raul mengerahkan seluruh tenaganya untuk pukulan ini, seolah-olah dia tidak ingin lagi menunda lebih lama, kalau hari ini dia cedera maka dia harus menghabisi Aron secepat mungkin, untuk menghindari situasi berubah menjadi buruk.


Aron melihat pukulan Raul yang menghampirinya dan tubuhnya tiba-tiba memancarkan aura yang berwarna keemasan, seperti sebuah baju besi yang menutupi tubuh Aron.


“Apa itu?”


Raul mengernyitkan keningnya, namun kecepatan di tangannya tetap tidak berkurang dan menghantam tubuh Aron dengan keras.


“Bam…”


Raul menghantamkan tinjunya dengan keras ke tubuh Aron, Aron yang seharusnya terpental oleh pukulan itu, masih berdiri tegak, sebaliknya Raul yang merasakan serangan balik yang luar biasa, tubuhnya mundur beberapa langkah dan tangannya mati rasa!


Aron tidak menyerang Raul, dengan Pedang Naga di tangannya dia menebas ke arah Great Grand Master Klan Petir yang mengarah padanya, energi pedang yang menakutkan itu langsung meledak beberapa meter, dan menebas melintasi langit seolah-olah akan membelah langit!


Raut wajah Great Grand Master dari Klan Petir itu seketika berubah saat merasakan energi pedang itu, tubuhnya mundur dengan cepat, dia langsung mundur tanpa bertarung dengan Aron!


Pukulan Raul tadi tidak menyebabkan cedera apapun pada Aron, ini membuat Great Grand Master dari Klan Petir sedikit tidak yakin dengan kekuatan Aron, jadi dia langsung mundur saat menghadapi energi pedang Aron!

__ADS_1



__ADS_2