Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Hancurnya Kesombongan


__ADS_3

“Mulai hari ini, perusahaan tidak ada hubungannya lagi denganmu, jadi enyahlah!”


Basri berkata dengan dingin.


Brak…


Andrew yang mendengar itu seketika terduduk di lantai, dia sudah bekerja keras seumur hidupnya dan sekarang tidak ada yang tersisa.


“Ayah…”


Jeswan bergegas menarik Andrew untuk berdiri.


“Tuan Basri, ampuni saya, kumohon ampunilah saya, ampunilah saya…”


Andrew berlutut di hadapan Basri dan memohon belas kasihan dengan menyedihkan.


Namun Basri tidak bergeming, ini bukanlah sesuatu yang Basri berani lakukan tanpa diminta oleh Aron.


Andrew juga sepertinya sudah melihat apa yang terjadi dan menggertakkan giginya lalu memohon pada Aron : “Aron, tadi paman salah menyalahkanmu, mohon bicaralah pada Tuan Basri dan ampuni saya kali ini…”


Aron menatap Andrew dengan dingin dan berkata : “Saya tidak berani melampaui paman…”


Melihat memohon pada Aeon tidak berguna, Andrew menoleh pada Sheli.


“Sheli, kumohon bantu saya memohon belas kasihan, kakak salah, kakak salah…”

__ADS_1


Andrew memohon pada Sheli, Sheli juga tampak serba salah dan kasihan, dia ingin mengulurkan tangannya dan memapah Andrew untuk berdiri.


Tapi saat Sheli baru mengulurkan tangannya, Wahyu yang ada di samping langsung menariknya, meskipun Wahyu tidak bicara sejak tadi, tapi dia sudah melihat dengan jelas dan tidak ingin Sheli ikut campur.


Andrew memohon tapi tidak ada orang yang mengasihaninya!


Saat ini Jeswan yang melihat ayahnya seperti itu bergegas maju dengan raut wajah marah dan menarik Andrew untuk berdiri.


“Ayah, tidak usah memohon pada mereka lagi, paling-paling tidak bekerja lagi pada Keluarga Darminto, saat ini bagaimanapun saya adalah seorang kepala bagian, saya bisa menghidupimu, setelah dua tahun saya pasti akan menunjukkan pada mereka…”


Jeswan menggertakkan giginya dan menatap tajam ke arah Aron dan Sheli serta yang lainnya!


Dia membenci kerabat-kerabatnya ini karena begitu kejam!


Tapi dia sendiri tidak menyadari, dia yang sejak awal bersikap sombong mana mungkin dianggap sebagai kerabat oleh kerabat yang ada di hadapannya ini.


Aron menoleh ke arah Eddyt.


“Hanya seorang kepala bagian, juga berani memamerkan otoritasmu, kami tidak membutuhkan seorang penggertak sepertimu di departemen penegak hukum kami.”


Eddyt melirik Jeswan dan berkata dengan ringan.


Jeswan tercengang, dia melirik Eddyt dan seketika matanya membelalak dan terdiam.


Tadi dia memusatkan seluruh perhatiannya pada Basri, dia tidak memperhatikan Eddyt, saat ini dia baru memusatkan pandangannya dan melihat Eddyt.

__ADS_1


Ketua Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama, jika dibandingkan dengan seorang kepala bagian di Kota Taka, dia bisa dianggap apa!


​“Ketua…ketua Detasemen…saya…saya…”


Jeswan terbata-bata, dan tidak tahu harus berkata apa.


“Kamu tidak perlu mengatakan apapun, sekarang sebagai Ketua Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama saya memberhentikanmu dari jabatan resmimu, dan mengenai pelanggaran hukum dan disiplin yang kamu lakukan, saya akan meminta orang untuk melanjutkan penyelidikan…”


Eddyt melambaikan tangannya dan berkata dengan dingin.


Saat ini, raut wajah Jeswan memucat, dia terjatuh lemas ke lantai, Andrew juga ikut terjatuh di belakangnya, ayah dan anak itu terlihat seperti seekor anjing yang tersesat saat ini.


Sedangkan beberapa pejabat setempat yang mendengar Eddyt merupakan Ketua Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama, terlalu takut untuk bicara, mereka diam-diam kabur karena takut akan dilibatkan dan kehilangan jabatan mereka.


“Tuan Aron, kita ganti ruangan VIP lain, saya yang akan menebus kesalahan pada Tuan Aron secara pribadi…”


Basri berkata pada Aron dengan penuh hormat.


Aron mengangguk, melirik Andrew dan Jeswan yang terkulai di lantai membuat Aron tidak selera makan.


Tidak lama kemudian, rombongan itu berganti ruangan, dan Basri terus meminta maaf pada Aeon, ini membuat ibu Aron, dan sekeluarga bibi kedua Aron tercengang.


Hanya Wahyu yang menatap Aron dengan lega, dia sudah melihat sejak awal, kalau Aron bukan orang yang sederhana…


Setelah tinggal di Desa Collin selama dua hari, Basri dan yang lainnya tidak kembali ke kota, melainkan tinggal di Desa Collin bersama dengan Aron.

__ADS_1


Dua hari kemudian, setelah berpamitan dengan orang tuanya, Aron dan yang lainnya menuju ke Kota Dama.


Selama waktu itu, Mars menelpon Lucas dan mendesaknya agar segera menyiapkan bahan obat yang dibutuhkan oleh Aron secepat mungkin, setelah selesai membantu Eddyt menangani masalahnya, Aron berencana pergi ke Lembah Pengobatan untuk membuat Salep Giok Hitam dan menyembuhkan Jekson serta Lyla secepat mungkin.


__ADS_2