
Teddy melihat ke arah wanita itu menunjuk dan dia juga menemukan Aron yang duduk di dalam mobil dan langsung memelototinya : “Paman Jekson, tadi saat di pesawat bocah ini menganiayaku, lihatlah pergelangan tanganku masih merah sampai sekarang!”
Teddy bergegas menunjukkan pergelangan tangannya pada Jekson!
“Hei bocah, bukankah kamu sangat hebat? Sekarang rasakan…..”
Wanita itu mencibir pada Aron.
Aron tidak memperdulikan mereka, dia menatap Jekson dan bertanya : “Ini adalah orang yang kamu tunggu?”
Keringat dingin membasahi kening Jekson, dan dia langsung menampar wajah Teddy dengan keras : “Bajingan, bicara apa kamu? Apa Tuan Aron adalah orang yang bisa kamu tunjuk seperti itu?”
Tamparan itu membuat Teddy kebingungan, dia menatap Jekson dengan tidak percaya, sedangkan Jekson berkata pada Aron : “Tuan Aron, saya benar-benar tidak tahu kalau bocah ini berani menyinggungmu, saya dan ayahnya berteman biasa, sekarang saya akan mengutus orang untuk melemparkan mereka berdua ke dalam sungai…..”
Perkataan Jekson membuat kedua orang itu seketika tercengang, terutama wanita itu, dia langsung menangis dengan keras!
“Sudahlah, biarkan saja mereka kembali ke asalnya!”
Aron mengibaskan tangannya dan menaikkan jendela mobil!
“Hari ini anggap saja kalian berdua sedang beruntung, segera beli tiket pesawat dan enyah dari sini….”
Setelah berkata Jekson langsung masuk ke dalam mobil dan melaju pergi!
Hanya tersisa sepasang anak muda itu yang berdiri di depan pintu bandara, dan menatap mobil yang melaju semakin menjauh seperti orang bodoh…..
…………
Villa Perumahan Bumi Sejuk!
Nuri i sedang sibuk di dapur dan membuat seluruh dapur berasap.
__ADS_1
“Saya sudah bilang kamu tidak perlu sibuk, sekarang kamu membuat seluruh rumah berbau asap minyak, baru berpisah beberapa hari, pulang ya pulang saja!”
Lina menutup hidungnya dan membujuk Nuri!
“Mana boleh seperti itu, saya harus belajar memasak, dan menjadi istri serta ibu yang baik, kalau tidak nanti Aron akan direbut oleh orang lain, saya mulai merasa tidak aman!”
Nuri tidak mengindahkan perkataan Lina dan tetap menyibukkan diri di dapur!
Mendengar perkataan Nuri, Lina tidak tahu kenapa dan wajahnya memerah : “Saya tidak akan merebut Aron darimu…..”
“Aduh, saya tidak mengataimu, kalau kamu menyukainya apa perlu merebutnya, kita bisa membaginya bersama, pada saatnya malah akan membuat Aron itu mati bahagia…..”
Nuri bercanda pada Lina!
Jantung Lina berdetak kencang, dia tidak mengerti kenapa setiap kali Nuri mengatakan hal seperti ini jantungnya akan berdetak kencang, dia benar-benar pernah berpikiran seperti itu!
“Lina, apa yang kamu pikirkan?” Lina bergegas berteriak dalam hatinya, setelah menenangkan pikirannya, dia tidak memperdulikan Nuri lagi dan duduk di sofa untuk menonton TV sendirian!
Tepat saat Nuri selesai memasak, Jekson dan Aron sudah tiba di rumah!
Baru berjalan masuk, dan melihat ruang tamu yang berasap Aron tidak perlu menebak apa yang terjadi barusan.
“Aron, kamu sudah pulang, lihatlah saya khusus memasak untukmu…..”
Nurii melihat Aron sudah pulang dan bergegas berkata dengan perasaan puas.
“Em, wangi sekali, mencium aroma wangi ini membuatku lapar…..”
Aron menarik nafas dalam-dalam dan berkata dengan gembira.
“Benarkah? Kalau begitu ayo cepat duduk!” Nuri bergegas menarik Aron untuk duduk, lalu menatap Lina dan Jekson : “Kalian berdua juga ayo makan bersama!”
__ADS_1
“Tidak tidak tidak….” Jekson ketakutan dan bergegas mengibaskan tangannya : “Lyla sudah memasak, dan menungguku untuk makan di rumah!”
Aron yang mendengarnya mengejek : “Jekson, lumayan juga kamu ya, sudah tinggal bersama dengan Lyla!”
Wajah Jekson memerah : “Kami ini sudah tua, ya begitulah!”
“Saya rasa kalian berdua juga sudah saatnya tinggal bersama, sudah menjalin hubungan seperti ini tapi masih berpura-pura…..”
Lina berkata pada Aron dan Nuri.
“Tidak boleh, saya akan menyimpan hal yang paling berharga hingga malam pertama!”
Nuri bergegas menggelengkan kepalanya.
“Kamu simpan saja, takutnya akan ada wanita yang merelakannya, dan pada saatnya kamu jangan menyesal….”
Lina tersenyum nakal!
Nuri tercengang lalu menatap Aron, Aron memelototi Lina dan berkata sambil tersenyum pada Nuri : “Tenang saja, saya bukan orang seperti itu!”
“Saya rasa kamu tidak akan berani….”
Nuri tersenyum bangga!
Setelah Jekson pergi, Lina juga berniat pergi, dia benar-benar tidak sanggup memakan masakan Nuri, namun baru berjalan dua langkah, Nuri menariknya kembali, dan memaksanya mencicipi masakannya!
Lina hanya bisa duduk dengan pasrah, Aron makan dengan senang dan sambil makan dia terus memuji keahlian memasak Nuri, dan itu membuat Nuri sangat senang!
Lina melihat Nuri yang menatap dirinya, dan hanya bisa mengangkat sumpit lalu mulai makan sedikit!
__ADS_1