Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Terjerat Pesona


__ADS_3

Pelindung Kelima melepaskan Nely dengan patuh, sepasang matanya masih menatap lurus ke arah Nely.


“Apakah kamu menyukaiku?” Nely bertanya sambil mengedipkan matanya pada Pelindung Kelima.


“Suka…” Pelindung Kelima mulai mengangguk dan bergumam.


"Kalau kamu menyukaiku maka kamu harus mendengarkan perkataanku, sekarang kamu harus membunuh orang yang menangkap adikku…”


Nely berkata sambil menunjuk ke arah Pelindung Keempat.


“Baik!” Pelindung Kelima tersenyum bodoh, dia berbalik lalu mengarah ke Pelindung Keempat.


“Adik kelima, adik kelima…”


Pelindung Keempat melihat Pelindung Kelima yang berjalan ke arahnya merasakan ada yang tidak beres dan segera berteriak memanggilnya.


Namun Pelindung Kelima seolah tidak mendengarnya dan tetap bergerak lurus ke arah Pelindung Keempat.


Hush…


Pelindung Kelima melemparkan pukulannya ke arah Pelindung Keempat, kekuatannya yang luar biasa membuat deru angin yang menakutkan, dan langsung membuat suara dentuman di udara.


Pelindung Keempat yang menggendong Lina menghindari serangan Pelindung Kelima.


“Adik kelima, bajingan, kamu gila ya…”


​“Adik kelima, adik kelima…”


Pelindung Keempat melihat Pelindung Kelima yang berjalan ke arahnya merasakan ada yang tidak beres dan segera berteriak memanggilnya.


Namun Pelindung Kelima seolah tidak mendengarnya dan tetap bergerak lurus ke arah Pelindung Keempat.

__ADS_1


Hush…


Pelindung Kelima melemparkan pukulannya ke arah Pelindung Keempat, kekuatannya yang luar biasa membuat deru angin yang menakutkan, dan langsung membuat suara dentuman di udara.


Pelindung Keempat yang menggendong Lina menghindari serangan Pelindung Kelima.


“Adik kelima, bajingan, kamu gila ya…”


Pelindung Keempat berteriak memakinya.


Tapi Pelindung Kelima tetap tidak berhenti dan terus menyerang Pelindung Keempat.


Pelindung Keempat tidak berdaya dan hanya bisa melemparkan Lina ke samping, lalu terus mencoba menahan serangan dari Pelindung Kelima.


“Lina, kamu tidak apa-apa kan?”


Nely bergegas maju dan memapah Lina berdiri.


Lina menggelengkan kepalanya.


Saat ini Pelindung Kedua yang sedang bertarung dengan Nuri, melihat Pelindung Keempat dan Pelindung Kelima yang bertarung berkata dengan marah : “Adik keempat, adik kelima, bajingan, apakah kalian berdua sudah gila, bertengkar demi perempuan…”


Pelindung Kedua mengira kedua orang itu bertengkar karena memperebutkan wanita.


“Kakak kedua, adik kelima sudah gila, saya tidak tahu kenapa dia menyerangku…”


Pelindung Keempat menahan serangan Pelindung Kelima dengan menyedihkan sambil berkata dengan lantang.


Raut wajah Pelindung Kedua seketika tenggelam, dia menyatukan kedua tangannya dan gelombang energi yang bagaikan gunung besar mengalir ke arah Nuri.


Raut wajah Nuri berubah dan bergegas mundur, namun Pelindung Kedua tidak mengambil kesempatan untuk menyerang Nuri, sosoknya langsung melintas dan meraih pergelangan tangan Pelindung Kelima, dan mengendalikan Pelindung Kelima.

__ADS_1


Tatapan mata Pelindung Kelima kosong, seolah sedang dikendalikan tapi dia terus melawan seperti orang gila, sama sekali tidak mengenali siapapun.


“Kakak kedua, lihatlah adik kelima sudah gila bukan?”


Pelindung Keempat berkata dengan wajah penuh amarah.


Bagaimana mungkin seseorang tidak marah saat diserang oleh saudaranya tanpa alasan yang jelas secara tiba-tiba.


Pelindung Kedua mengernyitkan keningnya tapi dia juga tidak tahu apa yang salah dengan Pelindung Kelima.


“Kakak pertama, cepat kemari dan lihat apa yang terjadi pada adik kelima?”


Pelindung Kedua berkata pada Pelindung Utama.


Saat ini Pelindung Utama dan Pelindung Ketiga sedang bertarung dengan Serigala salju, Serigala salju yang gesit tidak berhenti bergerak dan menyerang, namun menghadapi serangan dari dua orang Great Grand Master tingkat lima, Serigala salju jelas bukan lawannya, saat ini tubuh Serigala salju sudah penuh dengan luka.


Darah segar membuat bulunya yang seputih salju berubah menjadi warna merah, hanya saja Serigala salju masih berjuang untuk bertahan, karena dia tahu jika dia sampai kalah sekarang, maka Danu dan yang lainnya pasti tidak akan bisa melawan mereka.


Pelindung Utama mendengar panggilan dari Pelindung Kedua langsung mengarahkan tamparannya ke kepala Serigala Salju, Serigala salju merunduk dan mengarahkan cakarnya ke betis Pelindung Utama.


Namun ini adalah jebakan dari Pelindung Utama, tamparan itu hanyalah gerakan tipuan dari Pelindung Utama, dia kemudian mengarahkan tendangannya dengan ganas.


Tendangan itu tepat mengenai tubuh Serigala salju dan membuat Serigala salju yang besar itu terlempar lalu menghantam tanah dengan keras.


“Snowy…”


Melihat hal itu, Nuri dan yang lainnya bergegas menghampiri, melihat tubuh Serigala salju yang babak belur dan penuh luka mata mereka menjadi basah.


Saat ini, Pelindung Utama tidak memperdulikan Serigala salju yang terhempas, dia langsung menghampiri Pelindung Kelima.


__ADS_1


__ADS_2