Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Sibuk dengan keberadaan mobil mewah


__ADS_3

“Saya sudah mengaturkan posisi di departemen pemerintahan untuknya dan sekarang dia menjadi kepala bagian…”


Kata Andrew.


“Kepala bagian?” bibi kedua Aron menarik nafas panjang, “Di tempat seperti Kota Taka bisa menjadi Kepala bagian, sepertinya jauh lebih hebat daripada walikota di Kota Sanur bukan?”


“Itu tidak benar, hanya saja saya sering minum dengan Walikota Kota Sanur, Willy…”


Saat ini Jeswan angkat bicara.


Meskipun terkesan sederhana, namun tidak ada yang sederhana tentang nada suara itu.


“Bisa minum anggur dengan walikota itu benar-benar sangat hebat, kedepannya Jeswan harus banyak membantu Bibi ya…”


Bibi kedua Aron tertawa.


Jeswan tidak menjawab bibi keduanya, dia duduk di samping Andrew dan menatap Nely lalu bertanya : “Siapa ini, kenapa saya merasa tidak familiar?”


“Ini adalah temannya Aron, dia datang bersama untuk merayakan Festival Pertengahan Musim Gugur…”


Shelu menjelaskan.


Namun penjelasan ini membuat orang mengira Nely adalah pacarnya Aron.


Jeswan menatap Aron dengan tatapan cemburu dan tidak mengatakan apapun.


Pada saat ini, pintu tiba-tiba dibuka oleh seseorang, dan seorang pria paruh baya berusia sekitar empat puluh tahunan masuk ke dalam.


“Kepala bagian Jeswan, maaf saya datang terlambat…”

__ADS_1


Orang yang masuk berkata pada Jeswan dengan sikap penuh hormat.


“Kepala Desa Diki?”


Melihat orang yang datang, Wahyu dan yang lainnya bergegas berdiri, orang yang datang adalah kepala desa mereka.


“Kepala Desa Diki, kami juga baru sampai, duduklah…”


Jeswan berkata dengan wajah merendahkan.


Meskipun Jeswan menunjukkan sikap seperti itu, tapi kepala desa Diki tidak peduli dan segera duduk di samping Jeswan.


Tidak lama kemudian, orang-orang terus berdatangan ke ruangan VIP itu, kalau bukan kepala desa, maka kepala dewan, dalam sekejap ruangan itu sudah penuh.


Aron dan keluarga lainnya terdesak ke sudut, kali ini Nely bisa duduk di samping Aron sesuai dengan keinginannya.


“Aron, paman seperti apa pamanmu itu? Ini bukan acara makan keluarga, lebih terlihat seperti undangan makan untuk orang lain, kalian hanya untuk menemani saja…”


Aron juga sudah menyadarinya sejak awal, melihat Andrew memanggil mereka hanya untuk pamer di depan kedua keluarga mereka.


Sekarang seluruh ruangan VIP sudah penuh, semua pejabat setempat tidak berhenti bersulang dengan Andrew dan Jeswan, sedangkan Aron dan dua keluarganya tidak diperhatikan sama sekali.


Kedua keluarga itu merasa canggung, tetapi mereka terlalu malu untuk bangun dan pergi.


“Kepala bagian Jeswan, memang tidak diherankan kalian Keluarga Wiryo berbisnis di Kota Taka, dan mendapatkan uang banyak ya, saya lihat ada sebuah Rolls Royce yang terparkir di luar dengan plat Kota Dama, pasti itu mobil kalian bukan? Dengar degar mobil itu mencapai beberapa miliar ya?”


Kepala Desa Diki berkata kepada Jeswan dengan rasa iri di matanya.


“Rolls Royce berplat Kota Dama?” Jeswan tercengang lalu menatap ayahnya, Andrew.

__ADS_1


“Rolls Royce, dan berplat kota Dama?” Andrew juga tampak bingung, dan bertanya pada Kepala Desa Diki : “Berapa platnya?”


“Sepertinya plat E 1 W…”


Kepala Desa Diki menyebutkan nomor plat itu.


“Plat nomor ini terdengar sangat familiar?” Andrew mengernyitkan keningnya.



“Ayah, bukankah itu mobil milik Tuan Basri Darminto dari Keluarga Darminto, kenapa bisa ada disini?”


Jeswan berkata dengan kaget.


“Benar, mobil Tuan Basri, pantas saya merasa familiar, lantas Tuan Basri juga datang ke Kota Sanur?”


Andrew juga sangat terkejut!


“Saya akan memeriksanya…” setelah berkata Jeswan bangkit berdiri dan berjalan menuju jendela untuk melihat mobil yang ada di luar.


Saat dia melihat dengan jelas dia bergegas berkata pada Andrew : “Ayah, benar mobil Tuan Basri, Tuan Basri mungkin sedang makan disini juga…”


Andrew yang mendengarnya bergegas melihat keluar jendela.


Tindakan kedua orang ini menyebabkan banyak orang di dalam ruangan merasa bingung, tapi ayah dan anak ini sama sekali tidak peduli.


“Ayo ayo ayo, cepat kita cari, Tuan Basri pasti makan disini…”


Andrew menarik Jeswan berlari keluar dengan gelisah.

__ADS_1


Di dalam ruangan hanya tersisa sekelompok orang yang saling menatap tanpa tahu apa yang terjadi, hanya saja Aron tahu apa yang sedang dicari dua orang itu.



__ADS_2