Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Nuri Di Culik


__ADS_3

Namun saat mereka berjalan keluar dari kawasan pejalan kaki, mereka disambut oleh lima enam pemuda dan beberapa di antara mereka jelas habis minum dan sudah mabuk.


Salah seorang di antara mereka adalah pemuda dengan rambut belah tengah dan mengenakan setelan jas kotak-kotak, setelah melihat Nuri dan Lina, tatapannya menjadi lurus ke arah mereka berdua.


Merasakan tatapan pemuda itu, raut wajah Nuri dan Lina terlihat dipenuhi ekspresi jijik, lalu mereka berjalan melewati kerumunan pemuda itu dan terus berjalan ke depan.


“Dua gadis cantik, kalian mau kemana? Sini biar kakak antar kalian dengan mobil…”


Pemuda yang mengenakan jas kotak-kotak itu menghentikan Nuri dan Lina lalu berkata dengan tatapan bejat, tangannya kemudian menekan kunci mobilnya dan membuat sebuah Ferrari yang berhenti tidak jauh dari sana mengedipkan lampunya.


“Minggir…”


Nuri mengernyitkan keningnya dan berkata dengan jijik.


“Hei, gadis cantik memiliki temperamen yang cukup kuat, kakak paling suka yang seperti ini…”


Pria yang mengenakan jas itu berkata dan mulai menyentuh Nuri.


Nuri mendengus lalu meledakkan aura di tubuhnya!


Pemuda yang mengenakan jas kotak-kotak itu langsung didorong oleh energi besar dan membuatnya terhempas belasan meter, lalu menabrak tanah dengan keras.


Kali ini, beberapa pemuda lainnya seolah tersadar dari mabuknya dan menatap Nuri serta Lina dengan kaget.


Satu per satu dari mereka mengusap matanya dan tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

__ADS_1


Tadi tidak satupun dari mereka melihat Nuri menyerang, tapi rekan mereka itu terhempas jauh, rasanya seperti bertemu dengan hantu.


Beberapa orang itu bergegas menghampiri dan memapah pria yang mengenakan jas kotak-kotak itu, lalu menatap Nuri dan Lina dengan ngeri.


Sedangkan Nuri dan Lina hanya tersenyum dingin kepada mereka, lalu terus berjalan maju, dan saat melewati Ferrari itu, Nuri menepuknya dengan ringan!


Ferrari itu langsung penyok dalam sekejap, seperti telah ditabrak oleh benda berat!


Hal ini membuat beberapa orang itu tercengang, sampai sosok Nuri dan Lina menghilang, mereka belum sepenuhnya tersadar.


“Hahaha, rasanya menyenangkan sekali, apa kamu lihat ekspresi para idiot itu, benar-benar lucu…”


Nuri tertawa terbahak-bahak.


Lina bertanya pada Nuri.


“Tidak masalah, saya juga tidak membunuh siapapun, hanya memberi pelajaran kepada orang itu!”


​Nuri berkata dengan acuh tak acuh.


Di saat Nuri dan Lina berjalan keluar dari pusat keramaian dan mendekati pinggiran kota, tiba-tiba beberapa aura langsung mengelilingi mereka.


Setelah itu terlihat empat pria bertopeng yang berpakaian hitam menghalangi jalan mereka!


Merasakan aura dari empat pria ini, raut wajah Nuri dan Lina seketika berubah drastis!

__ADS_1


“Siapa kalian?”


Lina bertanya kepada empat pria iit


Salah seorang pria bertopeng tidak memedulikan Lin dan langsung berkata pada Nuri : “Kamu, ikut dengan kami…”


“Siapa kalian sebenarnya? Kenapa dia harus ikut dengan kalian?”


​Lina menghadang di depan Nuri.


“Kami tidak ingin menyerang, ikut kami pergi dengan patuh adalah keputusan yang bijaksana…”


Tatapan mata pria bertopeng itu memancarkan aura dingin, lalu aura di tubuhnya meningkat dan membuat Nuri serta Lina seperti didorong oleh energi, tidak satupun dari mereka bisa bergerak, seolah sedang ditekan oleh gunung besar.


“Jangan sakiti Lin, saya akan ikut dengan kalian!”


Nuri yang melihat itu segera angkat bicara.


Dia tahu mereka berdua sama sekali bukan lawan empat orang ini, perbedaan kekuatan mereka terlalu besar!


Pria bertopeng itu lalu melambaikan tangannya dan dua orang melangkah maju untuk menahan Nuri, dengan lompatan ringan, sosok mereka menghilang di dalam kegelapan.


Setelah orang-orang itu pergi, Lina baru merasakan tekanan pada tubuhnya menghilang, lalu bergegas kembali ke Lembah Tanpa Bayangan dengan cemas!


__ADS_1


__ADS_2