
Danta bangkit dan melihat luka di dadanya sendiri lalu menyeringai : “Aron, kita berdua sama-sama memiliki Jiwa Baru, asalkan Jiwa Baru tidak mati tubuh fisik tidak akan mati, seharusnya kamu mengerti teori ini, kamu mengira dengan seperti ini akan bisa membunuhku?”
“Kalau begitu coba saja…”
Aron menyipitkan matanya lalu kembali melompat.
Danta yang melihat itu seketika melafalkan mantra dan ingin menangkis serangan Aron, namun saat dia melafalkan mantranya, pikirannya tiba-tiba menjadi kacau lagi dan membuat kepala Danta seketika terasa sangat sakit!
Serangan kekuatan mental Aron tadi masih terus melukai pikiran Danta, dan Danta sama sekali tidak dapat melafalkan mantranya.
Danta tersadar dan ingin mencoba mengumpulkan kekuatan spiritualnya untuk menghadang Aron namun sudah terlambat.
Aron sudah tiba di hadapan Danta, cakarnya langsung mengarah ke dalam dada Danta, diikuti dengan telapak tangannya yang mencoba meraba-raba dada Danta, dia ingin mengeluarkan Jiwa Barunya Danta!
Raut wajah Danta saat ini tampak sangat jelek, rasa sakit yang luar biasa juga membuat dia tampak mengerikan.
Pemandangan yang sadis ini langsung mengejutkan kerumunan orang yang sedang menonton, mereka tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh Aron.
Arthur yang tidak jauh dari sana melihat hal ini dan bulu kuduknya seketika bergidik, lalu berbalik dan pergi.
Saat ini Aron tidak peduli dengan Arthur, dia segera meraih Jiwa Baru milik Danta dan mencengkeram tali penyelamat hidup Danta!
“Tidak, jangan…”
Danta berteriak dengan putus asa.
__ADS_1
Perlu diingat, berkultivasi hingga mencapai ranah Jiwa Baru itu sangat tidak mudah, jika Aron benar-benar menghancurkan Jiwa Barunya maka lebih baik dia langsung membunuhnya saja, karena sudah tidak ada artinya lagi untuk tetap hidup.
“Kamu ingin memohon pengampunan, sudah terlambat…”
Aron menarik tangannya dengan keras dan langsung mencabut Jiwa Baru Danta.
Jiwa Baru Danta hanya sedikit lebih besar daripada ibu jarinya, saat melihat ukurannya yang kecil ini Aron langsung memasukkannya ke dalam saku.
Banyak orang yang melihat pemandangan ini dari kejauhan dan tidak tahu apa yang dikantongi oleh Aron, namun mereka semua sangat terkejut!
“Aron ini benar-benar siluman, apakah dia baru saja merobek jantungnya dan memasukkannya ke dalam saku?”
“Terlalu menakutkan, tidak disangka Aron akan sesadis ini.”
Semua orang hanya bisa memejamkan mata mereka saat melihat adegan berdarah ini.
Jiwa Baru Danta hilang, dan tubuhnya langsung mengerut, dia menatap Aron dengan wajah memelas.
“Kumohon…kumohon padamu kembalikan Jiwa Baruku kepadaku, saya bisa menjadikanmu Raja Pulau Parbat…”
Danta memohon kepada Aron dan memohon agar Aron mengembalikan Jiwa Baru kepadanya.
Namun Aron mencibir : “Saya tidak tertarik untuk menjadi raja apa pun, saya hanya tahu, mereka yang berani menyinggungku harus dihukum…”
Danta yang mendengar hal itu seketika menjadi pucat pasi, dia tahu kalau dia tidak akan bisa bertahan hidup.
__ADS_1
“Arthur, dasar penipu…”
Danta berteriak marah, lalu menyemburkan seteguk darah segar dan tubuhnya terjatuh ke tanah dengan keras.
Hingga akhir hayatnya, mata Danta terbuka lebar dan dia mati dengan enggan.
Dia merasa enggan, namun juga tidak berdaya, siapa suruh dia begitu tamak dan menginginkan harta karun yang ada pada Aron, dan berakhir seperti ini!
Melihat Danta yang sudah mati, ekspresi semua orang tampak rumit, dan saat Aron melihat kerumunan orang yang tidak jauh dari sana, tidak ada yang berani menatap Aron secara langsung, mereka semua ketakutan dan bergegas lari.
Di saat ini, raut wajah Naveen tampak sangat jelek, Aron membunuh Danta, ini artinya pelatihan Keluarga King akan memiliki banyak variabel karena Aron akan berpartisipasi.
Naveen merasakan niat membunuh dan bergegas mengangkat kepalanya, menemukan Aron yang sedang menatapnya dengan ekspresi penuh kebencian dan keinginan membunuh.
Naveen bergegas mengalihkan pandangannya, lalu segera masuk ke dalam mobil dan pergi.
Tempat yang tadinya ramai dikerumuni oleh orang sekarang tidak menyisakan satu orang pun, hanya terlihat mayat Danta yang dingin tergeletak di tanah.
“Arthur, saya tidak akan mengampunimu…”
Aron menyipitkan sepasang matanya lalu mengeluarkan Jiwa Baru dari sakunya.
Melihat Jiwa Baru yang begitu jernih, Aron memutuskan untuk mencari sebuah tempat untuk memurnikan dan menyerap Jiwa Baru terlebih dulu.
__ADS_1