
“Buang pistolnya, kalau ada orang yang ingin membunuhmu, pistol di tanganmu itu tidak akan bisa menyelamatkanmu, malah akan membuatmu lebih cepat mati!”
Aron melihat Kevin memasukkan pistol ke sakunya jadi dia segera berkata pada Kevin.
Kevin hanya bisa membuang pistol itu ke lantai, dan mengemudi kembali ke hotel!
Aron membawa Angela ke dalam kamar, dan meletakkannya di atas tempat tidur!
Kevin mau tidak mau melirik Angela yang terbaring di tempat tidur beberapa kali, pahanya yang sedikit terbuka itu sangat menggoda!
“Tuan Aron, bermainlah dulu, saya akan keluar…..”
Kevin tahu, Aron ada di sini pasti dia tidak akan mendapatkan bagian!
“Bermain apa?” Aron tercengang dan melihat Kevin!
“Kamu….kamu menyelamatkannya, bukankah karena ingin…..” Kevin menunjuk Angela dan berkata dengan terbata-bata.
Aron seketika mengerti, Kevin mengira dia menyelamatkan Angela karena ingin menidurinya!
“Apa yang ada di dalam otakmu selama seharian ini? Cepat carikan air dingin!”
Aron menatap Kevin dan kehabisan kata-kata!
Segera, Kevin membawakan sebotol air dingin, dan Aron langsung menuangkannya ke dalam mulut Angela!
Sebotol air dingin itu membuat Angela perlahan-lahan membuka matanya!
__ADS_1
“Ahh……..”
Tiba-tiba Angela berteriak dan duduk dalam sekejap, dia melihat lingkungan sekitarnya adalah kamar hotel dan menatap Aron serta Kevin dengan wajah pucat!
“Siapa kalian? Apa yang ingin kalian lakukan terhadapku? Saya beritahu, walau saya harus mati saya tidak akan membiarkan kalian berhasil, kalau ayahku tahu dia pasti akan membunuh kalian!”
Angela menatap Aron dan Kevin dengan marah.
“Nona Angela, kamu salah paham, kami……”
Kevin ingin menjelaskan.
“Saya salah paham apa? Kalian menculikku dan membawaku ke hotel, bukankah kalian ingin melakukan hal hal kotor? Walau saya mati, saya tidak akan membiarkan kalian menodaiku!”
Angela mencengkram kerah bajunya dengan erat dan berteriak pada Kevin!
“Hm, tidak bisa berkata-kata lagi kan? Saya sudah tahu sejak awal, pria brengsek seperti kalian mana mungkin tidak menginginkan tubuhku!”
Angela menggertakkan giginya.
“Apa kamu sudah selesai bicara?” Aron mengernyitkan keningnya dan bertanya pada Angela,
“Apa maksudmu?” Angela menatap Aron.
“Kalau sudah selesai bicara, kamu sudah boleh pergi!”
Aron menunjuk ke arah pintu, dan berkata dengan datar!
__ADS_1
Angela tercengang, dan menatap Aron dengan heran : “Kamu….kamu benar-benar akan melepasku?”
“Pintu terbuka, tidak ada orang yang menghalangimu….” Kata Aron.
Angela menatap Aton lalu menatap Kevin, dan perlahan-lahan berjalan turun dari tempat tidur, dan berjalan menuju pintu, melihat Aron dan Kevin tidak bergerak, Angela segera keluar dari pintu.
Melihat Angela berlari lebih cepat daripada seekor kelinci, Aron tersenyum ringan dan berkata pada Kevin : “Ayo istirahat lebih cepat, besok kita akan naik gunung untuk melihat-lihat!”
Kevin mengangguk, dan kembali ke kamarnya untuk istirahat.
Dan pada saat ini, di tempat kejadian kecelakaan mobil tadi, ada belasan orang yang mengepung lokasi kecelakaan dan seorang pria paruh baya memandangi mobil Bentley yang hancur dengan wajah muram!
Pria ini adalah Leonard, ayahnya Angela, saat dia membawa orang kemari, Angela sudah menghilang!
“Tuan Besar, Nona besar menghilang, dan empat pengawalnya sudah mati, tidak satu peluru pun ditembakkan!”
Pengurus rumah berjalan menghampiri Leonard dan melaporkan dengan suara rendah.
“Apa identitas beberapa orang itu sudah ditemukan?” Leonard menunjuk beberapa mayat yang lehernya dipotong oleh Aron.
“Tidak, hanya saja orang-orang ini pasti adalah orang yang menghentikan mobil Nona Besar, dan mereka juga yang membunuh pengawal nona besar, parang yang ditinggalkan di lokasi kejadian cocok dengan luka di tubuh para pengawal!”
Pengurus rumah menggelengkan kepalanya.
“Kalau begitu, orang yang membawa putriku pergi, berbeda dengan mereka?” Leonard menyipitkan matanya dan ada tatapan membunuh di dalam matanya!
__ADS_1