Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Kursi Giok


__ADS_3

“Guru Kenari…”


Aron melangkah maju dan memapah Kenari untuk berdiri.


“Ini…ini kekuatan terlarang yang sangat menakutkan…”


Raut wajah Kenari menjadi sangat jelek.


“Kamu istirahat saja dulu, saya yang akan mencoba naik ke atas…”


Aron berkata dan hendak berjalan ke arah tangga itu!


Kenari segera menghentikan Aron, lalu menempelkan selembar jimat pada tubuh Aron.


“Kamu harus berhati-hati, semakin ke atas kekuatan terlarang itu semakin kuat, jika tidak sanggup, turun saja!”


“Tidak peduli betapa pentingnya harta karun itu, bertahan hidup tetap yang paling penting…”


Kenari memperingatkan Aron.


Aron mengangguk dengan ekspresi muram, lalu menarik nafas dalam-dalam dan melangkahkan kakinya ke atas.


Cahaya keemasan bersinar di tubuh Aron, dia mengaktifkan Tubuh Emas tak terhancurkan untuk menahan tekanan dari kekuatan yang menakutkan itu.


Dengan peningkatan kekuatan Aron, Tubuh Emas tak terhancurkan miliknya juga memancarkan cahaya keemasan yang lebih terang dan menyilaukan.


Kenari menatap Aron dengan gugup dan bertanya-tanya di mana batas akhir dari kekuatan Aron!


​Aeon memiliki selembar jimat yang melekat pada tubuhnya ditambah dengan daya tahan dari Tubuh Emas tak terhancurkan, jadi Aron dapat berjalan dengan mudah dan cepat di awal.


Pada akhirnya, kecepatan Aron semakin cepat seolah-olah kekuatan terlarang itu tidak berpengaruh pada Aron!


“Siluman, benar-benar seorang siluman…”

__ADS_1


Kenari menghela nafas saat melihat punggung Aron!


Namun saat Aron sudah setengah jalan, kecepatannya menaiki anak tangga itu mulai menurun.


Sepasang kakinya mulai bergetar dan keningnya mulai dipenuhi dengan keringat dingin, membuatnya sangat sulit untuk berjalan.


Bam!


​Tiba-tiba, jimat di tubuh Aron terbakar dan berubah menjadi abu!


Sedangkan Aron, menggertakkan giginya dan tetap melangkahkan kakinya.


Langkah keenam puluh, langkah ketujuh puluh…


Punggung Aron membungkuk dan setiap langkahnya meninggalkan jejak kaki yang dalam di atas anak tangga!


Pada saat ini Aron merasa seperti ada sebuah gunung besar yang menekannya dan membuat dia terengah-engah.


Namun Aron tetap tidak berhenti, dia tetap bertahan dan menggertakkan giginya untuk bertahan.


Cahaya keemasan pada tubuh Aron meredup, Tubuh Emas tak terhancurkan juga sudah hancur dan menghilang, meninggalkan tubuh fisik Aron yang penuh dengan otot-otot yang tegang bertahan melawan tekanan yang sangat besar ini.


Hanya tersisa sembilan anak tangga terakhir, tapi Aron merasa sekujur tubuhnya akan segera meledak karena tekanan ini.


Sepasang matanya dipenuhi dengan darah, dan mulai menonjol ke depan!


Keringat di kulitnya mulai berubah menjadi berwarna merah, dan bercampur dengan darah.


Saat ini Aron gemetar dengan hebat, setiap langkah yang dia ambil seolah akan menghabiskan separuh nyawanya!


“Aron, jika tidak bisa maka turunlah…”


Kenari yang melihat ini segera berteriak pada Aron.

__ADS_1


Namun Aron seolah tidak mendengarnya dan menggertakkan giginya terus melangkah naik ke atas.


Darah segar mulai mengalir ke tanah, meninggalkan jejak darah yang panjang di belakang Aron!


“Ah…”


Langkah terakhir diambil dan Aeon merasa darah di sekujur tubuhnya mendidih, pembuluh darahnya juga hampir pecah.


Dengan raungan keras, Aron mengerahkan seluruh kekuatan spiritual di dalam tubuhnya.


Dan tiba-tiba Aron menerjang ke depan lalu langsung jatuh ke puncak dari anak tangga itu!


Dalam sekejap semua tekanan itu menghilang, dan otot-otot di tubuh Aron mulai berkontraksi dengan cepat karena tekanan yang menghilang secara mendadak itu.


Aron terengah-engah sambil berbaring di atas.


Beberapa saat kemudian, Aron baru perlahan-lahan bangkit berdiri, melihat ke arah kursi Giok putih dan menemukan dua ekor naga yang diukir di atas kursi tersebut, selain itu tidak ada yang lain.


Dan kursi ini juga menyatu dengan tangga, jadi tidak mungkin untuk membawanya pergi.


“Aron, apa ada harta karun di atas sana?”


Melihat Aron sudah bangkit berdiri, Kenari segera bertanya dengan keras pada Aron.


Aron menggelengkan kepalanya : “Tidak ada apa pun, hanya ada kursi ini saja…”


“Tidak mungkin, ini jelas-jelas merupakan jalur terakhir, seharusnya ada harta karun.”


Kenari mengernyitkan keningnya dan berpikir keras!


Sedangkan Aron membelai kursi Giok putih itu dengan lembut lalu duduk di atasnya dengan penasaran.


Bam!

__ADS_1


Begitu Aron duduk di atasnya, aliran cahaya yang menakutkan tiba-tiba turun dari langit dan menyelimuti Aron dalam sekejap.



__ADS_2