
“Bocah, ternyata tadi kamu menjebakku….”
Saat ini Boyca seketika mengerti kenapa Aron yang jelas tahu Pa Kua ini hanya sepotong kayu busuk masih menawar harga, ternyata hanya untuk meninggikan harga dan membuat dia membayar lebih mahal!
“Boyca, Tuan Aron sudah mengatakan kalau itu adalah sepotong kayu busuk sejak awal, bukankah kamu yang tidak percaya, kenapa malah mengatakan kalau dia menjebakmu, yang menjebakmu adalah Oyong, kalau kamu hebat cari dia!” Basri berkata pada Boyca.
“Hm, saya pasti akan membuat perhitungan dengannya….”
Boyca mendengus dan dia sangat geram!
Ruangan itu menjadi sangat sunyi, jelas kalau suasana disini berubah menjadi sangat menyedihkan, para master yang datang untuk mengidentifikasi pergi diam-diam, bahkan Master Rahman juga tidak punya muka untuk tetap berada di sana, dan langsung pergi!
Basri menatap Aron, dan hatinya merasa sangat bersemangat serta bergejolak, kekuatan Aron jauh di luar imajinasinya, kedepannya, Keluarga Darmanto akan mendapat dukungan dari orang seperti ini di belakang, maka itu akan menjadi berkah ratusan tahun bagi Keluarga Darmanto!
Dan para tetua dari keluarga konglomerat lainnya mulai menatap Aron dengan tatapan yang berbeda, ada orang yang ingin mengobrol dengan Aron tapi saat mengingat hinaan mereka terhadap Aron, mereka tidak punya muka untuk buka suara!
Pada saat ini wajah Boyca sangat marah, tangannya menekan sebuah tombol di pinggangnya dengan pelan, dan itu adalah sebuah saklar, selama tombol itu ditekan, maka dia bisa mengakses pedang sabuknya dengan cepat.
Saat Boyca kembali dan kalau semua itu benar, maka Boyca akan menggunakan pedang sabuk ini untuk menebasnya langsung, berani mempermainkannya di hadapan begitu banyak tetua besar di Kota Dama, bagaimana dia bisa bertahan lagi di Kota Dama?
Pada saat ini tubuh Boyca sedikit gemetar karena marah, kemarahannya seperti kawah gunung berapi yang sedang menunggu waktu untuk meletus!
Tidak lama kemudian, pintu ruangan terbuka, Oyong dan Febri berjalan masuk dengan gembira, namun saat masuk ke dalam ruangan, mereka menyadari kalau suasana di dalam ruangan ini sedikit aneh, dan semua master sudah pergi.
__ADS_1
Oyong tercengang, tapi dia juga tidak banyak berpikir lagi, karena barang sudah dijual, mungkin para master itu merasa tidak ada gunanya lagi menetap disana, jadi mereka pamit dulu!
“Bos Boyca, apakah kamu sudah menyiapkan uangnya? Bawa Pa Kua nya kemari, agar Guru Febru bisa menyuntikkan mantra feng shui untukmu!”
Oyong berkata dengan gembira pada Boyca.
Boyca berdiri dengan raut wajah muram : “Menyuntikkan mantra feng shui ke dalam potongan kayu busuk ini?”
Boyca melemparkan Pa Kua itu tepat ke hadapan Oyong!
Oyong tercengang, lalu bergegas berkata : “Bos Boyca, apa maksudmu?”
“Apa maksudku, apa kamu tidak mengerti?” Boyca berkata dengan tatapan matanya yang dipenuhi niat membunuh.
Oyong mengira sikap Boyca berubah karena mendengar perkataan dari Aron!
“Hm, saya tidak perlu mendengarkan siapapun, saya hanya mendengarkanmu!”
Boyca berkata lalu mengeluarkan ponselnya dan memutar percakapan antara Oyong dan Febri tadi!
Boyca tadi merekam dengan ponselnya, untuk menghadapi Oyong kalau Oyong tidak mengakuinya!
Setelah mendengarkan rekaman percakapan di ponsel itu, Oyong seketika tercengang, dia tidak mengerti bagaimana percakapan antara Febri dan dirinya di toilet bisa terdengar oleh Boyca!
__ADS_1
Sedangkan Febri mengernyitkan keningnya dan matanya menyapu tubuh Oyong, lalu tiba-tiba melambaikan tangannya ke tubuh Oyong!
“Bocah, ternyata kamu memasang mantra transmisi suara pada kami?”
Febri memelototi Aron dengan marah!
Ternyata saat Oyong dan Febri hendak pergi ke toilet, Aron memasangkan mantra transmisi suara pada tubuh Oyong sehingga suara mereka berdua bisa terdengar hingga ruangan ini!
“Kalau bukan karena kalian yang begitu bangga hingga lupa diri, apa mantra transmisi suaraku ini ada gunanya?”
Aron tersenyum ringan!
Perkataan Aron memang benar, kalau kedua orang itu tidak terlalu bangga dan berpuas diri, dan mengatakan semuanya di kamar mandi, mantra transmisi suara itu tidak ada gunanya!
"Bocah, kamu ini cari mati….”
Pada saat ini Febri sudah sangat marah dan menatap Aron dengan erat!
Falcon juga menatap Aron dengan marah, dia berharap bisa menelan Aron hidup-hidup, dia berusaha keras untuk menyiapkan penipuan kali ini, dan berencana setelah penipuan ini dia tidak akan kembali lagi ke Kota Dama, tapi tidak disangka Aron merusak semua rencananya!
Ini 10 triliun, 10 triliun, kalau dia berhasil mendapatkannya maka itu akan lebih mudah menghasilkan uang dibandingkan dengan bisnis lainnya!
“Saya hanya menyatakan fakta, saya juga tidak merusak rencana kalian, kalau tidak bagaimana kalian bisa mendapatkan 5 triliun itu!”
__ADS_1