
Eddyt tidak melanjutkan perkataannya, namun Hendy menganggukkan kepalanya, dia tahu siapa yang Eddyt maksud.
“Ini sangat bagus, jika Tuan Gino hadir di perjamuan hari ini maka benar-benar menjadi kehormatan untuk Detasemen Perlindungan Hukum…”
Eddyt berkata dengan semangat.
Aron yang mendengar di samping sama sekali tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh dua orang ini, dan siapa Tuan Gino yang mereka bicarakan.
Namun sepertinya itu adalah orang penting, karena seorang pejabat besar seperti Hendy saja menyapanya dengan penuh hormat, orang bernama Gino ini pasti bukan orang biasa.
Tidak berlama-lama di kediaman Hendy, Aron dan Eddyt pun pergi, karena banyak hal yang harus dipersiapkan untuk perjamuan di Detasemen Perlindungan Hukum hari ini.
“Ketua Detasemen Eddyt, siapa Tuan Gino yang kalian bicarakan barusan?”
Di dalam mobil, Aron bertanya dengan penasaran pada Eddyt.
Eddyt yang mengemudi melihat sekelilingnya lalu berbisik : “Tuan Aron, apakah kamu ingat dengan departemen rahasia di Kota Dama yang saya ceritakan kepadamu?”
“Ingat, saat itu kamu mengatakan kalau departemen rahasia ini menjadi batasan antara pemerintahan dan komunitas bela diri.”
__ADS_1
Aron berkata sambil mengangguk.
“Benar, Tuan Gino itu adalah anggota eksternal dari departemen rahasia ini, namun mengenai posisi apa yang dia pegang dalam departemen rahasia ini, saya juga tidak tahu, hanya saja jika Tuan Gino bisa membantumu berbicara, maka seluruh komunitas bela diri di Kota Dama sepertinya tidak akan berani menyentuhmu lagi!”
Perkataan Eddyt membuat hati Aron cukup tersentuh, meskipun kekuatannya berkembang dengan pesat dan merupakan salah satu yang terbaik di generasi muda, tapi dia hanyalah setetes air di dalam lautan jika dibandingkan dengan dunia bela diri.
Apa departemen rahasia ini? Lalu kekuatan apa yang dimiliki oleh orang-orang yang tergabung di dalamnya membuat Aron penasaran.
Namun dia tahu, setelah kekuatannya memadai, maka dia bisa berhubungan dengan tingkatan yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi.
Setelah kembali ke Detasemen Perlindungan Hukum, Eddyt mempersiapkan perjamuan dengan hati-hati, setelah mengetahui Tuan Gino akan hadir, Eddyt mempersiapkannya dengan lebih baik lagi.
Eddyt membawa Aron sebagai tuan rumah, berdiri di luar untuk menyambut para tamu undangan yang hadir di pesta perjamuan ini, bahkan Eddyt sendiri tidak tahu siapa yang akan hadir, karena daftar tamu undangan diatur oleh atasan.
Segera, Aron melihat sosok yang tidak asing muncul.
Sosok itu tidak lain adalah Roddy, pria yang tangannya sudah dia penggal, saat Roddy turun dari mobil, dia membuka pintu belakang mobil dan mempersilahkan Mike serta Devin untuk turun.
Melihat orang-orang dari Keluarga Tanu, Eddyt dan Aron sedikit terkejut.
__ADS_1
“Aron, ternyata kamu baik-baik saja ya…”
Roddy yang walau sudah kehilangan satu tangannya, tetap terlihat penuh dengan aura sombong dan tidak berubah sama sekali.
Merasakan aura di tubuh Roddy, Aron sedikit kaget, dia tidak menyangka anak ini sudah menembus ranah Great Grand Master, baru satu bulan lebih sejak mereka kembali dari Pulau Naga dan Roddy yang berada di ranah Grand Master sudah menembus ranah Great Grand Master, dia bisa dibilang merupakan orang berbakat.
“Kamu bisa membunuh Ichiro Watanabe, ternyata memang memiliki kemampuan, namun walau kamu memiliki kemampuan yang besar, saya juga tetap akan membalaskan dendam karena kamu sudah memenggal tanganku.”
Roddy berkata dengan provokatif di depan Aron sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Aron.
Aron menatap Roddy dengan acuh tak acuh.
“Tuan Muda Roddy, karena kalian datang untuk menghadiri pesta perjamuan ini, maka silahkan masuk, jika datang untuk membuat masalah saya rasa kalian datang di saat yang salah hari ini.”
Eddyt takut Aron dan Roddy akan terlibat perseteruan, dan segera berdiri di antara mereka lalu berkata pada Roddy.
“Eddyt, kami memang datang untuk menghadiri pesta perjamuan, walau kamu ingin mengusir kami sepertinya kamu juga tidak memiliki kewenangan itu!”
Mike berkata dengan sinis pada Eddyt.
__ADS_1