Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Nuri Di Bela Pria Lain


__ADS_3

Kultivator iblis?


Saat pria itu menabrak pundak Aron, kesadaran spiritual Aron seketika merasakan kalau pria ini adalah seorang kultivator jahat dan tubuhnya dipenuhi dengan roh jahat.


Saat tatapan Aron menyapu pria yang mengenakan setelan jas itu, pria itu jelas menghentikan langkahnya dan menoleh sejenak lalu melangkah maju lagi.


Aron juga tidak memperdulikannya dan berjalan ke resepsionis, karena di saat seperti ini Aron juga tidak ingin menimbulkan lebih banyak masalah dan membuat masalah yang tidak perlu.


“Berikan saya sebuah kamar!”


“Berikan saya sebuah kamar!”


Pria yang mengenakan setelan jas itu berkata hampir serempak dengan Aron pada resepsionis.


Kali ini, resepsionis mengeluarkan sebuah kartu kamar dengan serba salah : “Halo Tuan-tuan sekalian, mohon maaf tapi saat ini hanya tersisa satu kamar…”


Aron bertukar pandang dengan pria yang mengenakan setelan jas itu, lalu pria dengan setelan jas itu langsung menyambar kartu kamar dari tangan resepsionis saat dia sedang lengah.


Setelah mendapatkan kartu kamar, pria dengan setelan jas itu berbalik pergi, dia tidak ingin terlalu banyak berurusan dengan Aron, sepertinya dia juga tidak ingin mencari masalah.

__ADS_1


Karena kultivator iblis tidak disukai di dunia seni bela diri, kalau para ahli bela diri sampai tahu dia adalah kultivator iblis maka pasti akan menyerangnya secara massal, pria dengan setelan jas ini tidak ingin menjadi sasaran massa sebelum tiba di Pulau Naga.


“Berhenti di sana!”


Saat pria dengan setelan jas itu hendak pergi dengan membawa kartu kamarnya, Nuri dan gadis lainnya menghentikannya.


Mereka bertiga sudah melihat kejadian di meja resepsionis barusan, orang ini merebut kartu kamar dan hendak pergi tanpa mengatakan apapun?


Jelas-jelas tidak punya sopan santun, bagaimanapun mereka menginginkan kamar di saat yang bersamaan, jika orang itu mengucapkan beberapa hal baik mungkin tidak masalah memberikan kamar itu kepadanya, tapi sikap orang ini membuat Nuri dan yang lainnya sangat kesal dan segera menghentikan pria dengan setelan jas itu.


“Ada apa?” pria dengan setelan jas itu menatap Nuri dan yang lainnya sambil bertanya.


“Kamu tidak tahu sopan santun ya? Kenapa kamu mengambil kartu kamar dan pergi begitu saja? Letakkan kartu kamar itu…”


Pria berjas itu menoleh melirik Aron, dia tahu kalau Nuri dan yang lainnya datang bersama Aron dan tidak mengatakan apapun, dia berbalik sedikit ke samping dan bersiap mengitari Nuri dan yang lainnya lalu pergi.


“Kamu ini tidak tahu aturan ya, berani kabur dengan kartu kamar?”


Nuri bergegas menghalangi pria berjas itu lagi.

__ADS_1


“Minggir, atau saya tidak akan segan-segan pada kalian…” Pria berjas itu berkata dengan dingin.


“Lalu kenapa kalau tidak segan-segan?” Nuri sama sekali tidak takut.


Mengesampingkan fakta Adon ada di sini, hanya dengan Weeny saja, sebagian ahli bela diri sudah tidak menjadi lawannya, apalagi mereka bertiga.


Pada saat ini, beberapa orang mulai menonton keramaian, dan bergegas mengelilingi, dan saat melihat Nuri dan dua gadis lainnya mereka semua menjadi bersemangat dan mulai bangkit.


Bagaimanapun, cukup membosankan setelah beberapa jam berlayar, dan bisa melihat beberapa drama di tengah-tengah perjalanan juga cukup baik.


Tommy yang awalnya sedang berbaring di kamarnya mendengar ada keributan di kabin bawah bangun dengan rasa penasaran.


Saat dia melihat Nuri dan dua gadis lainnya melalui jendela kamarnya, bola matanya hampir terlepas.


Dia bergegas bangkit berdiri dan menuruni anak tangga, sementara beberapa bawahannya bergegas mengikutinya.


Aron melihat kerumunan menjadi semakin ramai, jika membuat masalah lagi maka akan berdampak pada keberangkatannya ke Pulau Naga, melangkah maju dan berniat untuk meminta Nuri dan yang lainnya untuk menyudahinya saja.


Tapi saat Aron baru mengambil dua langkah, Tommy serta bawahannya sudah bergegas menghampiri.

__ADS_1


Saat kerumunan melihat Tommy membawa bawahannya, mereka segera menyingkir.


“Sialan, seorang pria sepertimu juga berani menganiaya wanita? Saya adalah orang yang paling tidak suka dengan orang yang menganiaya wanita!” Tommy yang baru tiba langsung memaki pria berjas itu tanpa pandang bulu, lalu menatap Nuri dan yang lainnya dengan senyuman cabul dan berkata : “Adik kecil sekalian, jangan takut, kakak akan membantu kalian membuat keputusan…”


__ADS_2