
Seni Konsentrasi jiwa sudah digunakan hingga batas maksimal oleh Aron, Inti emas serta Kristal Naga di dalam tubuh Aron saat ini sudah menunjukkan retakan retakan kecil akibat tekanan yang berlebihan ini.
Jika terus berlanjut, jika Inti Emas sampai hancur maka hidup Aron juga akan berakhir, dan walau dia tidak mati, dia juga akan menjadi orang cacat.
“Krek…”
Sebuah suara terdengar lagi, sebuah sisik di tubuh Aron kembali hancur dan darah merah mulai menodai tubuh Aron.
Perlahan-lahan sisik-sisik yang bagaikan baju besi berwarna emas di tubuh Aron mulai retak dan darah mulai mengalir dari luka-luka di tubuhnya.
Sepasang Aron memerah seolah berdarah, tekanan yang begitu kuat seolah akan membuat Aron langsung hancur.
Meskipun begitu Aron tetap berjalan maju perlahan-lahan, walau satu langkahnya hanya berjarak beberapa sentimeter, tapi sudah tidak ada jalan kembali untuk Aron, walau dia harus merangkak, dia juga harus merangkak masuk ke dalam ruangan itu.
Bam!
Segera, tubuh Aron langsung ditekan oleh tekanan yang besar ke tanah, marmer keras juga langsung hancur berkeping-keping.
Meskipun dia tertekan di tanah, Aron sama sekali tidak menyerah, dia menggunakan tangan dan kakinya untuk merangkak perlahan-lahan.
Aron menggertakkan giginya dengan keras, seolah akan menghancurkannya.
__ADS_1
Cahaya keemasan di tubuhnya mulai meredup.
Bersamaan dengan cahaya keemasan yang meredup, lapisan sisik-sisik di tubuh Aron juga perlahan-lahan menghilang, memperlihatkan tubuh fisik Aron yang dihantam oleh aura mematikan itu.
Setiap hantaman dari energi itu bagaikan sayatan pedang tajam yang terus menyayat tubuh Aron, meninggalkan bekas sayatan yang mengucurkan darah!
Aron menggertakkan giginya dan terus merangkak maju, meninggalkan jejak darah di tanah!
Ruangan itu sudah berada tepat di depannya, tapi Aron merasa begitu sulit untuk menyeberangi jarak sedekat itu.
Aron mengulurkan tangannya, seolah dia sudah menyentuh ruangan itu, menyentuh akhir dari formasi sihir, selama Aron bisa menyeberanginya maka dia akan masuk ke ruangan makam itu.
Tapi saat ini Aron sudah terlalu babak belur, dia tidak bisa melangkah maju lagi, dia mengulurkan jarinya dan perlahan-lahan melewati akhir dari formasi sihir!
Tekanan besar yang menghilang dalam sekejap membuat Aron langsung menyemburkan seteguk darah.
Ruangan itu kini dapat dilihat dengan jelas, dan sosok Aron juga muncul di hadapan Tommy dan yang lainnya.
Saat ini, Aron sedang terkapar di tanah, Tommy dan yang lainnya hanya berada beberapa puluh meter darinya, dan di atas tanah terlihat jejak darah yang mengejutkan dan membuat orang merasa ngeri.
“Kak Aron…”
__ADS_1
Tommy yang melihat itu segera membawa bawahannya dan menghampiri, jarak beberapa puluh meter bagi mereka dapat dicapai dengan sekali lompat.
Tapi Aron yang menempuh jarak itu hampir membayar dengan nyawanya!
Tommy melihat Aron yang penuh luka segera memapah Aron berdiri.
“Aron, kamu baik-baik saja?” Lion juga menghampiri dan menatap Aron dengan penuh kekaguman.
Saat ini Aron memang sangat lemah tapi nyawanya tidak terancam, dia menunjukkan senyumannya dan menggelengkan kepalanya pada Lion.
August dan yang lainnya terlebih dulu menerjang masuk ke dalam ruangan, di tengah ruangan itu terdapat lukisan pemandangan gunung dan sungai yang tergantung di dinding, di atas lereng pegunungan juga digambar seorang anak penggembala, lukisan itu terlihat sangat realistis sehingga anak penggembala itu terlihat seperti manusia sungguhan.
Di sisi kiri lukisan itu tertulis beberapa kata Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil, dan tidak ada benda lainnya di dalam ruangan makam ini.
“Lantas lukisan ini adalah harta karun?”
August menatap lukisan itu lalu mengulurkan tangannya dan hendak mengambilnya tapi Teflon segera menghentikannya.
“Tuan Muda, hati-hati perangkapnya!”
Perkataan Teflon membuat August seketika menarik tangannya, makam kuno ini dipenuhi dengan perangkap, dia sudah melihatnya jadi dia tidak berani menyentuhnya dengan mudah.
__ADS_1
Saat ini Aron yang dipapah oleh Tommy juga berjalan masuk ke dalam ruangan makam itu, saat Aron melihat Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil untuk pertama kalinya, sekujur tubuhnya langsung membeku.