Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Ketua Sekte Nirwana dan Leo


__ADS_3

Di belakang dua orang ini, tampak beberapa orang yang sedang memegang pedang dan semuanya terlihat penuh kewaspadaan.


“Bajingan, siapa kalian? Berani bersikap tidak sopan pada Tuan Aron?”


Seseorang berteriak dan mengutuk sekelompok orang itu.


Tatapan pria paruh baya itu menjadi tajam, tiba-tiba bayangan hitam melintas dan ahli bela diri dari Aliansi Bela Diri itu tiba-tiba tersungkur di tanah, matanya membelalak, dan ada luka tipis di lehernya.


Melihat pemandangan ini, semua orang tersentak, perlu diingat orang yang bisa berpartisipasi dalam Aliansi Bela Diri juga menduduki peringkat atas di Provinsi Serra dan Provinsi Canna, meskipun orang yang tadi berbicara baru menembus ranah Master dan melangkah menjadi Grand Master, dia tetaplah seorang Grand Master, dan dia dibunuh oleh orang lain tanpa sempat bereaksi.


“Kalau tidak ingin mati, minggir kalian semua, suruh Aron keluar untuk menemuiku...”


Pria paruh baya itu melirik semua orang dengan aura pembunuh yang menakutkan dan membuat semua orang terpaku di tempat.


Seolah ada pisau yang terletak di leher mereka masing-masing, siapapun tidak ada yang berani bergerak.


“Tuan, saya adalah Tuan Rumah Istana Raja Obat, Lucas, apakah saya boleh bertanya siapa kamu? Ada urusan apa mencari Tuan Aron?”


Lucas mengandalkan fakta bahwa Keluarga Darminto berada di belakang Istana Raja Obat, dan berusaha keras untuk menenangkan dirinya dan berjalan maju selangkah untuk bertanya.

__ADS_1


“Minggir...” Pria paruh baya itu melontarkan satu kata, dan Lucas seperti dipukul dengan keras, terhempas keluar dengan kekuatan yang besar dan tersungkur di tanah.


“Saya katakan sekali lagi, suruh Aron keluar, kalau tidak kalian semua akan mati...”


​Aura pembunuh di tubuh pria paruh baya itu seketika meningkat, merasakan aura pembunuh yang menakutkan, banyak orang dari Aliansi Bela Diri yang tidak tahan dan terduduk di tanah.


“Ketua Sekte Nirwana yang dihormati dan berhasil menembus ranah Great Grand Master, malah memamerkan kekuatan pada sekelompok Grand Master, apa kamu tidak merasa malu?”


Pada saat ini, Aron berjalan keluar dengan perlahan.


Jekson dan Lyla mengikuti dari dua sisi, Nely serta Basri dan Mars juga mengikuti, hanya saja raut wajah mereka terlihat sangat serius.


Setelah mendengar perkataan Aron, ekspresi semua orang berubah, ternyata pihak lawan mereka adalah seorang Great Grand Master, pantas saja kekuatannya begitu mengerikan.


“Ketua Hasan, orang itu adalah Aron, dia adalah orang yang membunuh putramu Leo, wanita di sampingnya adalah Nely dari Desa Poison...”


Pemuda di samping Hasan menunjuk dengan amarah di matanya saat dia melihat Aron berjalan keluar.


Orang ini tidak lain tidak bukan adalah Canon yang baru saja dikalahkan oleh Aron, Aron dihadang oleh Nely, dan melepaskannya, tapi orang itu bukannya kabur malah diam-diam pergi memberitahu Hasan, dan datang bersama untuk membalas dendam pada Aron.

__ADS_1


“Canon, dasar bajingan tidak tahu malu dan tidak tahu berterima kasih, Aron baru saja melepaskanmu tapi kamu malah berani kembali untuk membalas dendam...”


Nely memelototi Canon dengan marah dan mengutuknya.


“Sialan, berhenti omong kosong, saya menjadi seperti ini semua karena dia, hari ini saya mau kalian semua mati...”


Raut wajah Canon mengganas, matanya dipenuhi dengan niat membunuh.


“Nanti kalau benar-benar bertarung, kalian cari kesempatan untuk kabur, kalau dua orang ini bekerja sama, saya tidak memiliki keyakinan...”


Aron tetap tenang dan berbisik kepada beberapa orang di sampingnya.


Kalau hanya Hasan seorang, Aron memiliki bantuan Pedang Naga, tapi sekarang ditambah seorang Canon, hasilnya tidak bisa diprediksi.


Meskipun ada banyak orang di sini, tapi kekuatan mereka yang paling kuat tidak lebih dari Grand Master tingkat lima, saat bertarung nanti mereka tidak akan bisa membantu sama sekali.


Oleh karena itu Aron hanya bisa membiarkan mereka kabur terlebih dulu, lalu dia akan mencari kesempatan untuk dirinya sendiri, kalau tidak mereka semua tidak akan bisa kabur.


“Tuan Aron, kami akan menghadang orang-orang ini, kamu pergilah dulu, tidak masalah kalau kami mati, tapi tidak boleh terjadi apa-apa padamu...”

__ADS_1


Jekson berkata dengan wajah tegas.



__ADS_2