Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Fanatik Yang berlebihan


__ADS_3

“Saudara Aron, William ini adalah penjilat nomor satunya Nia, mungkin rasa cemburu di dalam hatinya meledak karena melihat kamu berjabat tangan begitu lama dengan Nia.”


Lion menatap Aron dan tersenyum mengejek.


Aron tersenyum tidak berdaya : “Penjilat, penjilat, pada akhirnya akan kehilangan segalanya…”


Namun sebelum Aron sempat menyelesaikan kalimatnya, dia merasakan angin kencang dari belakangnya!


William memanfaatkan Aron yang sedang tidak memperhatikannya, mengepalkan kedua tinjunya dan menghantamkannya ke arah Aron dengan keras, dengan aura dominasi yang tidak ada habisnya.


Melihat pergerakan ini, seolah-olah dia memiliki dendam kesumat dengan Aron!


Raut wajah Aron menjadi dingin, dia berbalik dan menghindari serangan itu.


Melihat tatapan mata William yang dipenuhi dengan keinginan membunuh, raut wajah Aron berubah menjadi sangat jelek.


Dia tidak mempunyai dendam apa pun dengan William, namun orang ini malah menyerangnya dengan ganas, benar-benar mengira dirinya adalah kapas yang lembut yang bisa ditendang seenaknya.


Segera, cahaya keemasan mulai bersinar di tubuh Aron, sepasang tinjunya juga dibalut oleh cahaya keemasan.


Nia yang awalnya ingin membujuk dan menarik William pergi, seketika berhenti saat melihat Anon turun tangan, dia ingin melihat apakah kemampuan Aron memang sehebat yang dirumorkan.


Orang-orang yang ada di sekitar juga ingin menyaksikan keramaian, jadi tidak ada orang yang maju untuk menghentikan!


William itu masih tidak tahu diri, dan melayangkan tinjunya lagi untuk menghantam Aron.


Aron segera menyambutnya, tanpa menggunakan jurus yang rumit, hanya dengan satu tinju yang ganas!

__ADS_1


Bam!


Terdengar suara ledakan keras, gelombang energi yang besar membuat hembusan angin kencang!


Hal berikutnya yang terlihat adalah tubuh William langsung terbang terhempas, kalau bukan karena banyak orang yang sedang menonton dan menghentikan tubuh William, maka dia pasti akan terbang keluar dari area.


Sedangkan Aron menunjukkan ekspresi dingin dan tidak bergerak sedikit pun!


William berdiri dengan putus asa, hanya saja saat ini dia tidak bisa mengangkat lengan kanannya lagi, tinju Aron tadi sudah mematahkan tulangnya.


​Namun di hadapan Nia, William tidak ingin terlihat terlalu menyedihkan.


“Nak, hari ini saya sedang berada dalam kondisi yang tidak baik, tapi kamu ingat saja cepat atau lambat saya pasti akan menghabisimu…”


William terlihat garang dan menunjuk Aron : “Kalau saya tahu kamu mengganggu Nia, saya pasti akan membunuhmu…”


Setelah selesai berkata, William menunjukkan senyumannya pada Nia :


Saat ini kening William sudah penuh dengan keringat dingin, rasa sakit dari lengannya sudah tidak bisa ditahan lebih lama lagi.


Di saat William berbalik dan hendak pergi, Aron malah meneriakinya.


“Sudah menyerangku, kamu kira kamu bisa pergi begitu saja?”


Aron berkata dengan dingin.


“Kenapa? Apa yang ingin kamu lakukan padaku?”

__ADS_1


William berbalik menatap Aron, sepasang matanya menyipit.


“Saya tidak akan memprovokasi orang yang tidak memprovokasiku, tapi jika ada yang memprovokasiku, maka akan kubunuh…”


Saat kata bunuh terucap dari mulutnya, aura pembunuh di tubuh Aron perlahan-lahan memenuhi seluruh udara, dan membuat suhu di lokasi seketika turun!


Cahaya keemasan melintas dari tubuh Aron dan tiba di hadapan William dalam sekejap.


William sama sekali tidak sempat bereaksi dan langsung terhempas oleh pukulan Aron yang mengenai dadanya.


Bam!


Kekuatan spiritual yang ganas menghantam tubuh William dan langsung membuat tubuh William terhempas.


Satu pukulan ini membuat William memuntahkan seteguk darah di udara dan berteriak kesakitan!


Segera, tubuh William menghantam tanah dengan keras dan membuat retakan di tanah!


Aron juga mengikutinya dan sekali lagi tiba di hadapan William.


William yang tergeletak di tanah menunjukkan ekspresi yang jelek.


Aron menginjakkan kakinya di atas kepala William, raut wajahnya berubah menjadi sangat dingin!


William merasakan niat membunuh dari tubuh Aron dan mulai merasa ketakutan dalam hatinya!


Di saat dia hendak memohon ampun, Nia berjalan menghampiri dan saat ini kesombongan William yang berlebihan membuat dia mengeras.

__ADS_1


“Aron, brengsek, kalau kamu punya kemampuan bunuh saja saya, jangan sampai saya menghabisimu saat saya berdiri nanti…”


William bertingkah sok tangguh, namun sebenarnya saat ini dia sudah merasa ketakutan setengah mati di dalam hatinya.


__ADS_2