
Lina bergegas mengambil sprei dan membungkus dirinya lagi, tidak perlu dibahas seberapa memalukannya kejadian itu!
Aron juga segera berbalik : “Saya tidak sengaja, kamu sendiri yang merobek sprei itu, tidak ada hubungannya denganku……..”
“Masih membantah!” Lina memelototi Aron : “Kuberitahu, kamu tidak boleh mengatakannya kepada siapapun setelah pulang nanti!”
“Tidak akan, tidak akan………”
Aron menggelengkan kepalanya!
Setelah Aron dan Lina pulang, Nuri yang masih khawatir berjalan mengitari ruangan dengan cemas dan menunggu kabar!
Saat melihat Lina pulang dengan Aron, dan Lina yang terbungkus sprei dan tampak malu saat melihat Nuri, Lina langsung memeluk dirinya dan berjalan menuju kamar untuk berganti pakaian!
“Aron, apa kamu baik-baik saja?”
Nuri bertanya dengan cemas.
“Tidak apa-apa………” Aron menggelengkan kepalanya.
“Lalu bagaimana dengan Lina? Apa Lina baik-baik saja?”
Nuri terus bertanya.
__ADS_1
“Saya tidak tahu, coba tanyakan saja padanya!” Aron mengangkat bahunya.
Nuri hanya bisa berjalan ke kamar Lina untuk bertanya langsung, dan saat memasuki kamar dia melihat Lina yang sudah berganti pakaian dan berdiri memandang keluar jendela, dan air terus mengalir di kamar mandi!
Mendengar ada orang yang masuk, Lina tidak menoleh, dia tahu yang masuk adalah Nuri, saat ini Lina merasa sedikit takut untuk bertemu dengan Nuri, karena saat berada di dalam pelukan Aron tadi dia merasa hati Aron sedikit tergerak, dan kalau Aron sampai menginginkan dirinya, dia percaya dirinya tidak akan menolak!
Tapi itu adalah suami dari temannya sendiri, kenapa dia memiliki pemikiran seperti itu?
Nuri melihat Lina yang seperti itu seketika merasa kasihan, dia mengira Lina sudah dilecehkan oleh Roy dan membuat dirinya tidak berani bertemu dengannya
“Lina, tidak apa-apa, mandi air panas lalu tidurlah dengan nyenyak, semuanya akan berlalu, di masyarakat zaman sekarang berapa banyak wanita yang benar-benar masih sempurna, kamu tidak perlu terlalu memikirkannya, walaupun kamu sudah tidak sempurna lagi sekarang tapi dengan kecantikan dan kemampuanmu, kamu masih bisa menemukan seorang pria yang baik.”
Nuri menghibur Lina dengan suara pelan : “Kalau ada masalah, kamu masih memiliki saya, jangan berpikiran tidak terbuka dan melakukan hal bodoh!”
“Oh kalau begitu baguslah!” Nuri yang mendengarnya seketika merasa lega, kalau tidak terjadi apapun pada Lina maka itu adalah hal yang sangat baik.
“Tunggu sebentar….” Nuri tercengang : “Kamu mengatakan kalau kamu ditelanjangi, kalau begitu apakah Aron juga melihatmu telanjang?”
Wajah Lina tersipu, dia tidak menyangka dia akan salah bicara dan bergegas menjelaskan : “Tidak, saat itu saya masih berpakaian!”
“Oh!” Nuri menganggukkan kepalanya dan terkekeh : “Kalau Aron melihatmu telanjang, saya akan menyuruhnya bertanggung jawab padamu……….”
“Bicara sembarangan apa kamu, saya tidak perlu tanggung jawabnya!” Lina tersipu!
__ADS_1
“Hahaha, saya hanya meledekmu, kalau kita berdua sama-sama menyukainya bukankah itu membuatnya terlalu senang…..”
Nuri tertawa terbahak-bahak!
“Nuri, kamu berani mempermainkanku, lihat bagaimana saya akan menghabisimu……..”
Lina menerkam Nuri!
Segera, gelak tawa Lina dan Nuri terdengar dari dalam kamar!
Aron yang mendengarkan keributan itu dari ruang tamu merasa tidak mengerti, wanita itu terlalu plin-plan, dan menggelengkan kepalanya lalu kembali ke kamarnya sendiri untuk tidur!
Keesokan harinya Aron mengandalkan kekuatan spiritualnya sendiri untuk membantu Jekson menembus ranah master, dan membuat Jekson merasa sangat berterima kasih kepada Aron, dan menjadi lebih setia lagi padanya!
Karena sudah membunuh Roy, Gabe takut Keluarga Bara akan datang membalas dendam jadi dia tidak pergi ke Lembah Ilusi, dan menetap beberapa hari di Kota Taka, dan beberapa hari ini dia mengajari Jekson dan Lyla untuk berlatih dan membuat kekuatan kedua orang itu meningkat drastis!
Ribuan kilometer dari Kota Dama, di aula Keluarga Bara, mayat Roy terbaring, karena kepalanya hancur mereka membuat sebuah kepala palsu dan meletakkannya!
“Apakah kalian berdua yakin kalau Roy dan Tronton dibunuh oleh Aron? Tidak dibantu oleh orang lain?”
Paman ketiga Roy, Boyca Bara bertanya kepada dua master dari Keluarga Bastian.
Dua orang itu berangkat ke Provinsi Canai bersama dengan Roy, mereka berdua terluka parah setelah diserang oleh Mars, dan tinggal di penginapan untuk merawat lukanya!
__ADS_1
Lalu saat melihat Roy dan Tronton yang tidak pulang semalaman, dua orang itu keluar untuk mencari, dan menemukan mayat Roy dan Tronton di sebuah tanah kosong!..