
Kota Sanur, di villa Perumahan Bumi Sejuk, Nuri menatap Pil Xisui yang diberikan Aron kepadanya dan berkata dengan jijik : “Apa ini? Bau sekali, kelihatannya sangat menjijikan….”
Aron ingin Nuri memakan Pil Xisui itu tapi melihat sikap Nuri seperti itu dia sedikit pasrah.
“Lina, kamu makan dulu, ini adalah obat spiritual, setelah kamu memakannya saya jamin tubuhmu akan terlahir kembali dan kekuatanmu akan meningkat banyak….”
Aron membujuk Lina.
Namun Lina memegang Pil Xisui itu dan terlihat sulit menelannya karena Pil Xisui ini memiliki rasa yang tidak terlalu enak.
Melihat dua orang itu tidak mau memakannya, Aron terdiam beberapa saat lalu sekali lagi membujuk mereka dengan tidak berdaya : “Pil ini adalah Pil Xisui, banyak orang yang ingin memakannya dan tidak bisa mendapatkannya, saya sudah menghabiskan begitu banyak tenaga untuk mendapatkannya, bukankah kalian ingin berkultivasi, kalian harus memakan pil ini dan mengubah tubuh kalian terlebih dulu…”
Nuri melihat Aron dan akhirnya berkata : “Aron, saya beritahu, kalau khasiat Pil Xisui ini tidak sebaik yang kamu katakan maka saya tidak akan mengampunimu, saat meramu obat apa kamu tidak bisa menambahkan sedikit gula, ini bau sekali.”
Setelah berkata, Nuri menekan hidungnya dan membuka mulutnya dan menelan Pil Xisui.
Efek dari Pil Xisui bukanlah sesuatu yang bisa ditanggung oleh orang biasa, dan setelah memakannya Nuri tiba-tiba mengernyitkan keningnya dan perutnya berbunyi keroncongan.
“Apakah kamu yakin ini adalah Pil Xisui? Bukan obat pencahar?” Wajah Nuri memucat dan dia memegangi perutnya yang sakit dan rasa sakit itu membuatnya tidak tahan.
“Nuri, ada apa?”
__ADS_1
Lina yang awalnya melihat Nuri memakannya juga hendak memakannya, namun saat melihat Nuri yang memakan Pil Xisui dan menjadi seperti ini dia bergegas bertanya.
“Nuri, kamu tidak apa-apa kan?
Aron juga panik.
Aron tidak pernah memakan Pil Xisui jadi dia tidak tahu apa yang akan terjadi, saat melihat Nuri kesakitan dia bergegas meraih tangannya untuk memeriksanya tapi sebelum dia meraihnya Nuri sudah bergegas menuju toilet.
Ugh ugh ugh…..
Aron tercengang dengan suara yang jauh lebih kencang dibandingkan suara knalpot, apakah Nuri keracunan makanan? Atau ada yang salah dengan Pil Xisui?
“Tidak apa-apa, kamu tunggu di luar, jangan masuk,” Nuri sangat gelisah dan mengunci pintu dengan cepat, ini benar-benar sangat memalukan, toiletnya menjadi sangat bau!
Dia merasa jijik dan akan muntah, dan menyalakan air hingga yang paling deras dan menyalakan exhaust fan untuk menghilangkan bau busuk di dalam.
“Aron, darimana kamu mendapatkan Pil Xisui ini? Kamu tidak ditipu kan? Kalau sampai terjadi sesuatu pada Nuri yang memakannya, kamu pasti akan menyesal…”
Lina memelototi Aron dan melemparkan Pil Xisui yang ada di tangannya pada Aron.
Aron mengambil Pil Xisui itu dan tampak bingung, secara logika Danu tidak akan menipunya, apalagi dia melihat Danu meramu Pil Xisui itu sendiri, bagaimana mungkin ada yang salah?
__ADS_1
“Nuri, kamu tidak apa-apa? Apakah saya perlu menghubungi 112 untuk mengantarmu ke rumah sakit….”
Meskipun Aron memiliki keterampilan medis yang sangat baik tapi Lina tidak berani membiarkan Aron memeriksa Nuri, jadi dia berpikir untuk menelpon 112 dan pergi ke rumah sakit.
“Tidak usah, saya hanya sakit perut….”
Nuri berkata dengan buru-buru.
Aron dan Lina tidak punya pilihan selain menunggu di luar toilet, dan setelah menunggu setengah jam, Nuri keluar dari toilet dengan wajah memerah.
“Nuri, kamu baik-baik saja?”
Melihat Nuri keluar dari toilet, Aron bergegas menghampirinya.
Namun belum sempat menyelesaikan perkataannya, Aron berdiri membeku di sana.
Karena dia melihat kulit Nuri yang berwarna krem dan pipinya yang berwarna merah muda walau tanpa riasan, dan dia terlihat seperti dewi yang turun dari langit, sangat cantik.
Mata Lina juga melebar, dan menatap Nuri dengan tidak percaya dan membuat Nuri yang ditatap seketika tercengang.
__ADS_1