
“Sialan, para pecundang itu, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menangkap seorang Aron? Pasti mereka sedang minum-minum dan mencari wanita di luar, menunda-nunda pekerjaan, saat mereka pulang saya pasti akan menghajar mereka!”
Naveen mengernyitkan keningnya dan mengumpat dengan kasar.
Dia sama sekali tidak ragu, Lima Pelindung yang sudah mencapai ranah Great Grand Master pasti dapat dengan mudah menangkap Aron, demi keamanan Naveen sudah mengerahkan kekuatan besar untuk melakukan hal kecil.
…
Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama.
Aron dan Eddyt sedang duduk di halaman Detasemen Perlindungan Hukum.
“Tuan Aron, apakah kekuatanmu meningkat lagi?”
Eddyt menatap Aron dengan bingung.
“Ada apa? Kamu dapat merasakannya? Saya sudah menyembunyikan auraku.”
Aron berkata dengan sedikit kaget.
Aron sudah menyembunyikan auranya, jika Eddyt bahkan dapat merasakannya maka kemampuan menyembunyikan auranya benar-benar buruk.
__ADS_1
“Bukan seperti itu, saya tidak dapat merasakan aura Tuan Aron, hanya saja saya bisa merasakannya dari aura yang Tuan Aron pancarkan, aura alami dari tubuh Tuan Aron terasa berbeda dengan sebelumnya.”
Eddyt menjelaskan.
Aron yang mendengarnya merasa sedikit tidak berdaya, aura seperti itu tidak dapat dia sembunyikan, ranahnya mengalami peningkatan, dan tubuh fisiknya menjadi lebih kuat, tentu saja aura yang terpancar tidak bisa dia sembunyikan.
“Dua hari yang lalu saya baru menerobos ranah!” Aron tersenyum ringan.
“Kalau begitu, selamat pada Tuan Aron, sekarang kamu sudah berada di ranah Great Grand Master, dengan kekuatanmu walau bertemu dengan Great Grand Master tingkat lima juga tidak perlu takut lagi!”
Eddyt mendengar Aron yang sudah menerobos ranah merasa bahagia untuk Aron.
Hanya saja dia tidak tahu kalau kekuatan Aron sudah bertambah berkali-kali lipat.
“Di Kota Dama, banyak orang hebat yang tersembunyi, kekuatanku ini masih terlalu jauh…”
Aron berkata dengan tidak berdaya.
Karena Aron terlambat memulai, hanya dalam waktu beberapa tahun sudah bisa mencapai ranah seperti ini bisa dibilang merupakan orang jenius, namun semua ini berkat Seni Konsentrasi jiwanya, kemampuannya ini benar-benar diluar nalar.
Mengingat tentang Seni Konsentrasi Jiwanya, sesosok pria tiba-tiba muncul di benak Aron, namun dia tidak dapat melihat wajah pria itu dengan jelas, tapi sosok ini selalu muncul tiba-tiba di benaknya.
__ADS_1
Dan Aron tahu sosok pria ini pasti adalah sosok ayahnya yang belum pernah dia temui, dia sangat penasaran siapa sebenarnya ayahnya itu.
Kekuatan seperti apa yang dia miliki sampai bisa memiliki teknik seperti Seni Konsentrasi Jiwa seperti ini, dan sanggup mendirikan Kuil Naga Langit yang begitu hebat?
“Tuan Aron, Tuan Aron…”
Melihat Aron yang tiba-tiba termenung, Eddyt memanggilnya.
Tubuh Aron tersentak dan segera tersadar : “Ketua Detasemen Eddyt, ada apa?”
Melihat Aron tidak apa-apa, Eddyt berkata : “Tuan Aron, dua hari yang lalu Tuan Gino mengutus seseorang untuk menyampaikan pesan, dia mengatakan Keluarga Watanabe dari negara Partan sudah mengirim para ahli bela diri menyusup ke negara kita untuk membunuh Tuan Aron, namun Tuan Gino juga mengatakan agar kamu tidak perlu terlalu khawatir, jika orang-orang itu berani datang, maka akan ada orang yang membuat mereka menghilang.”
“Iya, saya tahu!” Aron menganggukkan kepalanya.
Dia tidak meragukan perkataan Tuan Gini, karena dia sudah melihat kekuatan dari organisasinya, kekuatan yang ditunjukkan oleh Kapten Tim saat pertama kali bertemu sudah tidak kalah dari kekuatan Aron saat ini, perlu diketahui Kapten Tim hanyalah seorang bawahan, bisa dilihat betapa mengerikannya kekuatan Tuan Gino atau pemimpin dari organisasi ini.
“Tapi Tuan Gino juga berpesan, agar Tuan Aron tidak meninggalkan negara untuk sementara waktu, kalau tidak tidak ada yang bisa menjamin keselamatanmu.”
Eddyt kembali berkata.
Aron mengangguk, waktunya saat ini sangat berharga dan dia ingin memanfaatkan waktunya untuk berkultivasi, dia mana punya waktu untuk pergi ke luar negeri.
__ADS_1