
Satria kemudian menginjak kepala Aron dengan satu kakinya dan tatapannya menatap Aron dengan acuh tak acuh.
“Tua bangka, kalau punya kemampuan bunuh saya, selama saya masih bernafas saya pasti akan membuat Keluarga Himawan binasa selamanya…”
Aron menatap Satria dengan tatapan mematikan.
“Brengsek, sudah sampai titik seperti ini kamu masih saja bermulut besar…”
Satria sangat marah lalu melayangkan tendangannya ke arah Aron.
Tubuh Aron seperti bola kulit yang terlempar oleh tendangan Satria.
Organ dalam tubuh Aron hancur dan darah mengucur dari mulutnya!
Satria berjalan menghampiri Aron dan kembali menendangnya lagi!.
Dan terus seperti itu, tendangan demi tendangan!
Satria menjadikan Aron seperti bola kulit.
Aron sudah berlumuran darah dan tidak ada lagi satu titik di tubuhnya yang tidak terluka.
“Kak Aron…”
Melihat kondisi Aron yang menyedihkan, Aila tidak bisa menahan diri dan ingin menerjang menghampiri, namun Bella menghentikannya.
“Jangan ke sana…”
Bella menarik Aila dengan erat.
“Kalian jangan bergerak, jangan bergerak…”
__ADS_1
Aron berusaha sekuat tenaga berteriak kepada Aila dan Bella.
Setiap melontarkan satu kata dia menyemburkan seteguk darah.
Satria meninju Aron namun menghindari organ vitalnya, yang dia inginkan bukanlah membunuh Aron, tapi membuatnya menderita!
Saat ini kesadaran Aron mulai kabur, dan tatapannya berkunang-kunang!
Segera, Nurk muncul di benak Aron, lalu ibunya meskipun dia tidak bisa melihat wajah ibunya dengan jelas tapi perasaan akrab seperti itu membuat Aron merasa sangat nyaman.
Gambaran dari masa lalu Aron terus muncul di benaknya seperti adegan film yang sedang diputar.
“Apakah saya benar-benar akan mati?”
Aron berteriak dalam hatinya, dia ingin melawan tapi tubuhnya sudah tidak dapat digerakkan.
Entah berapa lama Satria menyiksa Aron, tidak ada satu pun lagi tulang di tubuh Aron yang masih utuh.
Melihat Aron yang sekarat, Satria juga sedikit lelah.
Setelah berkata, Satria melayangkan tamparannya ke arah perut Aron.
Kekuatannya yang besar langsung menghancurkan Dantian Aron, Inti Emas yang ada di atas Dantiannya juga hancur berkeping-keping.
Secercah nafas tipis yang tersisa di tubuh Aron seketika menghilang.
Mata Aron langsung terpejam dan pingsan.
Satria yang melihat itu segera menendang-nendang Aron dan mengernyitkan keningnya : “Sialan, sudah mati? Bagaimana mungkin dia bisa mati?”
Satria tidak menyangka Aron yang begitu bersikeras bertahan dalam pertarungan langsung mati saat Dantiannya hancur…
__ADS_1
Hal ini membuat Satria sedikit menyayangkannya, dia belum mengambil Kristal Naga yang ada di dalam tubuh Aron, dan dia sudah mati, maka dia sudah tidak bisa mengambil Kristal Naga lagi.
Satria melirik orang-orang di dalam Istana Lotus dan tidak menyerang mereka, bukannya Satria berbelas kasihan, hanya saja sebagai seorang Master Guru senior, jika dia menyerang klan kecil seperti ini dia akan ditertawakan.
Satria merasa jijik untuk menyerang dan tidak perlu untuk menyerang!
“Ayo kita pergi…”
Satria melihat Aron yang sudah tidak bernyawa melambaikan tangannya dan membawa anak buahnya pergi.
Setelah Satria pergi, Aila dan Bella segera menghampiri.
“Kak Aron…”
“Tuan Aron…”
Aila dan Bella terisak, mereka tidak bisa menahan diri saat melihat Aron.
“Kakak, cepat selamatkan Kak Aron…”
Aila memohon kepada Bella.
Bella melihat Aron yang seluruh tulangnya sudah hancur, bahkan Dantiannya juga sudah hancur, bagaimana bisa diselamatkan lagi?
Walau bisa menyelamatkan nyawa Aron, tapi hidupnya akan lebih buruk dari kematian.
“Kakak, kamu selamatkan Kak Aron, ya?”
Aila melihat Bella yang tidak melakukan apa pun untuk menyelamatkan Aron segera mengguncang tangan Bella.
“Aila, Tuan Aron sudah mati, dia sudah mati…”
__ADS_1
Bella berkata dengan air mata berlinang.