Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Berakhir Kisah Master Narsi


__ADS_3

Master Narsi yang melihat pemandangan ini termenung, dan tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


Perlu diingat ini adalah jurus terakhirnya, itu adalah jurus paling mematikan milik Yayasan Hanura, ular naga itu adalah pelindung Yayasan Hanura, dan dia tidak akan memanggil ular naga itu sampai dia tidak punya pilihan lain.


Namun sekarang, dewa pelindung Yayasan Hanura berubah menjadi seekor ular kecil yang hendak melarikan diri dalam kepanikan, bagaimana mungkin hal ini tidak mengejutkan Master Narsi!


“Ingin kabur?”


Aron melihat ular naga itu hendak kabur langsung melompat dan mencengkram ekor ular naga itu, dan menarik keluar ular naga yang tubuhnya sudah masuk setengah ke dalam lubang hitam.


Berhadapan dengan Aron, ular naga itu tidak lagi seganas tadi, dia menoleh ketakutan dan ingin kabur, sementara Aron berusaha mengayunkan Pedang Naga yang ada di tangannya sekuat tenaga!


Syut syut…


Kepala ular naga itu seketika dipenggal oleh Aron dan darah segar mengucur deras!


Brak…


Setelah Aron memenggal kepala ular naga, Master Narsi sudah tidak bisa menopang cahaya hitam itu lagi, dan cahaya itu seketika menghilang, sedangkan dirinya seolah menua dalam sekejap dan langsung terjatuh ke tanah, bahkan dia tidak memiliki tenaga untuk berdiri.


Aron menyimpan Pedang Naga lalu berbalik untuk melihat Master Narsi yang terjatuh ke tanah, tatapan matanya yang dingin amat menakutkan.


Melihat Aron seperti itu, pupil mata Master Narsi menyusut tajam dan matanya ditutupi oleh kengerian.

__ADS_1


“Jangan…jangan bunuh saya, saya akan melakukan apapun yang kamu minta…”


Seluruh tubuh Master Narsi bergetar, dia sedang memohon ampun.


Seorang Great Grand Master yang terhormat, Ketua Yayasan Hanura, sedang memohon ampun di hadapan Aron.


Nely yang melihat pemandangan di depannya merasa terkejut dalam hati, perlu diketahui Master Narsi adalah salah satu sosok yang paling dihormati di seluruh sekte di wilayah Barat Daya, baik Raja Poison, maupun Hasan harus bersikap hormat saat bertemu dengan Master Narsi.


Tapi saat ini, orang sehebat itu sedang memohon ampun seperti seorang cucu kecil di hadapan Aron.


Sosok Aron menjadi semakin besar di dalam hati Nely, sedangkan perasaan Nely terhadap Aron juga menjadi semakin dalam.


Piak!


Master Narsi berjuang mati-matian untuk melawan tapi sama sekali tidak bisa bergerak.


Beberapa menit kemudian, tubuh Master Narsi berubah menjadi mayat kering, sepasang matanya terbuka lebar dan dia sudah mati…


Cahaya dari tubuh Aron perlahan-lahan menghilang dan sekelilingnya menjadi hening.


Kekuatan spiritual yang sudah Aron habiskan untuk bertarung dengan ular naga itu kini sudah terisi kembali.


Melihat Mars dan Eddyt yang berada tidak jauh dari sana dan terluka parah, Aron menghampiri lalu memegang tangan mereka berdua, aliran kekuatan spiritual mulai dialirkan ke dalam tubuh mereka, dan luka mereka mulai pulih dengan cepat.

__ADS_1


“Terima kasih Tuan Aron…”


Mars dan Eddyt bangkit berdiri lalu bergegas berterima kasih pada Aron.


​“Saya yang seharusnya berterima kasih kepada kalian, kalian tidak akan terluka kalau bukan karena membantuku…”


Setelah selesai bicara, Aron berjalan ke arah ular naga yang kepalanya sudah dipenggal, lalu menghancurkan kepala ular naga itu dengan satu tamparan, seketika sebuah Pil Hewan Buas yang jernih meluncur keluar.


Aron mengambil Pil Hewan Buas dan merasa sangat senang dalam hatinya, sepertinya tebakan dia tidak salah, binatang buas seperti ini sudah memiliki Pil Hewan Buas di dalam hatinya, dan barang seperti ini adalah harta karun untuk berkultivasi.


“Ular naga ini memiliki sisik yang keras, dijadikan baju pelindung juga sangat bagus, lalu darah dan dagingnya juga bisa meningkatkan kekuatan, kalian bawa pulang dan bagikanlah!”


Aron berkata pada Mars dan Eddyt.


​Dua orang itu merasa sangat senang, mereka bergegas maju dan memotong-motong ular naga itu, sedangkan Aron membawa Nely kembali ke kediaman Kurniawan.


Hasan masih tergeletak di halaman belakang rumah Kurniawan seperti genangan lumpur, melihat Aron kembali dan berlumuran darah, Hasan tahu kalau Master Narsi sepertinya juga tidak bisa melarikan diri.


Aron tidak banyak omong kosong dengan Hasan, dia menampar kepala Hasan dan langsung menyerap habis energi yang ada di dalam tubuh Hasan.



Terima kasih buat mbak HAFIZ HUSNA dan Mas REZA BINTANG.. dan terima kasih juga buat teman-teman reader yang tidak bosan-bosanya memberikan like, komen, Vote, kritik dan sarannya...🙏🙏🙏

__ADS_1



__ADS_2