Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Memulihkan Luka


__ADS_3

“Jangan khawatir, Aron baik-baik saja, walau dia tidak bisa dibandingkan dengan Dika, tapi dia tidak mungkin kalah secepat itu….”


Danu malah terlihat tenang.


Asap dan debu di atas ring menghilang, dan orang-orang dengan mata yang tajam menemukan ada sosok yang sedang berdiri di dalam asap dan debu.


Segera, sosok itu menjadi semakin jelas dan akhirnya semua orang melihat Aron yang masih berdiri di atas ring, dan tidak jatuh karena pukulan tadi.


Hanya saja pakaian Aron menjadi compang camping, dan lekukan yang dalam muncul di Cermin pelindung Jiwa yang dikalungkan di depan dada Aron.


Melihat Aron tidak mati, semua orang tercengang.


Terutama Nuri, dia menjadi lebih bergejolak dan menangis lebih keras lagi.


“Ini……bagaimana ini bisa terjadi? Bukankah Aron hanya mencapai tingkat kelima dari Grand Master?”


Melihat Aron masih berdiri tegak di atas ring, Alfred tampak kaget, dia merasa dia tidak mungkin salah lihat, bagaimana mungkin seorang Aron yang hanya Grand Master masih bisa berdiri utuh setelah menahan pukulan dari seorang Great Gran Master, dan berdiri tanpa terluka sedikitpun di atas ring?


Saat ini, hanya Aron yang tahu kalau organ dalamnya sudah terluka, meski baru Cermin pelindung Jiwa membantunya menahan pukulan fatal dari Dika, tapi Aron masih mengalami banyak luka dalam.


Saat ini Aron menjalankan Seni Konsentrasi Jiwa dengan gila-gilaan, dan menggunakan kekuatan spiritual untuk menyembuhkan lukanya, dan darah di tenggorokannya juga ditekan oleh Aron agar tidak dimuntahkan.

__ADS_1


“Hanya itu kekuatan yang kamu punya? Saya sarankan kamu segera bersujud padaku dan mengakui kesalahanmu, mungkin saja saya bisa mengampuni nyawamu….”


Aron berdiri di sana dan berkata dengan tatapan matanya yang bersinar.


Saat ini walau tubuhnya compang camping tapi semua orang menatapnya bagaikan dewa.


Berapa banyak orang yang bisa berdiam diri dan menahan serangan Great Grand Master begitu saja?”


“Aron, jangan berlagak, hari ini kalau saya tidak membunuhmu, maka saya tidak akan menjadi manusia….”


Dika melihat Aron yang tidak terluka karena serangannya merasa kaget bukan main dalam hatinya, dia yang penuh percaya diri di awal seketika juga mulai waspada.


Namun situasi sudah sampai di titik seperti ini, dan semua orang dari dunia bela diri juga sedang menyaksikan, Dika tidak mungkin mundur, tapi walau Dika merasa marah dia tidak berani mengambil inisiatif untuk menyerang Aron lagi.


Dan itulah yang diinginkan oleh Aron, dia membutuhkan Wira memberi waktu kepadanya untuk memulihkan lukanya.


​Dua orang itu berdiri saling berhadapan tapi tidak satupun dari mereka bergerak.


Suasana di lokasi sangat tertekan dan semakin seperti ini semakin tidak ada orang yang berani berbicara, karena ini adalah pertarungan antara para ahli, tidak ada orang yang berani membuat masalah untuk diri mereka sendiri saat ini.


Segera, Seni Konsentrasi Jiwa Aron perlahan memulihkan lukanya dan nafasnya berangsur-angsur stabil.

__ADS_1


“Paman Danu, kenapa mereka tidak ada yang menyerang?”


Elen tampak sedikit tidak sabar dan bertanya pada Danu dengan suara pelan.


“Aron terluka, dia sedang memulihkan lukanya…..” Danu berkata dengan serius.


Dia langsung tahu kalau Aron terluka saat menerima serangan tadi, hanya saja dia mengalami luka dalam dan orang lain tidak bisa melihat itu.


Seiring berjalannya waktu, Dika sepertinya menyadari sesuatu.


​“Sialan, saya tertipu, ternyata kamu sedang mengulur waktu….”


Dika tiba-tiba tersadar dan cahaya dingin melintas di matanya, dan dia tiba-tiba melompat seperti burung roh yang melebarkan sayapnya dan terbang ke hadapan Aron.


Di udara, Dika mengatupkan kedua tangannya dan semua orang dapat melihat dengan jelas kekuatan langit dan bumi ditarik dan menyatu dengan energi yang keluar dari tubuh Dika dan akhirnya berubah menjadi sebuah tangan raksasa yang menampar ke arah Aron dengan ganas.


Aron mengangkat alisnya dan menggunakan telapak tangannya sebagai pedang, dan menebas ke arah udara.


“Prang…….”


Terlihat cahaya pedang yang melintas dan bergerak menuju ke arah tangan raksasa itu.

__ADS_1



__ADS_2